Awas, Wabah si Merah!

Empat tahun lalu, tepatnya Februari 2012, air laut Teluk Lampung berubah merah kehitaman. Puluhan ribu ikan dalam karamba jaring apung di Pantai Ringgung, Kabupaten Pesawaran, pun menemui ajal. Penyebabnya?

Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp 5 milyar. “Ikan kami tiba-tiba melayang seperti kekurangan oksigen, lalu mati mengambang’” kata Martadinata, salah seorang pemilik keramba apung di Teluk Lampung, seperti dilansir dari Tempo.co. “Budidaya akan dilanjutkan jika air laut sudah normal,” lanjutnya.

Dugaan penduduk setempat, kondisi air laut memburuk akibat industri dan rusaknya hutan mangrove. Namun, menurut Kepala Bidang Budidaya Laut Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Debi Herdiana, penyebab matinya ribuan ikan tersebut adalah ledakan populasi alga atau plankton yang disebut dengan fenomena red tide.

Red tide adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan fenomena keadaan air laut yang mengalami perubahan warna menjadi merah, cokelat, kuning, biru, oranye, atau warna lainnya, tergantung pada pigmen yang dikandung oleh fitoplankton penyebab fenomena tersebut,” jelas Dr. Devi Dwiyanti Suryono.

Peneliti Bidang Lingkungan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir (P3SDLP) Balitbang KP, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI ini melanjutkan bahwa perubahan warna tersebut disebabkan adanya ledakan populasi fitoplankton (blooming). Fitoplankton adalah organisme satu sel mikroskopik yang hidup di perairan tawar maupun laut, yang tergolong ke dalam mikroalga. Peristiwa red tide dapat terjadi di perairan laut lepas, tetapi pada umumnya red tide terjadi di perairan pesisir.

Dampak dan penyebab blooming plankton

Saat ini, istilah red tide lebih populer dikenal dengan istilah Harmfull m-Alga Blooms (HAB)  karena tidak semua alga yang blooming menyebabkan kematian dan tidak semuanya berwarna merah.

Secara umum, red tide dapat disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu faktor kondisi lingkungan perairan baik faktor fisik,  kimia maupun biologi, dan faktor lain yaitu kondisi cuaca.

Umumnya, fitoplankton penyebab red tide berasal dari kelas dinoflagellata kelompok Pyrrophyta. Terdapat sekitar 20 jenis dinoflagellata di dunia yang beracun, salah satunya dari spesies Pyrodinium bahamense var. compressum. Ciri khas spesies red tide ini memiliki klorofil dan menghasilkan racun  saat berfotosintesis.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur

Incoming search terms:

  • penyebab lele berwarna kuning oranye

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose