Lirik Potensi Gurame, Lakukan Pemijahan dari Sekarang

Keterbatasan benih tidak seimbang dengan banyaknya permintaan akan ikan konsumsi ini. Perlu adanya penyuluhan kepada pembudidaya agar budidaya gurame berkesinambungan.

Sejalan dengan pengembangan kawasan usaha budidaya gurame yang semakin luas, maka kebutuhan induk dan benih juga semakin meningkat. Pengalaman salah seorang Penyuluh Perikanan Bantu dari Ciamis, yang juga sebagai pembudidaya ikan gurame, Eti Rohaeti, A.Md., mengatakan, ”Permintaan akan benih gurame untuk disekitar lokal belum terpenuhi dan baru bisa memenuhi 10 ribu ekor benih per minggu,” ujarnya.

Begitu juga keterangan dari ketua kelompok Ulam Barokah Pembudidaya gurame dari Tulung Agung, Sumanto, S.Pd., mengatakan, prospek gurame untuk di Tulungagung dari tahun ke tahun juga selalu mengalami peningkatan, ia sendiri memulai usaha budidaya gurame dari 2003. Permintaan pasar untuk gurame ukuran konsumsi per hari bisa mencapai lebih dari 10 ton.

Lanjut Sumanto, harga dari pembudidaya saat ini 30 ribu/kg, biasanya gurame untuk dijual kembali dan dikirim ke Jakarta. Penjualannya bisa mencapai 2 truk, untuk setiap truk berkisar 7,3 kwintal, serta pengepul jumlahnya lebih dari 10 orang untuk satu kecamatan.

Untuk itu diperlukan pasokan benih dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang baik, agar bisa berkesinambungan antara benih yang diperuntukkan konsumsi dan juga untuk induk. Eti, juga menerapkan pola kemitraan dengan masyarakat yang disuluhnya yakni dengan mengatur pola tanam yang terstruktur dan terarah.

“Karena dengan kita ada pembagian segmen dan pola tanam, maka resiko seperti hama dan penyakit bisa teratasi, serta penghasilanpun akan teratur,” tambahnya.

Sebagai penyuluh perikanan Bantu, tujuan Eti dapat memberikan penyuluhan secara nyata, dengan memberikan contoh kepada masyarakat. Bahwa yang selama ini mereka berpikir susah dengan menfaatkan SDA yang ada, yaitu kolam dan air yang tersedia mengalir sepanjang tahun adalah sumber penghasil pendapatan.

“Dengan cara kita merubah pola pikir yang awalnya menanam ikan hanya untuk di konsumsi sendiri, untuk hajatan, menjadi berpikir dengan cara berbudidaya ikan gurame mempunyai prospek yang sangat besar, sehingga bisa mensejahterakan keluarga,” kata Eti.

Lanjut Eti, beserta penyuluh lainnya mendukung visi misi Kabupaten Ciamis yaitu menjadi sentra penghasil gurame terbesar di Priangan Timur. Keluhnya, Ciamis semenjak Pangandaran menjadi daerah otonomi baru (DOB), maka sumber perikanan hanya dari perikanan tawar. “Otomatis kita harus mengoptimalkan perikanan tawar karena perikanan hasil laut sudah tidak ada lagi,” ungkapnya.

Memilih Induk untuk dipijahkan

Bagi para pembudidaya gurame agar menghasilkan benih yang berkualitas, dimulai degan memilih indukan. Adapun ciri – ciri induk jantan yang siap untuk dipijahkan antaralain, terdapat benjolan di bagian kepala, bibir bawahnya tebal dan memerah pada saat birahi, tidak memiliki warna hitam pada ketiak sirip dada, kemudian bila bagian perut diurut kearah genital, akan mengeluarkan cairan sperma berwarna putih, berat induk berkisar 4- 5 kg.

Sedangkan untuk induk betina, pilih yang tidak mempunyai benjolan di bagian kepala, bibir bawah tidak tebal dan tidak memerah pada saat birahi, memiliki warna hitam pada ketiak sirip dada, kemudian berat induk berkisar 3 kg. Induk dapat dipelihara pada kolam tembok atau kolam tanah baik secara masal maupun berpasangan, dengan perbandingan jantan : betina = 1 : 4.

Pakan yang diberikan selama masa pemeliharaan indukan berupa pellet terapung dengan kadar protein lebih dari 28 %, sebanyak 2% biomass/hari dan bisa diberi pakan berupa daun sente/talas sebanyak 5 % bobot biomass/hari.

Persiapan pemijahan induk gurame, pertama kolam induk diberi tempat dan bahan sarang (tempat sarang diameter 20 – 25 cm). Kedalaman kolam 10 – 15 cm dibawah permukaan air, bahan sarang berupa sabut kelapa, ijuk atau bahan lainnya, ditempatkan dipermukaan air.

Selanjutnya pemijahan dilakukan secara alami di kolam pemeliharaan induk, ikan yang sudah siap memijah membuat sarang untuk menampung telur. Sebaiknya pengecekan telur dilakukan pagi hari pada setiap sarang yang sudah dibuat induk ikan, yakni dengan cara menusuk sarang atau dengan menggoyangkannya.

Bila keluar telur atau minyak, maka pemijahan sudah terjadi dan sarang berisi telur. Sarang yang berisi telur dikeluarkan dari tempat sarang secara perlahan untuk dipindahkan kedalam baskom plastik yang sudah diisi air kolam induk.

Sarang dibuka secara perlahan sampai telur keluar dan mengapung dipermukaan air. Telur-telur tersebut diambil dengan menggunakan sendok untuk dipindahkan kedalam wadah penetasan berupa corong dari fiberglass atau akuarium yang sudah diisi dengan air bersih.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur

Incoming search terms:

  • pacu bobot gurame ala juwari
  • Peternakan Ikan Gurame Dadan Tasikmalaya Jawa Barat 46155
  • cara pemijahan gurami dgn pola masal
  • gurame blirik
  • lirik gorami
  • pengepul vaname situbondo
  • resiko perkawinan ikan gurami secara masal

1 Comment on Lirik Potensi Gurame, Lakukan Pemijahan dari Sekarang

  1. Gurameh cukup lama ya sampai bisa panennya

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose