Bersyukur adalah Kunci Nikmat

 

Dan (ingatlah), tatkala Tuhan kamu memberitahu: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscahaya Aku akan tambah nikmatKu kepada kamu. (QS. 14:7)

Itulah sepenggal kalimat di Surat Ibrahim Ayat 7 dari Ayat Suci Al-Qur’an yang menggambarkan apabila manusia pandai bersyukur atas segala pemberian Yang Maha Kuasa, maka nikmat hidup akan didapat. Karena syukur adalah ibadah yang paling mudah untuk dilakukan semua orang namun pahala dan imbalan yang dijanjikan Tuhan begitu besar.

Redaksi Majalah Info Akuakultur sangat beruntung bisa bertemu dan mewawancarai Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut (BBPPBL) Gondol, Ir. Bambang Susanto, M.Si yang memberikan pengalaman bagaimana dahsyatnya ilmu syukur ini.

Menurutnya, syukur merupakan kunci dari pintu nikmat dan ia selalu menanamkan ilmu syukur ini kepada isteri dan kedua anakanya.

Bambang lahir di Kraksaan 55 tahun lalu. Masa kecilnya dihabiskan di Kraksaan hingga tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebelum ia melanjutkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang Peternakan di SPP-Snakma Malang. Setelah, lulus dari SMK ia melanjutkan ke jenjang Strata 1 di Universitas Islam Malang (Unisma) jurusan Peternakan dan berhasil mendapatkan gelar Masternya di Universitas Gadjah Mada (UGM) jurusan Bioteknologi tahun 2002.

Banyak pengalaman menarik selama ia mengenyam bangku pendidikan, dahulu pada saat masih di bangku kuliah ia pernah mengajar di SMK peternakan, pertanian, pembangunan. Bambang juga dikenal sosok yang cerdas dan pekerja keras karena ia juga pernah menjadi asisten dosen di kampusnya.

Di dalam keluarga, Bambang dikenal sosok pemimpin yang bijaksana dan sayang kepada keluarga. Banyak nilai-nilai kebaikan yang ia dapat dari pengalaman hidupnya seperti jujur, bersyukur, dan giat berusaha, kini ditanamkan kepada kedua anaknya.

Menurut Bambang, keluarga adalah faktor penting dalam perjalanan karirnya. Sosok paling berpengaruh dalam perjalan hidupnya adalah sang isteri. “Isteri saya selalu mendorong saya untuk terus maju, isteri saya juga sosok sederhana dan selalu mengajarkan untuk bersyukur, itu yang memacu saya untuk menjadi sukses”, ujarnya.

Dalam menghabiskan akhir pekan, biasanya Bambang melakukan “out of the box”, kalau biasa di kantor berhubungan dengan perikanan namun jika di rumah ia gemar menanam tanaman dalam pot. Tanaman tersebut berupa ketimun, pepaya, terong, tomat, lombok, bayem, dan lain-lain yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Mulai dari nol

Untuk meraih kesuksesan memang tidak mudah, sama halnya Biksu Tong San Chong yang harus melewati 1000 rintangan untuk mengambil kitab suci ke barat. Begitu juga yang dirasakan oleh Bambang dan sang isteri.

Bambang menceritakan, dirinya mengawali karir sebagai honorer di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut (BBPPBL) Gondol, saat itu honornya sekitar 60 ribu rupiah sampai ia menikah dan dikaruniai satu orang anak.

Keadaan sangat sulit sebelum akhirnya ia beserta keluarga kecilnya menempati rumah dinas yang terletak di sekitar balai. Rumah yang ia tempati pada saat itu hanya rumah kecil yang masih kosong tanpa ada barang-barang satupun.

Berbekal alat rumah tangga seadanya seperti piring dan gelas yang masing-masing hanya ada dua buah serta satu kompor minyak tanah. Bahkan jendela rumahnya ia harus buat dengan menggunakan koran bekas, namun di sinilah awal Bambang dan sang isteri memupuk harapan untuk kehidupan ke depan yang lebih baik.

Perlahan kehidupan Bambang dan keluarganya lebih baik, Bambang mengatakan, awalnya kita harus menerima dengan lapang dada pemberian Tuhan, setelah itu syukuri, baru kemudian berusaha untuk lebih baik.

Dirinya juga selalu diamanatkan oleh sang isteri agar selalu mencari dan menggunakan rezeki yang halal dan jelas asal-usulnya. “Isteri saya selalu menanyakan jika saya dapat uang dari mana. Jika jelas asalnya boleh diterima, namun jika belum jelas isteri saya tidak akan mau pakai sampai ada kejelasan”, tuturnya.

Apa yang dilakukan Bambang dan isteri sudah sepatutnya menjadi contoh, bahwasanya perilaku dan sikap seseorang ditentukan sejak awal yaitu dari apa yang mereka makan, apakah rezeki yang digunakan jelas atau tidak.

Mengemban amanat

Tidak jauh berbeda dengan di rumah, di kantor Bambang merupakan sosok pekerja keras dan patuh terhadap pimpinan. Dirinya sangat disiplin dalam menjalankan tugas yang sudah diamanatkan kepadanya.

“Cara bekerja saya adalah melaksanakan tugas sesuai dengan sistem dan aturan yang ada karena sistem dan aturan merupakan bentuk perencanaan.  Sukses menurut saya adalah jika semua yang direncanakan bisa selesai dikerjakan”, jelas Bambang.

Menurutnya, pekerjaannya sangat menarik apalagi kalau apa yang dihasilkan bisa diaplikasikan ke pembudidaya atau masyarakat. Sebelum menjabat sebagai Kepala BBPPBL Gondol, Bambang sudah bekerja sejak tahun 1989 di sana.

Bambang banyak belajar dari para senior dan rekan kerjanya seperti Dr. Ir. Zafril Imran Azwar, MS, Dr. Ahmad Taufik, MS, Prof.Dr. I Ketut Sugama, M.Sc, Dr. Adi Hanafi, M.Sc, Prof. Dr. I Nyoman Andiasmara Giri, MS, Dr. Tri Heru Prihadi, M.Sc, DR. Rudhy Gustiano, M.Sc, dan lainnya.

Bagi Bambang, rekan-rekan di balai adalah bagian dari keluarga. “Kita diajarkan bekerja tidak menonjolkan kemampuan diri tapi diajarkan harus kompak kalau satu yang kurang ditutup oleh yang lainnya sehingga menjadi baik”, ungkapnya.

Singkat cerita, pada tahun 2014 saat itu sore hari, tidak di sangka sangka Bambang diinstruksikan berangkat ke Jakarta untuk dilantik. Begitu mendengar berita tersebut, ungkap Bambang, dirinya sempat stres karena tidak ada sedikitpun terpikir untuk menjadi kepala balai dan mengelola balai ini.

“Kalau memungkinkan saya jadi fungsional atau peneliti. Karena ini amanah dari pimpinan dan sudah ditugaskan saya ijin dulu ke isteri, kata isteri saya kalau sudah ditugaskan harus siap”, ujarnya.

Awalnya Bambang berharap hanya menjabat satu tahun saja karena menurutnya banyak yang lebih baik dari dirinya. Namun ceritanya lain, pada saat Bambang mengikuti lelang jabatan ternyata ia kembali dilantik menjadi Kepala BBPPBL Gondol sampai saat ini.

Saat ini BBPPBL Gondol di bawah kepemimpinan Bambang, banyak melakukan program-program. Diantaranya adalah bentuk kerjasama langsung kepada pembudidaya dan masyarakat untuk terus meningkatkan hasil budidaya yang berkualitas.

Bambang berharap ke depan akan ada kerjasama secara sinergitas antara pembudidaya dan pemerintah serta penelitian dari BBPPBL Gondol sehingga dapat menghasilkan teknologi yang bisa diaplikasikan kepada para pelaku usaha budidaya. (Resti/Adit)

 

Incoming search terms:

  • bersyukur dengan rumah yg ada saat ini

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose