BPBAP Situbondo, Rumah Kerapu Hybrid

 

            Situbondo bangga menjadi sentra produsen benih kerapu terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara!

Ikan kerapu merupakan salah satu komoditas hasil perikanan budidaya yang memiliki nilai ekonomis tinggi di pasar regional maupun internasional. Indonesia menghasilkan ikan kerapu dalam bentuk benih (3 cm), fingerling (gelondongan 3-12 cm), dan ukuran konsumsi (400-1200 gram/ekor).

Market demand (permintaan pasar) untuk ikan kerapu ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini memacu upaya eksplorasi dan eksploitasi sumber daya ikan kerapu secara intensif dan ekstensif.

Dukungan pengembangan, adopsi, dan aplikasi teknologi terapan budidaya perikanan dan kebijakan pemerintah dalam menciptakan iklim usaha untuk pengembangan merupakan salah satu hal yang mutlak untuk mendukung sistem sustainable aquaculture (budidaya berkelanjutan). Jika hal ini bisa berjalan dengan baik maka prosperity (kesejahteraan) pelaku budidaya akan terwujud dan pada gilirannya akan menciptakan sovereignity (kedaulatan) di bidang perikanan.

Dukungan teknologi budidaya dalam rangka mendukung 3 pilar pembangunan nasional adalah sistem backyard hatchery (pembenihan ikan kerapu skala rumah tangga). Kegiatan ini dimulai dari penyiapan sarana budidaya, manajemen sistem penyiapan air, produksi pakan alami, penebaran telur, manajemen pemeliharaan larva, dan manajemen lingkungan.

Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo selama ini dikenal sebagai rumah dari ikan kerapu. Bagaimana tidak, hampir semua jenis ikan kerapa dibudidayakan dan dikembangkan di balai tersebut, sampai ikan kerapu hasil persilangan yang biasa dikenal dengan sebutan kerapu hibrid.

Foto 1Kepala BPBAP Situbondo Ir. Ujang Komarudin, M.Sc, mengatakan di balai ini ada dua komoditas utama yaitu ikan kerapu dan udang vaname. Kerapu sendiri sudah cukup berkembang, BPBAP Situbondo saat ini sudah bisa mengembangkan kerapu persilangan antara kerapu Kertang dengan kerapu Macan dan disebut kerapu Cantang.

Kerapu Cantang hasil persilangan ini punya banyak keunggulan, kata Ujang, salah satunya adalah pertumbuhannya yang sangat cepat. “Jika dulu pembudidaya butuh satu tahun untuk memanen kerapu, dengan hibrid ini ikan kerapu untuk konsumsi yang siap dipasarkan bisa dipanen hanya dalam waktu 5 sampai 6 bulan saja,” jelas Ujang.

Selain kerapu Cantang, ada juga hasil hibrid dari kerapu Macan dengan kerapu Batik yaitu kerapu Cantik. Kerapu ini juga punya keunggulan salah satunya dari pertumbuhannya yang cepat serta mempunyai ketahanan terhadap serangan penyakit.

Bahkan ada hibrid kerapu Tiktang dari kerapu Tikus dan kerapu Kertang namun belum di-release. Dalam hibridisasi kerapu, BPBAP Situbondo termasuk yang terdepan. Ujang menuturkan, BPBAP Situbondo memiliki induk-induk kerapu yang sangat produktif baik kerapu Macan, Bebek, Kertang, dan Batik dan sudah digunakan oleh masyarakat pembenih khususnya yang ada di daerah Situbondo.

Sampai saat ini, di Situbondo ada sekitar seratus hatchery skala rumah tangga (HSRT) yang memproduksi benih kerapu. Jelas Ujang, paling tidak rata-rata BPBAP Situbondo dalam sebulan men-supply sekitar 50 juta butir telur kepada pembeli dan benih-benih dari Situbondo ini disebarkan ke seluruh Indonesia bahkan diekspor ke luar negeri.

“Atas prestasi tersebut di mana Situbondo merupakan sentra produsen benih kerapu terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara, pemerintah daerah setempat menobatkan bahwa Situbondo adalah Kota Kerapu,” ungkapnya.

Atasi Keterbatasan

Seksi Uji Terap Teknis dan Kerjasama BPBAP Situbondo Iwan Suwandono Adhi Foto 3Setyawan, S.Pi, mengungkapkan, BPBAP Situbondo memiliki 5 instalasi (Pecaron Gelung, Tuban, Pasuruan, dan Gundil)  dimana kelima instalasi tersebut memiliki fasilitas sarana dan prasarana budidaya yang perlu ditingkatkan.

“Sampai saat ini yang baru memenuhi standar hanya di Pecaron saja, kalau selebihnya 4 instalasi itu masih perlu ditingkatkan dan dioptimalkan,” tambah Iwan.

Menanggapi hal tersebut, Ujang mengatakan, jika dizinkan BPBAP Situbondo ingin menambah keramba jaring apung (KJA). Hal ini tentu saja karena lahan darat yang ada di Situbondo semakin terbatas dan mahal, sehingga untuk pengembangan produksi ikan terutama ikan-ikan yang biasa dipelihara di KJA seperti kerapu dan berapa jenis bawal bahkan bandeng.

“Bahkan udang vaname bisa dipelihara di KJA, kita tinggal mengembangkan teknologinya saja seandainya ada kesempatan kami untuk menambah kja pemeliharaan atau produksi ikan,” tutur ujang.

Bahwa Indonesia tidak kalah dalam urusan budidaya perikanan, hampir semua jenis komoditas masing-masing balai milik pemerintah sudah memiliki spesialisasi tersendiri dalam pengembangan sebuah komoditas. BPBAP Situbondo berharap pemerintah terus menambah sarana KJA di Situbondo untuk untuk terus mengembangkan industri perikanan budidaya di Situbondo.

Pemeliharaan di Keramba Jaring Apung

BPBAP Situbondo menggunakan keramba jaring apung (KJA) HDPE dari Aquatec sejak tahun 2014. Awalnya hanya budidaya air payau di tambak, namun saat ini BPBAP Situbondo telah melakukan ekspansi di laut karena banyaknya komoditas unggulan yang dipelihara di laut.

Untuk pengembangan komoditas yang berkelanjutan, saat ini BPBAP Situbondo memiliki 66 lubang keramba jaring apung Aquatec yang berlokasi di Pecaron. Ujang menambahkan, seluruh pembesaran ikan kerapu dilakukan di KJA.

Keramba jaring apung Aquatec milik BPBAP Situbondo digunakan juga untuk calon indukan, ada 3 unit KJA Bundar Aquatec diameter 10 meter yang salah satunya digunakan untuk pemeliharaan calon induk ikan bandeng yang dikenal sebagai perenang cepat dan aktif.

“Kita juga ada rencana membudidayakan udang vaname skala besar di KJA namun masih dalam kajian,” tambahnya.

Foto 2Perekayasa Pertama BPBAP Situbondo Dony Prastowo, S.Pi, mengatakan, penggunaan keramba jaring apung Aquatec sangat membantu dalam pembesaran dan pemeliharaan calon indukan. Keunggulan dari KJA Aquatec karena memiliki bahan yang kokoh dan ramah lingkungan, dalam penerapannya posisi KJA adalah di laut lepas bukan di teluk, jadi dibutuhkan KJA yang kuat terhadap terpaan ombak besar.

Senada dengan Dony, Ujang menuturkan bahwa keramba jaring apung Aquatec bisa diandalkan dari sisi kekuatannya, selain itu dari sisi pengelolaan dan penanganan pemeliharaan juga mudah dirawat, sehingga pembudidaya tidak disulitkan dengan pemeliharaan yang rumit.

Keramba jaring apung Aquatec sendiri dijadikan untuk percontohan kepada masyarakat sekitar Situbondo yang ingin tahu bagaimana melakukan budidaya dengan menggunakan KJA HDPE, karena mayoritas masyarakat di sana masih menggunakan KJA tradisional yang terbuat dari kayu.

 (Resti/Adit)

Incoming search terms:

  • sistem pembenihan ikan kerapu di situbondo
  • BPBAP situbondo
  • budidaya kerapu cantik
  • cara budidaya krapu cantik
  • kerapu hybrid bertelur
  • kerapu cantik situbondo
  • ikan kerapu cantang
  • cara budidaya ikan krapu di stubondo
  • budidaya kerapu hybrid
  • budidaya ikan kerapu situbondo

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose