Maternal Imunnity, Tingkatkan SR Hingga 72%!

“Semua jenis penyakit yang disebabkan oleh patogen dapat dikontrol melalui rekayasa maternal immunity. Pemberian rekayasa maternal immunity pada induk mampu meningkatkan imunitas induk dan benih yang dihasilkan sehingga tahan terhadap patogen,” ungkap Dr. Ir. Sukenda, M.Sc., Ketua Departemen Budidaya Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor.

 

Salah satu masalah yang dihadapi dalam bidang perikanan sehingga dapat menurunkan produktivitasnya adalah serangan penyakit oleh bakteri patogen. Bakteri Streptococcus agalactiae diketahui sebagai patogen utama penyebab kematian pada ikan nila. Bakteri ini menimbulkan penyakit streptococcosis, mulai fase benih hingga fase dewasa.

 

Metode penanggulangan penyakit pada ikan air tawar yaitu dengan penggunaan zat kimia atau antibiotika. Namun, cara ini sudah dilarang karena dapat menyebabkan resistensi, selain memerlukan biaya yang mahal dan dapat mencemari lingkungan.

 

Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit yaitu dengan cara menginduksi kekebalan, antara lain dengan vaksinasi. “Akan tetapi, vaksinasi pada stadia benih melalui perendaman belum menunjukkan proteksi yang optimal dengan nilai kelangsungan hidup relatif masih rendah,” jelas Sukenda.

 

Masih menurut Sukenda, rekayasa transfer kekebalan maternal melalui vaksinasi induk ikan merupakan teknik alternatif sebagai upaya mengantisipasi tingginya angka kematian benih ikan pada umur kurang dari satu bulan. Adapun manfaat dari maternal immunity adalah menumbuhkan kekebalan pada ikan sedini mungkin sehingga benih memiliki ketahan terhadap patogen.

 

Maternal immunity atau imunitas maternal adalah transfer imunitas dari induk ke benih ikan. Teknik ini dapat diaplikasikan ke semua jenis ikan, khususnya ikan yang sudah dibudidayakan dan telah diketahui teknik pemijahannya. Cara aplikasi maternal immunity yaitu dengan memberikan vaksin pada induk ikan melalui injeksi atau pakan.

 

Menurut hasil penelitian Sukenda, vaksinasi induk ikan nila dengan gabungan antara sel utuh dan produk ekstraseluler S. agalactiae pada pemijahan pertama mampu meningkatkan imunitas spesifik dan non-spesifik induk maupun benih yang dihasilkan. Namun, dalam jangka waktu tertentu, keberadaan antibodi dalam tubuh ikan dan tingkat proteksinya akan semakin menurun.

 

Maternal immunity sebenarnya fenomena alami yang terjadi pada makhluk hidup. Terjadi juga pada manusia seperti transfer imunitas dari ibu ke anak melalui air susu ibu (ASI). Jadi ada istilah ibu yang sehat akan melahirkan anak yang sehat pula, begitu juga pada ikan,” ungkap Sukenda.

Selanjutnya Baca di Majalah Infoakuakultur Edisi April 2016

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose