Manajemen Pakan Udang Intensif Panduan Takaran Pakan Udang Day by Day

Salah satu pemicu munculnya kasus penyakit kotoran putih yang menyerang udang di tambak adalah pemberian pakan yang berlebih. Pada umumnya pada petambak pemula masih tidak paham atau kurang menguasai dalam manajemen pakan. Pemberian pakan yang berlebih akan mempercepat kerusakan air. Sisa pakan dan kotoran udang meningkatkan bahan organik dalam tambak.

 

Kebanyakan petambak pemula belum mengerti berapa banyak udang yang ada di tabak dan berapa kebutuhan pakannya per hari. Umumnya, mereka hanya berpatokan pada hasil cek 1 – 2 anco yang terpasang di kolam mereka. Bila pakan habis, pakan langsung ditambah. Begitu seterusnya tanpa mengevaluasi pakan yang diberikan telah cukup atau justru berlebih. Dengan anggapan bahwa semakin banyak pakan dikonsumsi udang, pertumbuhan udang akan lebih cepat besar. Padahal, pemberian pakan yang berlebih akan mempercepat kerusakan air. Sisa pakan dan kotoran udang akan meningkatkan bahan organik dalam tambak.

 

Proses penguraian bahan organik membutuhkan oksigen sehingga kebutuhan oksigen di dalam tambak bertambah. Jika persediaan aerator di dalam tambak kurang, proses perombakan bahan organik tidak bisa berjalan sempurna. Penumpukan bahan organik tidak bisa berjalan sempurna. Penumpukan bahan organik di dasar tambak yang tidak segera dikeluarkan akan menyebabkan penguraian secara anaerobik sehingga membentuk senyawa beracun seperti amoniak, nitrit, dan H2S.

 

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur

 

 

Incoming search terms:

  • manajemen pakan udang vaname
  • pemberian pakan udang vannamei
  • manajemen pemberian pakan udang vannamei
  • Manajemen Pakan udang
  • menejemen pakan udang vanami
  • menejemen pembrian pkan udang vanami
  • Pemberian pakan udang vaname
  • kebutuhan pakan udang windu
  • pemberian pakan udang
  • management pakan udang

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose