Besarkan Benih Udang Galah Sistem Ugadi

Kini, sawah tak lagi sekadar hasilkan padi. Dengan Ugadi, tebar benih udang galah di 1.000 m persegi luas sawah hasilkan 1,52 kwintal udang galah siap konsumsi. Tak hanya itu, sawahnya pun menghasilkan 8,82 kwintal padi. Tak percaya? Berikut ulasannya.
Kepala Perwakilan FAO di Indonesia, Mark Smulders, mengatakan bahwa FAO sangat senang  bekerja dengan Pemerintah Indonesia dalam hal ‘win-win‘ inisiatif mina padi, yang merupakan bagian dari upaya regional di kawasan Asia-Pasifik. “Ini bahkan dapat menjadi rujukan ‘triple-win‘ praktik pertanian karena akan meningkatkan hasil panen padi, meningkatkan pendapatan, dan meningkatkan nilai gizi dari panen yang terdiri dari padi maupun ikan/udang,” ujarnya dalam Gatra.com (14/12).

Upaya pemerintah dalam mengembangkan udang galah dilakukan lewat optimalisasi hatchery seperti dibangunnya Balai Budidaya Udang Galah (BBUG) di setiap provinsi, yang bertujuan memperbaiki manajemen induk serta manajemen kesehatan dan lingkungan.

Peluang pasar udang galah masih terbuka luas, baik di dalam maupun luar negeri. Untuk pasar lokal, permintaan datang terutama dari wilayah yang banyak dikunjungi turis seperti Bali, Jakarta, Batam, dan Surabaya. Sementara pasar di luar negeri telah terbentuk di Jepang, Korea, Singapura, Amerika Serikat, Kanada, Skotlandia, Inggris, Selandia Baru, dan Australia. Selain itu, udang galah merupakan komoditas yang di unggulkan di Thailand dan India.

Di Indonesia, permintaan pasar udang galah berukuran 40—50 gram per ekor untuk suplai ke hotel-hotel, restoran, dan supermarket. Sementara permintaan udang galah untuk pasar luar negeri pada 100 gram per ekor dengan jaminan pasokan secara rutin. Sayangnya, kebutuhan tersebut belum terpenuhi, baik dari sumber penangkapan di alam maupun budidaya.

Pembenihan

Permintaan pembudidaya udang galah terhadap benur sebanyak 5 juta ekor per bulan, sedangkan kemampuan produksi masih 700 ribu—1 juta ekor per bulan. Kondisi ini menjadi peluang bagi balai benih, swasta, atau masyarakat untuk menggarap segmen pembenihan udang galah.

Saat penetasan, udang galah memerlukan air payau dengan salinitas 10—12 promil hingga PL atau post larva. Adapun saat juvenil sampai dewasa, udang galah hidup di air tawar. Larva udang galah hidup pada suhu 28—30 0C. Larva berumur 4—5 hari cukup mengonsumsi artemia. Setelah berumur 6 hari diberi pakan buatan dengan kadar protein 40%.

Setelah 4—5 hari sejak larva pertama kali pindah, dilakukan pergantian air sebanyak 25%. Setelah itu, pergantian air dilakukan 3 hari sekali. Satu minggu terakhir sebelum dipindahkan ke bak pendederan, pergantian air dilakukan setiap 2 hari sekali.

Pembesaran sistem Ugadi

Masa pemeliharaan udang galah dari juvenil sampai panen membutuhkan waktu 5—6 bulan. Untuk kepentingan budidaya pembesaran, benih udang galah yang dibutuhkan sudah mencapai tokolan  atau berukuran 3—5 cm. Biasanya, ukuran PL atau post larva tersebut sudah dipelihara di kolam pendederan selama 1—1,5 bulan. Udang dengan ukuran tersebut sudah lebih kuat dan tahan terhadap lingkungan di kolam pembesaran dibandingkan dengan udang galah berukuran 1—1,5 cm.

Menurut Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Tangkap, DKP Bantul Yogyakarta, Yus Warseno, S.Pi, M.Sc., “Udang galah bersifat kanibal sehingga dianjurkan menggunakan shelter sebagai pelindung saat udang galah moulting atau ganti kulit. Tanaman padi berfungsi sebagai shelter, sekaligus penghasil oksigen dan pakan alami sehingga larva tidak memerlukan aerasi. Selain itu, tikus juga tidak masuk ke tanaman padi karena terhalang kolam,” papar Ketua Kelompok Tani Mina Muda, Samberembe Satrianto.

Yus Warseno menambahkan, masyarakat atau pembudidaya cukup membeli benih, bisa berupa juvenil atau tokolan, kemudian langsung ditebar di sawah yang memiliki kemalir. Pembudidaya bisa membeli juvenil di hatchery udang galah atau BBUG. Kemudian dideder dulu di kolam yang telah disiapkan dengan shelter tanaman eceng gondok. Setelah berumur 2,5 bulan, benur sudah mencapai ukuran tokolan. Kemudian benur ditebar bersamaan waktu tanam padi sehingga bisa dilakukan panen bersama, udang galah dan padi.

Selengkapnya baca di majalah Info Akuakultur Edisi 12/ Januari 2016

Incoming search terms:

  • benih udang galah
  • ugadi udang galah padi
  • udang galah padi
  • udang galah
  • kebutuhan pakan udang galah 1000 ekor
  • harga benih udang gala
  • udang galah berumur 5 hAri
  • jual bibit udang galah 2016
  • bibit udang galah di singkawang
  • waktu panen udang galah

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose