MAI Harap Lahirnya Embrio Asosiasi Udang Indonesia

Spread the love

Acara Sarasehan Nasional Bisnis dan Teknologi Budidaya Udang, yang diadakan 27 Maret 2018 di Kampus Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta. Lebih dari 100 orang yang hadir,  peserta merupakan stakeholder di bidang budidaya udang dari berbagai kalangan dan berbagai daerah.

 

Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) Prof. Dr. Rokhmin Dahuri mengatakan,

Perlu dibentuk Indonesia Aquaculture Incorporated. “Apa itu Indonesia Aquaculture Incorporated? setiap komponen dalam sistem usaha budidaya udang, seperti pengusaha hatchery, pakan, petambak, pengolah, pemerintah, asosiasi, peneliti, dan dosen, harus mengeluarkan atau menyumbangkan kemampuan terbaiknya, sehingga menghasilkan output terbaik. Antar komponen sistem usaha budidaya udang harus solid, care and sharestrengthening to each other, dan bekerja sama secara sinergis.”

 

Pada sarasehan ini, hadir pula berbagai narasum lainnya, yakni Direktur Perbenihan DJPB KKP Coco Kokarkin Soetrisno; Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, Kementerian Perdagangan, Tuti Prahastuti; praktisi bisnis udang supra intensif Hasanuddin Atjo; CEO PT Bogatama Marinusa (Bomar) Tigor Chendarma; Ketua Shrimp Club Indonesia (SCI) Iwan Sutanto; Wakil Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) bidang Perikanan dan Kelautan Yugi Prayanto; serta Hatchery Division PT. Central proteina Prima Fivi Najmushabah; Ketua GPMT Denny D Indrajadja; Ketua AP5I Budhi Wibowo.

 

Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, Kementerian Perdagangan, Tuti Prahastuti, mengatakan budidaya udang prospeknya sangat bagus begitu juga udang yang sudah jadi makanan olahan dan itu peningkatannya cukup besar. Amerika, Eropa, juga Arab Saudi pun sudah mulai banyak konsumen di sana, dan sudah masuk ke beberapa supermarket yang ada disana juga.

 

Hatchery Division PT. Central proteina Prima Fivi Najmushabah, menurutnya kita berusaha mensuport kebutuhan benur nasional dengan produksi benur yang berkualitas mulai dari kita menyiapkan benur yang bebas virus, serta selalu berusaha untuk memperbaiki kualitas dengan melakukan perubahan dan mengikuti perkembangan di lapangan.

 

Kata Peserta

Senior Sales Executive Skretting Indonesia, Fauzan Bahri, juga memberikan pendapatnya mengenai acara ini kita banyak mendapatkan informasi dan bertemu para stakeholder di bidang tambak untuk meningkatkan optimis dalam bidang perudangan nasional.

 

Pendapat lain juga diungkapkan Regional Sales & Marketing Manager Feed Additive APAC – Clariant, Erika Kusuma Wardani memaparkan, “menurut saya tren perudangan akan membesar, kita pelaku bisnis pasti banya opportunity di depan, saat ini sedang membantu para petambak untuk water treatmennya, bagaimana mengatasi nitrit, ammonia, fosfat.”

 

Erwin Sofyan, petambak dari Marunda Bekasi menuturkan, “acara ini jelas menambah wawasan untuk budidaya untuk ke depannya nanti bagaimanapun proses dari hulu ke hilirnya harus diperbaiki supaya kita bisa mendapatkan benur dan pakan berkualitas. Harapan ke depan pemerintah mau turun tangan untuk bisa memajukan perudangan di Indonesia ini. (Resti/Vira)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *