Kalimat Penting Para Pemimpin

“Anak buah saya kok nggak bisa bekerja seperti waktu saya jadi bawahan ya. Apa generasi muda sekarang memang pemalas?”

Itulah keluhan yang sering kita dengan dari kalangan manager. Masih banyak keluhan lain yang senanda. Seorang pelaku bisnis skala menengah pernah mengatakan, “ saya menambah karyawan agar beban saya lebih ringan, tapi faktanya setiap nambah karyawan, beban saya tambah berat. Saya harus terus mengawasi karyawan saya setiap saat”.

Dalam banyak kasus, keluhan itu muncul karena cara berkomunikasi para pimpinan ke bawahannya kurang tepat. Kerap kali, komunikasinya tidak memotivasi, tapi malah memojokkan karyawan.

Beberapa waktu lalu saya menyimak sebuah talkshow yang menarik mengenai leadership di sebuah radio, dengan narasumber Arvan Pradiansyah, penulis buku “Life Is Beautifull”. Topiknya tentang What Do Great Leaders Always Say, apa yang selalu dikatakan para pemimpin hebat kepada bawahannya.

Para pemimpin hebat punya cara menyampaikan sesuatu agar bawahannya termotivasi untuk bekerja lebih optimal. Mari kita lihat lima kalimat penting yang sering diucapkan dengan sangat baik oleh para pemimpin.

Pertama, mereka mengatakan, You can do it, kamu bisa mengerjakan tugas itu. Daripada Anda ngomel ke karyawan karena dinilai tidak becus bekerja, lebih baik anda katakan kalimat itu. Kalimat “kamu pasti bisa“, akan membuat karyawan lebih percaya diri dan ingin membuktikan bahwa dia bisa

Ada satu syarat  sebelum mengatakan kalimat itu, yaitu Anda  harus sudah paham bahwa bawahan Anda memang sudah punya kualifikasi untuk mengerjakan pekerjaan tersebut.

Kedua, pemimpin yang hebat sering mengatakan “I trust you”, saya percaya padamu. Dengan mengatakan kalimat ini, seorang pemimpin telah menumbuhkan rasa dipercaya di  dalam diri bawahannya. Bayangkan jika kita berada pada posisi sebagai bawahan yang sedang dalam kondisi sangat sibuk dan tertekan dalam mengerjakan tugas, lantas pimpinan kita mengatakan,” kamu pasti bisa. Saya percaya padamu”. Kalimat itu akan membuat kita termotivasi bukan?

Kata Arvan Pradiansyah, the beauty inside dari dalam diri bawahan akan keluar jika dia diberi kepercayaan oleh atasannya. Sebaliknya, sikap tidak percaya  akan menguras energi yang besar di kedua belah pihak, atasan maupun bawahan.

Ketiga,  pemimpin hebat mengatakan ke bawahannya,” you are important”, anda adalah orang penting. Sesungguhnya di tempat kerja semua posisi itu penting, yang berbeda hanyalah perannya. Untuk bisa bersinergi, peran setiap orang dalam kantor harus berbeda. Tidak ada sinergi tanpa perbedaan. Maka kalimat  “keberadaan anda sangat penting,” menjadi “penting” untuk diucapkan oleh pemimpin.

Keempat, pemimpin hebat sering mengucapkan “this is our purpose”, ketika menjelaskan sesuatu. Seorang pemimpin harus bisa menjelaskan kepada semua bawahannya tentang tujuan pekerjaan, bahwa pekerjaan bukan semata untuk mengejar materi, melainkan untuk melayani orang lain.

“Dengan menanamkan keyakinan ini, para bawahan akan bisa menemukan makna dalam bekerja. Mereka tidak lagi bekerja untuk mencari “makan”, melainkan untuk mencari “makna,” kata Arvan.

Dan yang kelima,  adalah kata-kata “this is the situation”, inilah situasinya. Untuk membangun kepercayaan, seorang pemimpin harus bersikap transparan. Seorang pemimpin harus berbagi mengenai kondisi yang tengah dihadapi perusahaan kepada setiap orang di dalam organisasi. Menjelaskan situasi perusahaan sebagai latar belakang sebuah tindakan akan memudahkan karyawan memahami mengapa ia harus melakukan tindakan tersebut.

Di era krisis ekonomi tahun 1998, dimana perusahaan menghadapi masalah yang sangat berat, saya bertanya kepada seorang  CEO perusahaan terkemuka, “apa yang Anda lakukan untuk mengatasi masalah berat ini?”. Ia mengatakan,” saya memotret masalahnya seperti apa. Situasi krisis begini, dollar akan begini, pemerintahan akan begini dan sebagainya. Saya jelaskan situasinya seperti ini, dan selanjutnya saya sampaikan ke kepala cabang dan para manager agar mereka mendiskusikan dengan bawahannya untuk mengambil langkah apa yang terbaik”.

Dari diskusi tersebut, maka muncullah berbagai gagasan untuk menghadapi krisis berat. Akhirnya perusahaan itu selamat dari terpaan badai krisis.

Berkat kalimat “inilah situasinya”, perusahaan itu selamat dari  krisis ekonomi.***

(Bambang Suharno)

Incoming search terms:

  • kalimat penting
  • satu kalimat untuk pemimpin yang baik
  • info penting untuk pemimpin
  • jadi pemimpin pasti tertekan
  • kalimat yang penting
  • kata kata yang sering di ucapkan oleh manager
  • kata kata yang sering diucapkan oleh pemimpin

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose