Analisis Usaha Pendederan Bandeng

Geliat potensi usaha budidaya ikan bandeng cukup menjanjikan

Permintaan akan protein yang berasal dari daging merah mulai banyak dikurangi, sehingga konsumen mulai beralih ke produk hasil perikanan. Salah satu jenis ikan penghasil protein hewani tinggi adalah ikan bandeng.

Budidaya bandeng (Chanos chanos) dilakukan untuk memproduksi ikan konsumsi, ekspor dan sebagai umpan dalam penangkapan ikan tuna dan cakalang. Prospek benih juga cukup baik, seperti Bali sebagai produsen benih bandeng terbesar, yang ekspor secara rutin ke Filipina dan Negara lain di Asia Tenggara.

Ekspor ke Timur Tengah juga banyak yakni berupa konsumsi atau ukuran minimal 300 gram. Pasar lokal juga merupakan pasar utama, selain itu perkembangan pengolahan ikan bandeng seperti bandeng tanpa duri, kerupuk bandeng, beberapa produk tersebut juga membutuhkan pasokan bahan baku yang banyak.

Para pembudidaya di beberapa Kabupaten di Sulawesi Selatan juga banyak yang menjadikan usaha pendederan bandeng sebagai mata pencaharian. “Hal ini karena pemeliharaannya singkat serta resiko pemeliharaannya rendah,” ungkap Pengawas Perikanan Muda BPBAP Takalar, Guno Gumelar, S.Pi.

Ia menambahkan yang menjadi kendala utama dalam usaha pendederan ini adalah persaingan pasar yang ketat antar penggelondong. Sehingga pelaku usaha kerap bersaing harga dan sistem pembayaran pada saat musim kemarau, hal ini disebabkan oleh permintaan yang menurun.

Selanjutnya baca di Majalah Info Akuakultur

Incoming search terms:

  • analisa usaha budidaya ikan bandeng
  • guno gumelar

1 Comment on Analisis Usaha Pendederan Bandeng

  1. Bandeng biasanya diolah menjadi makanan apa saja ya?

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose