Dengan “AKUBISA” Semua Jadi Mudah

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum lama ini memperkenalkan sekaligus meresmikan layanan sistem perizinan berbasis online untuk kegiatan usaha perikanan budidaya yang diberi nama “AKUBISA” di Hotel Allium, Kota Tangerang, Banten.

Acara tersebut langsung diresmikan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto. Dalam sambutannya, Slamet mengatakan, “AKUBISA” ini merupakan bagian upaya KKP dalam melakukan reformasi perizinan dari awalnya yang dilakukan secara manual atau paper-based ke arah yang berbasis online.

“Hal ini akan lebih meningkatkan kualitas layanan terutama ketepatan dan efisiensi waktu layanan, sebagai upaya memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat”, ujar Slamet.

Slamet menambahkan, dengan adanya “AKUBISA” ini diharapkan akan menjadi titik tolak dalam memberikan pelayanan perizinan usaha yang lebih terkontrol, terpantau, cepat, tepat dan lebih dapat dipertanggung jawabkan.

Nantinya, pelayanan “AKUBISA” akan digunakan untuk melayani 3 (tiga) aktvitas perizinan yaitu Izin Pemasukan Ikan Hidup (SIAPIH), Surat Izin Pengangkutan Ikan Hidup Hasil Pembudidayaan (SIKPI), dan Rekomendasi Pembudidayaan Ikan Penanaman Modal (RPIPM).

Izin online ini juga akan terkoneksi langsung dengan system monitoring yang ada di Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (BKIPM) dan Bea Cukai. Dengan demikian integrasi sistem ini akan menjamin ketelusuran, mempermudah kontrol dan penyediaan basis data yang tepat.

Di saat yang bersamaan, Senior Vice Presiden Government and institutional II Group bank Mandiri Teddy Y, dalam keterangannya menyatakan menyambut baik upaya KKP dalam menerapkan aplikasi perizinan online. Menurutnya, Bank Mandiri akan mendukung upaya KKP dalam mempermudah sistem yang akan dibangun.

“Saat ini bank Mandiri akan mulai menerapkan aplikasi pembayaran online (e-payment) untuk mempermudah pembayaran Penerimaan Nasional Bukan Pajak (PNBP) yang dilakukan KKP. Nantinya Pembayaran PNBP akan lebih cepat, tepat dan lebih dapat dipertanggunjawabkan,” ungkap Teddy. (Resti)

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose