Dukung Kemajuan Perikanan dan Kelautan, Aquatec Pamerkan Produk Unggulan

 Berdiri sejak tahun 1972, PT Gani Arta Dwitunggal diawali dari usaha produksi tekstil yang berlokasi di Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat.

AK10 Advetorial 5 1Seiring perkembangan industri, Gani Arta Dwitunggal mulai merambah produksi peralatan penunjang aktivitas bisnis lain, salah satunya perikanan. Terobosan ini dilakukan sejak tahun 2008, ketika perseroan terbatas tersebut mulai memproduksi peralatan perikanan budidaya dengan merek ‘Aquatec’. Tak hanya menonjolkan fasilitas perikanan budidaya, perusahaan ini memperluas cakupan bisnisnya pada peralatan perikanan secara umum.

Dalam pameran Indoaqua yang diselenggarakan beberapa waktu lepas di Bumi Serpong Damai, terdapat beberapa produk unggulan yang ditonjolkan di stan pameran. Dengan pajangan produk-produk inovatifnya, kehadiran PT Gani Arta Dwitunggal begitu menyita perhatian pengunjung pameran. Salah satunya adalah Wakil Presiden Republik Indonesia,  Bapak Muhammad Jusuf Kalla.

Bahan dasar baru, daya tahan handal

Salah satu produk unggulan yang ditonjolkan adalah keramba jaring apung (KJA), sarana vital  bagi para pelaku bisnis budidaya perikanan, baik tawar maupun laut. Terbuat dari bahan ramah lingkungan, prime grade HDPE, (high density polyethilene), KJA ini memiliki performa unggul, dengan daya tahan dan masa pakai yang cukup lama.

“Kami menggunakan bahan-bahan mentah yang masih baru, bukan daur ulang,” tegas Andi Sunadim, General Manager PT Gani Arta Dwitunggal saat diwawancara Infoakuakultur. Hal ini tampak dari warna-warna produk yang cerah, seperti biru dan kuning yang kontras. “Di samping sebagai brand image produk-produk kami, warna-warna cerah tersebut menandakan bahwa kami menggunakan bahan bukan daur ulang,” ungkap Andi.

keramba jaring apung

Andi Sunadim, General Manager PT Gani Arta Dwitunggal

KJA dengan merek ‘Aquatec ini menjadi alternatif bagi para pembudidaya ikan yang selama ini masih menggunakan KJA tradisional, yang terbuat dari kayu atau bambu. Pasalnya, bahan-bahan tersebut tidak tahan lama dan mudah rusak. Apalagi ketika dipasang di perairan laut dengan kondisi lingkungan ekstrim. Sebaliknya, dengan bahan HDPE, KJA memiliki daya tahan yang handal, bahkan terhadap gempuran ombak laut sekali pun.

Mengandalkan kegiatan produksi di dalam negeri, KJA besutan Aquatec ini patut menjadi kebanggaan masyarakat. Pasalnya, rantai produksi dari bahan mentah hingga menjadi produk akhir semua dilakukan di dalam negeri.

KJA Aquatec menggunakan sistem completely knockdown atau keseluruhannya bersistem bongkar pasang. Sistem ini memudahkan alat tersebut ketika dipindahkan atau dalam proses transportasi ke daerah-daerah yang jauh dan terpencil sekali pun.

keramba jaring apung

KJA Aquatec

Andi menuturkan, saat ini sudah sekitar 12.000 KJA yang diproduksi perusahaannya terpasang di perairan Indonesia. “Tidak hanya di dalam negeri, KJA Aquatec juga diekspor ke beberapa negara tetangga, antara lain Singapura, Malaysia, dan Afrika,” ungkapnya.

 

 

Ramah lingkungan

Produk unggulan Aquatec lainnya adalah jukung anti tenggelam. Dinamakan demikian karena jukung ini, meskipun bagian dalam terendam dengan air, masih tetap mengapung. Bahkan jika terbalik sekali pun. Hal ini berkat adanya cadik berupa pipa berongga yang terpasang di samping kiri dan kanan badan utama jukung. Selain berfungsi sebagai pelampung, pipa-pipa ini juga berfungsi sebagai penyeimbang lambung jukung ketika berlayar.

Jukung antitenggelam merupakan versi modern dari jukung yang terbuat dari kayu. Penampakan lambungnya mirip. Namun, terdapat perbedaan pada material pembuatnya, di mana jukung tradisional terbuat dari kayu, sedangkan jukung antitenggelam terbuat dari material plastik.

Ditinjau dari material asalnya, tutur Andi, jukung tradisional tidak ramah lingkungan karena terbuat dari kayu. “Bisa dibayangkan, untuk membuat satu unit jukung diperlukan sebuah pohon berdiameter besar, kemudian dikeruk bagian tengahnya.”

Andi melanjutkan, jukung dengan usia pohon mencapai 30 tahun hanya memiliki masa pakai atau bertahan 3 tahun saja. “Saat ini, ada sekitar 1 juta jukung yang beroperasi di kawasan perairan Indonesia. Bisa dibayangkan, berapa pohon yang ditebang untuk membuat jukung tersebut,” ujar Andi kepada Infoakuakultur. Dengan menggunakan jukung antitenggelam yang terbuat dari bahan polietilena, laju penebangan hutan di Indonesia bisa dikurangi.

jukung

Jukung Antitenggelam Aquatec

Dengan teknologi modern pada jukung antitenggelam tersebut, nelayan diharapkan tidak lagi khawatir terhadap cuaca karena takut tenggelam. Dengan begitu, jangkauan nelayan dalam mencari ikan bisa jauh lebih luas, dengan jarak 15 mil. Insiden nelayan hilang akibat jukung yang ditumpanginya tenggelam diharapkan tidak terjadi lagi.

Jukung antitenggelam sudah banyak digunakan oleh para pembudidaya. “Pada tahun lalu, kami sudah memasarkan sebanyak 100 unit. Pada tahun ini, kami sudah menerima pesanan sebanyak 100 unit,” lanjut pria kelahiran Bandung ini.

Selain beberapa produk di atas, PT Gani Arta Dwitunggal juga memproduksi beberapa sarana dan peralatan di bidang perikanan dan kelautan yang tak kalah inovatif, di antaranya dermaga apung . Andi mengungkapkan, kelebihan dermaga apung adalah waktu pemasangan yang singkat. Jika pembangunan dermaga permanen, yang terbuat dari beton, memerlukan waktu sekitar 1 tahun, instalasi dermaga apung hanya memakan waktu dua bulan. Selain praktis, dermaga apung memiliki daya tahan yang tinggi terhadap air laut dan cuaca, ekonomis dalam biaya pemasangan, dan mudah dioperasikan. Berbeda dengan dermaga kayu, yang daya tahannya singkat.

Menurut Andi, dermaga apung sangat strategis diaplikasikan di perairan laut Indonesia. Pasalnya, sebagai negara kepulauan dengan tidak kurang dari 17.000 pulau, Indonesia baru memanfaatkan hanya 500 pulau saja. Selebihnya, pulau-pulau tersebut masih belum dimanfaatkan. “Banyak pulau-pulau terluar, yang berbatasan dengan negara lain belum dimanfaatkan secara optimal,” ungkap Andi.

dermaga apung

Dermaga Apung Aquatec

Produk-produk besutan PT Gani Arta Dwitunggal dijamin tahan lama dan awet. Pasalnya, bahan mentah yang digunakan dalam pembuatan produk merupakan plastik HPDE baru (virgin), bukan bahan daur ulang sehingga daya tahannya jauh lebih kuat. Hal ini bisa ditengarai dari warna-warna produknya yang cerah. “Pada bahan HDPE yang masih baru, ukuran molekulnya panjang, sehingga tensile strength-(kekuatan tarik)-nya sangat tinggi,” pungkas Andi. (Noerhidajat/Adv)

 

Incoming search terms:

  • harga jukung aquatec
  • harga keramba apung aquatec
  • harga jukung anti tenggelam
  • harga keramba jaring apung aquatec
  • peralatan aquatec
  • harga perahu jukung aquatec
  • cara membuat keramba tenggelam di laut dalam
  • jukung anti tenggelam
  • aquatech perahu
  • harga jaring apung aquatec

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose