BERBAGAI JENIS NILEM DI JAWA BARAT

Oleh  :

Yuli Andriani

Keberadaan habitat seperti sungai, danau, dan waduk merupakan penunjang bagi kehidupan serta keanekaragaman ikan di Jawa Barat. Salah satu asli Jawa Barat yang potensial diantaranya ikan Nilem (Osteochillus sp.). Ikan nilem merupakan ikan Cyprinid (famili ikan karper) yang banyak dibudidayakan di beberapa tempat di Jawa Barat, khususnya di  kawasan Priangan (Sumedang, Garut, Singaparna, Tasikmalaya). Ikan nilem merupakan jenis ikan sungai atau perairan tawar yang bentuknya mirip ikan mas, tawes, dan karper, hanya kepalanya lebih kecil, badannya lebih memanjang dan sirip punggungnya lebih panjang. Pada kedua sudut mulutnya terdapat dua pasang sungut peraba. Tubuhnya ditutupi oleh sisik berwarna hijau keabu-abuan, coklat atau kehitam-hitaman dan merah atau albino bergantung dari jenis spesiesnya. Ikan nilem pernah melewati masa jayanya pada masa lalu, hingga tersisa istilah “gerenyem nilem” yang melekat pada orang Sunda. Namun seiring introduksi berbagai ikan konsumsi lainnya, perlahan budidaya ikan nilem meredup, sehingga perlu diangkat kembali pamornya sebagai ikan endemik Jawa Barat.

Pada penyebarannya, terdapat beberapa jenis ikan nilem yang terdapat di Jawa Barat berdasarkan pola genetiknya.  Variasi ini merupakan cerminan polimorfisme yang akan ditampakkan dalam perbedaan fenotip maupun genotip dalam genom strain ikan nilem. Lebih lanjut, kegunaan mengetahui jenis atau strain genetik ikan nilem adalah untuk mempertahankan plasma nutfah serta berguna dalam pengembangan produksi keberlanjutan produksi ikan nilem, dimana perlu dipertahankan genetik stok ikan nilem yang unggul secara genetik. Berdasarkan hasil penelitian Sedawati dkk (2014) , jenis ikan nilem berdasarkan kekerabatan genetik yang ada di Jawa Barat diantaranya adalah : ikan nilem merah, ikan beureum panon, ikan nilem hijau, dan ikan nilem mangot.


2345

Sumber : Sedawati, Buwono dan Andriani (2014)

Perbedaan dari keempat jenis nilem tersebut terletak pada ciri-ciri fisik, seperti bentuk tubuh, warna sisik dan nama species. 1) Ikan nilem merah, memiliki ciri  morfologi pola warna tubuh kuning oranye dengan bercak kehitaman ditubuhnya, termasuk famili Cyprinidae dan memiliki bentuk tubuh memanjang dan sedikit pipih kesamping (compressed). Dari ciri-ciri di atas ikan ini tergolong genus Osteochillus, namun belum diketahui spesiesnya. 2) Ikan beureum panon, disebut juga dengan ikan mata merah, istilah lainnya Java barb. Di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya dikenal dengan nama beureum panon. Ukuran tubuh beureum panon sedikit lebih pendek dibandingkan dengan ikan nilem. Nama species ikan beureum panon adalah Puntius orphoides. 3) Ikan nilem hijau, badannya memanjang, dan sirip punggungnya lebih panjang. Pada kedua sudut mulutnya terdapat dua pasang sungut peraba. Ikan nilem hijau memiliki ciri-ciri khusus yaitu bentuk tubuh yang berwarna hijau gelap pada tubuh bagian atas dan sedikit kemerahan di dekat sirip pectoral. Species nilem hijau dinamai Osteochilus hasselti. 4) Ikan nilem mangot, mempunyai kemampuan migrasi ke sungai yang debit airnya besar. Mempunyai bentuk tubuh pipih, mulut terminal dapat disembulkan. Posisi sirip perut terletak di belakang sirip dada (abdominal) dan bersisik lingkaran (sikloid). Rahang atas sama panjang atau lebih panjang dari diameter mata, sedangkan sungut moncong lebih pendek dari pada panjang kepala. Nama lain spesies ikan nilem mangot adalah Osteochilus vittatus.

Dalam hal cara memijah, ikan nilem memiliki tipe pemijahan synchronous batch spawning yaitu ikan yang dapat memijah berkali-kali secara bersamaan antara jantan dan betina selama puncak masa pemijahan. Selain itu frekuensi pemijahan ikan nilem cukup tinggi, nilem memiliki jumlah telur yang sangat banyak. Seekor ikan nilem betina dapat menghasilkan telur sebanyak 80.000-110.000 butir dan memijah sepanjang tahun. Potensi inilah yang pada gilirannya memungkinkan telur ikan nilem dijadikan produksi caviar air tawar. Hasil penelitian Hibah Academic Leadership Grant (ALG) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad (2016) yang diketuai Prof. Junianto, memetakan produksi telur (fekunditas) ikan nilem pada beberapa sentra budidaya ikan nilem di Jawa Barat.

Sumber : Rostika, Andriani, Junianto (2016)

Sumber : Rostika, Andriani, Junianto (2016)

Hasilnya menunjukkan bahwa ikan nilem dari Tasikmalaya, Kuningan dan Cianjur memiliki fekunditas dan ukuran telur yang berbeda. Ikan nilem yang dibudidayakan di Kuningan cenderung memiliki ukuran tubuh lebih kecil dibandingkan dengan dari daerah lain, namun fekunditasnya paling tinggi. Diduga kondisi perairan, pola pemberian pakan dan strain ikan nilem berpengaruh terhadap jumlah telur ikan nilem. Berdasarkan hasil tersebut, maka kita dapat mempertimbangkan strain nilem mana yang sesuai dipilih untuk dibudidayakan sesuai tujuan kegiatannya.

 

* Penulis adalah Staf Pengajar Prodi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

 

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose