Antisipasi Sejak Dini, Atasi Umbalan

Prediksi adalah hal terbaik sebagai antisipasi Up-welling atau Umbalan sejak dini untuk mengurangi kerugian akibat kematian massal pada ikan.

 

Up-welling atau Umbalan merupakan fenomena pembalikan masa air dari permukaan ke dasar dan sebaliknya karena adanya perbedaan kerapatan (berat jenis) akibat perbedaan suhu air (40C) diantaranya kedua lapisan kolom air.

 

Salah satu faktor pemicu kematian massal ikan yang disebabkan oleh fenomena umbalan adalah banyaknya limbah organik di dasar perairan yang berasal dari daratan maupun aktivitas budidaya dalam Keramba Jaring Apung (KJA) yang ada di waduk, seperti yang pernah terjadi di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Namun, pada tahun 2015 lalu Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menertibkan lebih dari 20.000 KJA di Waduk Jatiluhur.

 

Membeludaknya budidaya KJA di waduk tersebut sudah lama dibiarkan sehingga memperburuk kualitas perairan di waduk tersebut. Padahal, selama ini air Waduk Jatiluhur yang bersumber dari Sungai Citarum merupakan sumber air baku bagi kebutuhan air minum DKI Jakarta.

 

Tidak jauh berbeda dengan Waduk Jatiluhur, Waduk Cirata juga telah dipenuhi sekitar 67.000 KJA yang sebagian besar tidak berizin. Kondisi Waduk Cirata lebih parah karena perairan ini berada ditiga wilayah administrasi, yaitu Kabupaten Cianjur, Bandung Barat, dan Purwakarta.

 

Ketiga pemkab tersebut membiarkan KJA berkembang karena menganggap penanganan Waduk Cirata menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sementara rentang pengawasan yang dilakukan oleh Pemprov Jawa Barat juga lemah.

 

Peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan (P4), Erlania, S.Pi, M.Si., mengatakan, umbalan yang sering terjadi pada sentra budidaya perikanan secara intensif di waduk atau danau disebabkan oleh tumpukan bahan organik (N, P, C, dll.) pada dasar air yang hampir tidak mengandug oksigen (anoxic zones). Karena tidak ada oksigen, maka proses penguraian bahan organik berlangsung secara anaerob dan menghasilkan senyawa – senyawa toksik seperti ammonia, H2S, dan CH4.

 

Erlania melanjutkan, pada awal musim hujan dimana tidak ada sinar matahari, suhu air di permukaan menjadi lebih rendah daripada suhu di dasar yang mengakibatkan terjadinya pembalikan massa air dari dasar kepermukaan dan sebaliknya, sehingga senyawa – senyawa racun tersebut ikut terangkat kepermukaan dan menyebabkan ikan akan keracunan, sehingga terjadi kematian masal.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur

Incoming search terms:

  • fenomena umbalan
  • solusi untuk mengurangi kerugian akibat upwelling
  • antisipasi sejak dini
  • Manfaat Fen0mena umbalan
  • umbalan penyakit ikan

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose