Kelemahan Menjadi Kekuatan

 

Ciri pemimpin adalah mampu mengubah tantangan menjadi peluang, mampu mengubah kelemahan menjadi kekuatan dan mampu memberikan kejelasan tatkala orang lain bertanya-tanya tentang apa yang sedang terjadi (Dr. Soehadji)

Ini kisah tentang si gagap yang sukses menjual buku, melebihi salesman lainnya yang normal. Salesman yang normal hanya mampu menjual 15 buku paling tinggi, sedang si Gagap mampu menjual buku yang dibawanya sebanyak 25 eksemplar.

Bagaimana tidak bingung melihat kejadian ini. Managernya pun terheran-heran. Suatu pagi sang manager tidak tahan untuk segera membongkar rahasia kesuksesan si Gagap ini. “Bagaimana rahasianya kamu bisa menjual buku ini selalu habis? Tolong ceritakan!”

Dengan suara tergagap-gagap dia bercerita “ Sa..sa..sa.. saya ju..ju..ju…jualan door to..to..to..to door. Dan sa..sa..saya bi..bi…bilang : ma..ma mau beli bu..bu..bu..bu  buku ini a a a atau sa..sa..sa..sa saya ba..ba..ba bacakan sa..sa..sa.. sam..pai ha..ha..habis!”

Hehehe. terang saja, orang yang ditawari buku, buru-buru merogoh kocek untuk beli buku daripada dibacakan isi buku itu sampai habis oleh si gagap. Terlepas ini fiktif atau tidak, namun kita bisa menyimpulkan bahwa kelemahan bisa menjadi senjata yang justru mematikan. Closing Ratio yang sempurna 100%, karena  semua yang ditawari buku lebih memilih beli daripada dibacakan sampai habis oleh si gagap.

Dalam dunia nyata, kelemahan dapat menjadi kekuatan. Kalau contoh cerita si Gagap itu kemungkinan fiktif, berikut ini kisah nyata rekan saya guru bahasa Inggris privat Anang Sam yang mampu menciptakan keunggulan dari kelemabahannya.

Suatu hari ia dalam kondisi ekonominya sangat sulit dan masih punya hutang usaha jualan telur asin yang bangkrut. Dia berpikir keras untuk bisa menyambung hidup. Akhirnya diputaskan untuk menawarkan diri sebagai pengajar kursus privat Bahasa Inggris. Karena Bahasa Inggris pas-pasan maka ia akan membidik segmen anak-anak. “Walaupun Bahasa Inggris saya belum lancar, kalau mengajar untuk anak-anak pasti bisa,” ujarnya untuk memotivasi dirinya sendiri.

Maka ia pasang iklan baris di sebuah tabloid. “Kursus Privat Bahasa Inggris, hubungi anang sam telp…..,” demikian bunyi iklan barisnya.

Setelah ia memasang iklan, ternyata seorang ibu menelepon menanyakan tentang iklan kursus privat. Anang pun lalu bertanya kepada si penelpon, “anaknya umur berapa?”.

Si ibu menjawab, “saya yang mau belajar Bahasa Inggris mas, bukan anak saya.”

Wah, keringat dingin keluar. Anang sangat khawatir kalau nanti ketahuan kalau kemampuan Bahasa Inggrisnya belum memadai.

Maka demi memuaskan pelanggan ini kursus singkat kepada temannya yang guru Bahasa Inggris profesional, tentang bagaimana mengajar dengan metoda yang praktis. Singkat cerita, sesuai kesepatakan ia pun datang ke rumah si ibu, sebagai pelanggan pertamanya, dan mulailah ia membuka pelajaran pertamanya dengan permainan kartu bergambar untuk menghafal kosa kata Bahasa Inggris.

Untuk menutupi kelemahannya, ia mengajarnya dengan pelan-pelan.

This is a card. In the card there is a picture…..” katanya dengan volume suara yang cukup keras tapi membacanya lambat

Nah, ternyata setelah sesi pertama mengajar si ibu ituberkomentar “mas anang enak ngajarnya, bicaranya pelan-pelan jadi saya cepat mengerti maksudnya”…

Seperti mendapat durian runtuh, hari itu ia sangat bahagia mendengar pujian sang murid. Ternyata “kelemahan” mengajar “pelan-pelan” itulah yang kemudian menjadi kekuatannya sebagai guru privat Bahasa Inggris.

Dr Soehadji, seorang mantan Dirjen di Kementerian Pertanian  pernah mengatakan, ciri pemimpin adalah mampu mengubah tantangan menjadi peluang, mampu mengubah kelemahan menjadi kekuatan dan mampu memberikan kejelasan tatkala orang lain bertanya tentang apa yang sedang terjadi.

Dalam dunia bisnis, banyak keunggulan yang sebenarnya dari sebuah kelemahan atau kekurangan jika dipandang oleh logika umum. Diferensiasi produk nyatanya tidak harus memberikan keunggulan teknis, tapi cukup dari konteksnya atau cara menyampaikannya saja. Deferensiasi kadang adalah sebuah kelemahan. Minuman kopi yang baik secara teknis adalah yang serbuknya halus dan larut dalam air. Makan kopi modern jika diminum tidak ada sisanya. Namun kopi yang kasar yang sebenarnya sebuah kelemahan, bisa disampaikan ke publik sebagai kopi rasa Indonesia.

Anda boleh membangun hotel dengan fasilitas canggih untuk wisatawan mancanegara. Namun jika anda punya rumah penginapan di puncak bukit yang terpencil janganlah berkecil hati karena banyak kekurangannya, karena anda bisa menjual dengan kata-kata “menikmati keindahan alami dipuncak bukit, sejuk dan nyaman”.

Justru wisatawan akan melihat rumah di puncak bukit yang sulit dijangkau bisa menjadi keunggulan, karena menawarkan penginapan yang alami tanpa perlu AC (Air Conditioner). Kalau perlu tanpa listrik, biar wisatawan asing menikmati segala suasana pedesaan asli. Dan itu sudah terbukti.

Anda memelihara ikan dan ternak secara alami? Sebut saja itu peternakan atau perikanan organik, maka harganya jadi mahal.

Begitulah, jika anda jeli, banyak hal yang dipandang sebagai kelemahan, dapat menjadi kekuatan. ***

Incoming search terms:

  • keunggulan akuakultur di indonesia
  • kelemahan akuakultur

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose