Kolam Ikan Wiremesh Bundar, Praktis dan Efisien

Sebagai wadah budidaya ikan, kolam tak kalah penting dari peralatan lainnya. Pasalnya, kondisi dan keberadaan kolam sangat memengaruhi produktivitas budidaya ikan di dalamnya. Kualitas air dan efisiensi produksi sangat dipengaruhi oleh bentuk dan rancangan kolam.

Saat ini, model kolam yang lazim digunakan para pembudidaya adalah kolam galian. Artinya, tanah harus digali sebelum dijadikan sebagai kolam. Untuk menampung air agar tidak bocor, galian tanah bisa ditutupi oleh terpal atau permukaan plastik tebal.
Lain halnya Taopik Ridwan, pembudidaya lele sangkuriang dari Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dalam menggeluti bisnisnya, pengusaha muda ini tidak segan berinovasi. Alih-alih menggunakan kolam galian, ia membuat kolam di atas permukaan tanah dengan menggunakan rangka besi. Metode ini ia sebut dengan kolam wiremesh. Karena bentuknya yang bundar, sebutannya menjadi “kolam wiremesh bundar”.
Keuntungan kolam ini antara lain pembuatannya lebih singkat karena tidak perlu penggalian tanah. Selain itu, kolam ini praktis dan bisa dibongkar jika sewaktu-waktu lokasinya ingin dipindahkan. Keuntungan berikutnya, proses pengurasan atau pengosongan air menjadi lebih mudah. Dengan membuka tutup pipa pengeluaran air, kolam akan kering dengan segera karena air di dalamnya mengalir tanpa harus menggunakan pompa.
Mengapa bentuknya harus bundar? Tentunya ada beberapa alasan kenapa bentuk yang dipilih bukan persegi atau bentuk yang lainnya. Alasannya, kolam berbentuk bundar tidak memiliki sudut, sebagai titik kumpul ikan berdiam diri. Dengan begitu, bentuk bundar memaksa ikan untuk terus bergerak dan bisa merangsang pertumbuhan.
AK10 Peralatan 2rangka pembuat kolam ikan bundar

Berikut bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat kolam wiremesh bundar, seperti yang diungkapkan oleh pembuatnya, Taopik Ridwan.
• Bahan terpal, yang mampu menahan air dan tidak bocor. Terpal bisa juga diganti dengan lapisan lain yang kedap air dan tidak berpori sehingga mampu menahan air.
• Wiremesh, dengan diameter besi minimal 7 mm. Satu buah wiremesh dengan panjang 5,4 m dan lebar 2,1 m bisa digunakan untuk membuat kolam berdiameter maksimum 3 m atau dengan keliling lingkaran sekitar 2 x 3,14 x (1/2 x diameter) atau 10 m.
• Siku (knee) paralon sebanyak 2 buah.
• Paralon dengan panjang dan besar disesuaikan, misalnya berdiameter 2 inchi.
• Plastik pengikat (ties).
• Terpal Atap (Talang) (panjang dan besar sesuaikan).

Langkah penyiapan tanah
– Tandai tanah yang akan menjadi tempat kedudukan kolam bundar. Pada beberapa titik di keliling lingkaran tersebut dipasang tiang yang akan menjadi penopang dinding kolam.
– Bagian tanah yang akan menjadi dasar kolam dibuat cekung sehingga bagian paling dalam berada pada pusat lingkaran.
– Pada pusat lingkaran tersebut, dibuat lubang pengeluaran air.

Langkah pembuatan rangka kolam
1. Satu buah wiremesh berbentuk persegi empat dipotong menjadi dua bagian, sehingga masing-masing lebarnya menjadi setengah dari lebar semula. Selanjutnya, dua bagian wiremesh tersebut disambungkan pada bagian lebarnya dengan menggunakan las listrik. Sehingga panjangnya sekarang menjadi dua kali lipat dari panjang semula.
2. Tegakkan wiremesh pada tanah yang sudah ditandai dan diberi penopang. Bagian lebar (L) persegi tersebut sekarang menjadi tinggi persegi panjang. Adapun panjang (P) persegi yang sekarang menjadi dua kali lipat dari ukuran sebelumnya menjadi keliling kolam yang berbentuk lingkaran.
3. Lengkungkan wiremesh tersebut sehingga membentuk lingkaran. Masing-masing-masing ujung wiremesh bertemu di satu sisi dan dilakukan pengelasan pada titik temu tersebut.
Langkah pelapisan rangka kolam
– Setelah rangka wiremesh terpasang pada penopangnya, pasang lapisan yang menjadi bantalan. Fungsi bantalan ini adalah agar terpal tidak bersentuhan langsung dengan besi wiremesh yang tajam sehingga dapat menyebabkan kebocoran.
– Setelah dipasang bantalan, hamparkan lapisan terpal atau bahan lain yang kedap air di atas rangka tersebut.
– Pasang terpal atap sebagai pelapis, supaya terpal tidak mudah bocor.
– Sebelum diisi air, saluran pembuangan air harus dipasang terlebih dahulu.
– Untuk mencegah kebocoran, sambungan antara paralon dan lubang terpal direkatkan dengan menggunakan lem atau lapisan aspal.
– Pasang tiang paralon sebagai penutup saluran drainase pusat.
– Kolam bulat siap diisi dan digunakan sebagai wadah budidaya.
– Untuk proses pengurasan atau pengosongan air, cabut pipa paralon penutup saluran drainase air pusat, sehingga air mengalir melalui lubang yang berada di dasar kolam.

(Noerhidajat)

Incoming search terms:

  • besi wiremesh untuk kolam
  • kolam ikan praktis
  • kolam wiremesh
  • contoh kolam lele efesien
  • keunggulan kolam bundar
  • cara buat kolam lele wiremesh
  • wirmesh untuk kolam lele
  • Pakan lele dari daun pepaya
  • keunggulan kolam ikan lele bundar
  • RAB kolam ikan bentuk lingkaran

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose