Konsisten Produksi Benur Berkualitas

Foto 4 Untuk membangun sebuah perusahaan hatchery berskala besar tidaklah mudah, dibutuhkan banyak komponen yang harus dipenuhi. Mulai dari lahan yang luas, fasilitas yang lengkap sampai tenaga ahli dalam setiap bidang yang dibutuhkan.
PT Esaputlii Prakarsa Utama berhasil menjawab semua tantangan untuk menjadi perusahaan hatchery yang fokus memproduksi benur berkualitas. Wakil General Manager PT Esaputlii Prakarsa Utama Ir. Tuwuh Tamid mengungkapkan, Perjalanan untuk menjadi besar sangat berat, pasang dan surut ombak harus dilewati dari mulai berganti-ganti nama perusahaan sampai pemilik saham, namun itu semua berhasil teratasi.
Berdiri sejak tahun 1984, PT Esaputlii Prakarsa Utama pada saat itu masih bernama PT Ebar Jaya yang mengelola usaha penggelondongan benur yang memasok produksi benur dari PT Mega Mariculture, Kep. Seribu, Jakarta.
Seiiring berjalannya waktu, pada tahun 1986 PT Ebar Jaya kemudian berganti nama menjadi PT Bidadari Laut dengan tiga orang pemegang saham yaitu Drs. H. Eddy Baramuli, Rita Baramuli dan Tejo atau David. PT Bidadari Laut sendiri pada saat itu beroperasi sebagai pembenihan udang windu.
Tidak sampai di situ, PT. Bidadari Laut pada tahun 1989 kembali berganti nama menjadi PT Mutiara Samudera Fishery Industries dengan pemilik saham tunggal sepenuhnya oleh Drs. H. Eddy Baramuli.
Lalu pada tahun 1998 melalui Akte Notaris Sitske Limowa No. 62 tahun 1998, PT Mutiara Samudera Fishery Industries berubah nama menjadi PT Esaputlii Prakarsa Utama dan tetap mempertahankan nama dagang “Benur Kita”.
Kegiatan budidaya
Foto 3Saat ini PT Esaputlii Prakarsa Utama tidak hanya memproduksi benur udang vaname saja, tetapi juga nener bandeng. “Komoditas andalan kami saat ini adalah memproduksi benur udang vaname dan nener bandeng unggulan,” jelas Tuwuh.
Berbagai macam kegiatan budidaya dilakukan di hatchery yang terletak di jalan Poros Makassar, Parepare Km. 138, Kab. Barru ini. Kegiatan tersebut meliputi pembuatan Naupli dalam bak induk, pemeliharaan larva vaname, Tambak Percontohan Supra Intensif dari hasil produksi benur udang vaname dan produksi nener bandeng.
Perjalanan panjang yang sudah dilalui membuat PT Esaputlii Prakarsa Utama semakin matang dan sudah banyak dikenal baik dari kalangan pembudidaya, pengusaha, bahkan kalangan pemerintahan. Hal tersebut, kata Tuwuh, terlihat dari beberapa kerja sama dengan pemerintahan guna terus menjaga standar kualitas produksi.
Bentuk kerja sama dengan pemerintah tersebut seperti dengan Balai Karantina Makasar yang memberikan pengawalan terhadap induk yang datang dari Hawaii, mulai dari bandara sampai ke lokasi hatchery PT Esaputlii Prakarsa Utama.
Kemudian Balai Karantina senantiasa melakukan pengawasan terhadap indukan sampai dinyatakan lolos uji PCR di laboratorium Balai Karantina Makasar, yang dinyatakan dengan surat atau sertifikat lolos uji PCR.
Untuk terus menjaga standar kualitas benur, Tuwuh menjelaskan, Balai Karantina Makasar melakukan uji PCR secara rutin (setiap bulan) terhadap produk hatchery mulai dari Naupli, Zoia, Mysis, dan Post Larva di “Benur Kita” PT Esaputlii Prakarsa Utama.
Tidak sampai di situ, PT Esaputlii Prakarsa Utama terus menjalin kedekatan dengan para pembudidaya udang. Kedekatan tersebut tertuang dalam kerja sama rutin Tim “Benur Kita” dari PT Esaputlii Prakarsa Utama melakukan penyuluhan-penyuluhan kepada pembudidaya tentang teknik budidaya yang benar.
Selain itu, PT Esaputlii Prakarsa Utama memberikan bantuan penggunaan kincir dengan bahan bakar gas (ketinting) kepada pembudidaya “Benur Kita” untuk meningkatkan produktifitas tambak dengan meningkatkan padat penebaran.
Produksi besar
Saat ini PT Esaputlii Prakarsa Utama sukses menjadi penyuplai benur udang vaname terbesar di Sulawesi bahkan Indonesia. Wilayah pemasaran benur udang vaname hingga saat ini sudah meluas ke seluruh Nusantara.
Bagai mana tidak, kapasitas produksi benur perbulan PT Esaputlii Prakarsa Utama adalah sebanyak 350 juta ekor (benih) atau 4,2 Milyar ekor/tahun dengan penggunaan sarana Hatchery unit 1 terdiri dari 7 modul dengan jumlah 86 bak dan Hatechery unit 2 terdiri dari 6 modul dengan jumlah 120 bak.
“Rencana akan ada pengembangan produksi di tahun 2017 sebanyak 400 juta ekor/bulan atau 4,8 Milyar ekor/tahun dan 530 juta ekor/bulan atau 6,3 Milyar ekor/tahun di tahun 2018,” tutur Tuwuh.
PT Esaputli Prakarsa Utama pada tahun 2014 pernah memanen udang hingga 29 ton dan mampu meraih keuntungan hingga Rp 18 milar. Dalam rilisnya, rahasia sukses tersebut dengan memanfaatkan teknologi untuk hasil tambak yang maksimal.
Pencapaian ini di klaim sebagai rekor dunia panen udang terbesar, dengan hasil 29 ton per satu kali penen untuk 1 petak tambak dengan luas 3000 meter persegi.
Produksi nener sendiri dengan jumlah induk produktif 600 ekor, jumlah telur 35 juta butir/bulan dan memiliki bak larva sebanyak 146 bak dengan kapasitas produksi 25 juta ekor/bulan, produksi pertahun sebanyak 300 juta ekor (benih).
Wilayah pemasaran produksi PT. Esaputlii Prakarsa Utama meliputi Sulawei Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku Utara, Kalimantan Timur, Sumbawa, Pulau Jawa, Pangkal Pinang (Bangka Belitung), Sumatera Utara, Aceh, Bengkulu, Lampung bahkan ke Malaysia. “Untuk pemasaran nener ikan bandeng sendiri kita hanya di Sulawesi saja,” tambah Tuwuh. (Adit)

BIODATA PT Esaputlii Prakarsa Utama
Kantor Pusat:
Jl. H. Andi Mappanyukki No. 09
Kel. Kunjung Mae
Kec. Mariso
Makassar – Sulawesi Selatan
Telp. (0411) 871 411
Fax. (0411) 830 064
E-mail: esapratama_makassar@yahoo.com

Kantor Produksi & Pemasaran:
Jl. Poros Makassar – Parepare Km. 138, JalangE
Kel. Mallawa
Kec. Mallusetasi
Kab. Barru
Telp. 0813 3841 1999 / 0821 9747 6486
E-mail: benurkita.esapratama@gmail.com

Incoming search terms:

  • pt esaputlii prakarsa utama
  • perusahaan bibit udang putih benur kita
  • benur kita
  • PT Esaputlii Prakarsa Utama (BENUR KITA) JalangE- Barru Sulawesi Selatan
  • BUDIDAYA UDANG VANAME DI PERUSAHAAN PT ESAPUTLI PRAKARA UTAMA
  • vanname benur kita
  • Bibit benur makassar
  • benur vaname baramulih
  • benur udang baramuli
  • benur kita barru

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose