Coba Sekali Lagi!

Spread the love

 

Our greatest weakness lies in giving up. The most certain way to succeed is always to try just one more time. Demikian yang dikatakan Thomas Alfa Edison dalam sebuah kata mutiaranya, yang berarti “Kelemahan terbesar kita adalah menyerah. Sementara cara yang paling pasti untuk meraih kesuksesan adalah mencoba sekali lagi”.

Kata-kata Edison tersebut bukan bualan belaka. Sebelum sukses menemukan bola lampu pijar, puluhan kegagalan telah ia lalui. Berpuluh-puluh bahan yang ia coba sebagai penghasil cahaya pada lampu pijar tidak bekerja sesuai harapan. Ia dan asistennya sempat frustasi, tetapi tak sampai membuatnya berhenti. Dicobanya sekali lagi, lagi, dan lagi. Pada akhirnya, lampu bohlam pijar listrik pertama di dunia hadir di muka bumi.

Kegagalan yang datang berkali-kali tidak menghentikan langkah Edison. Bahkan, ia pun tidak mengakui hadirnya kegagalan itu dalam prosesnya menukju sukses. “Saya tidak mengalami kegagalan. Namun, saya justru menemukan ratusan cara yang tidak bisa bekerja untuk mewujudkan penemuan saya.” Kurang-lebih, demikian Edison memandang semua kegagalan yang menghampirinya.

Ketika satu bahan gagal digunakan, Edison mencoba lagi dengan bahan yang lain. Ketika bahan yang lain gagal, ia kembali mencobanya dengan bahan yang lainnya lagi. Bisa jadi, Edison akan menghabiskan semua peluang kegagalan yang ada hingga hanya satu peluang yang ada untuknya, kesuksesan!

Napoleon Hill, seorang trainer dan motivator sukses di Amerika menuliskan kisah seorang agen asuransi berprestasi dalam bukunya, Think and Grow Rich. Sebelum meniti karir di dunia asuransi, agen yang bernama R.U. Darby ini pernah mengikuti pamannya menambang emas. Untuk usaha ini, mereka pergi belayar menuju daerah pertambangan dan mulai mencoba peruntungannya.

Misi pertama berhasil. Sekian banyak emas mereka kirimkan ke tempat asalnya dan kembali ke pertambangan sekaligus membawa peralatan tambang dengan skala lebih besar. Demam emas melanda mereka.

Hingga suatu saat, urat emas seakan lenyap. Mereka berusaha mencari jalur yang terputus dengan terus melakukan penggalian. Meskipun begitu, tak satu pun emas menampakkan diri. Hingga paman Darby memutuskan menjual tambangnya dan kembali ke daerah asalnya.

Si pembeli melanjutkan usaha pertambangan, setelah sebelumnya mempelajari kondisi dan memutuskan membeli pertambangan itu. Tak diduga, urat emas kembali ditemukan, tepat tiga langkah dari galian terakhir yang dilakukan Darby beserta pamannya. Berapa jauh? Ya, tiga langkah!

Dari kejadian tersebut Darby mengambil pelajaran berharga yang tak terlupakan. Hingga saat meniti karirnya sebagai agen, ia tak surut dan menghentikan langkah saat orang yang ia tawari mengatakan “tidak”. Hasilnya, ia mampu menjual asuransi jiwa senilai lebih dari satu juta dolar dalam setahun. Sebuah prestasi luar biasa di masa itu.

Sebagaimana jodoh, maut, dan rezeki, kesuksesan adalah misteri. Untuk meraihnya, satu-satunya cara adalah dengan terus melangkah hingga jalan yang kita tempuh menuntun langkah ikhtiar kita menuju keberhasilan.

Masih ingat, ketika kita belajar berjalan di waktu kecil? Dari berbaring, kita belajar tengkurap. Dari tengkurap, kita belajar merangkak. Dari merangkak, kita belajar berdiri. Kemudian, kita mulai sedikit demi sedikit belajar melangkahkan kaki setapak demi setapak. Pertanyaannya, apakah dalam rentang waktu proses belajar itu tanpa ujian sama sekali?

Jawabnya, tentu tidak. Kaki yang masih lemah ternyata tak mampu menopang badan lebih lama. Kita pun terjatuh. Daya keseimbangan antara otot kaki dan posisi badan belum sepenuhnya sempurna. Miring sedikit, kita pun jatuh. Seringkali kita menangis, tetapi apakah kita lantas berhenti untuk mencobanya lagi?

Melihat orang-orang baik di sekeliling kita memberi semangat, kita pun kembali bangkit. Berdiri, berjalan, dan jatuh lagi. Namun, latihan yang terus-menerus akhirnya membuat kerjasama antara otak, saraf, dan otot-otot tubuh dan kaki kita menjadi lebih terlatih dalam menyeimbangkan diri. Menolak berhenti, terus bergerak, dan mencoba lagi membuat kita akhirnya bisa berlari.

Sebagaimana air, ikhtiar harus terus bergerak mengalir. Air mengalir banyak mengandung oksigen dan menyegarkan. Air segar yang kaya oksigen membuat ikan dan makhluk hidup di dalamnya merasa nyaman. Lain halnya dengan air yang terhenti, tak bisa mengalir, dan diam. Semakin lama, air akan mati, begitu pula makhluk hidup di dalamnya, mati.

Jika saat ini Anda belum mencapai kesuksesan dalam berbudidaya, berniaga, atau menjalankan usaha lainnya, yakinlah, ada cara atau jalan lain yang mungkin belum Anda coba. Oleh karena itu, cobalah sekali lagi, lagi, dan lagi! (Rochim Armando)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *