Antisipasi Penyakit pada Ikan Mas

 

Upaya pencegahan harus dilakukan baik saat kondisi ikan sehat atau sebelum ikan sakit 

 

Pembudidayaan ikan mas di era tahun 80-an sempat mengalami kematian massal terutama di perairan umum, masyarakat menyebutnya penyakit merah. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila, dengan tanda klinis bercak berwarna kemerahan pada tubuh ikan, diikuti oleh luka dan borok.

 

Bencana juga terjadi ditahun 2002, budidaya ikan mas kembali dihebohkan dengan kejadian wabah akibat serangan Koi Herpes Virus, yang diawali terjadi pada ikan koi di Jawa Timur kemudian berlanjut ke Jawa Barat dan akhirnya ke semua pulau-pulau besar di Indonesia.

 

Akibat serangan penyakit tersebut, ketersediaan induk dan benih ikan mas yang ada di masyarakat menurun, baik kualitas maupun kuantitas. Upaya pemulihan kondisi ini diantaranya dengan dihasilkannya strain ikan mas yang tahan terhadap penyakit, vaksin dna KHV serta aplikasi immunostimulan, peningkatan produksi benih dan induk, gerakan vaksinasi ikan, dan membentuk jejaring pemulian ikan mas nasional.

 

Penyakit pada ikan mas

Penyakit golongan parasit biasanya cenderung menyerang benih ukuran 1-2 cm hingga 5-8 cm. Namun parasit yang teridentifikasi pada ikan mas ukuran konsumsi hingga induk, relatif tidak menyebabkan kematian dalam jumlah besar. Jenis parasit berukuran besar dan dapat dilihat adalah Argulus sp dan Lernea sp.

 

Jenis parasit yang paling berbahaya dan belum ada obatnya adalah Myxobolus sp. dan menyebabkan kematian hingga 100% dalam waktu 1-2 minggu. Adapun jenis parasit seperti Dactylogyrus sp, Gyrodactylus sp dan Trichodina sp juga menyebabkan tingkat kematian hingga 50%, namun bisa mencapai 100% bila tidak dilakukan upaya pengendalian.

 

Golongan bakteri seperti Aeromonas hydrophila lebih berbahaya dari pada golongan parasit. Biasanya mulai terjadi kasus serangan penyakit mulai benih ukuran 5-8 cm hingga ukuran induk, dan menyebabkan tingkat kematian hingga 90% dalam waktu 1-10 hari.

 

Golongan virus seperti Koi Herpes Virus (KHV), lebih berbahaya dari pada golongan parasit dan bakteri. Menyerangan benih ukuran 2-3 cm hingga ukuran induk, tingkat kematian hingga 100% dalam waktu kurang dari 1 minggu. Pemicu terjadinya wabah KHV adalah faktor suhu yang rendah, yaitu ≤ 25oC. Suhu rendah dan stress akibat faktor lingkungan juga dapat memicu terjadinya wabah KHV.

 

Golongan jamur seperti Achlya sp dan Saprolegnia sp., merupakan infeksi sekunder akibat adanya luka akibat infestasi parasit, infeksi bakteri atau benturan fisik. Penyakit golongan jamur cenderung terjadi pada kondisi air kolam dengan suhu rendah ≤ 26oC dan kadar bahan organik yang tinggi.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur

Incoming search terms:

  • antisipasi dari budidaya ikan mas
  • diagnosa penyakit aeromonas hydrophila dengan tanda klinis
  • majalah ikan mas
  • pengertian penyakit KHV argulus sp lernea sp pada ikan koi
  • penyakit pada ikan mas

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose