Merawat Srikandi di Air Payau

Menjadi andalan dalam sektor budidaya perikanan air tawar, ikan nila populer sebagai ikan konsumsi dalam negeri, bahkan menjadi komoditas ekspor bernilai ekonomi tinggi.

 

Ikan nila sejatinya jenis ikan yang hidup di air tawar. Menurut asal usulnya, jenis ikan ini berasal dari sungai Nil, Afrika. Namun, berkat rekayasa Teknologi yang dilakukan oleh para peneliti dari BPPT, nila mampu beradaptasi dengan baik dalam lingkungan air berkadar garam tinggi.

Namanya nila srikandi, nila yang sanggung bertahan dalam air yang tingkat salinitasnya tinggi. Ini menjadi kabar gembira bagi para petambak. Pasalnya, di berbagai daerah, banyak tambak yang dalam kondisi terlantar akibat terpuruknya budidaya udang windu beberapa dasawarsa silam,” ujar Ibnu Sahidir, Peneliti Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Ujung Batee, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Tak banyak yang tahu, saat ini produksi ikan nila Indonesia sudah menduduki urutan ke – 3 terbesar di dunia, setelah China dan Mesir. Ikan nila menjadi andalan komoditas ekspor, terutama ke Amerika Serikat. Disamping itu, beberapa negara lain yang menjadi pangsa pasar nila adalah Kanada, Jepang, Singapura, Hongkong, dan Eropa.

Ikan nila dijual dalam bentuk fillet atau daging tanpa tulang beku maupun segar beku. Peluang pasar nila diperkirakan akan terus meningkat dengan pertumbuhan rata-rata 30-40% setiap tahunnya. Sayangnya, pasokan masih belum bisa memenihi permintaan pasar ekspor.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur

Incoming search terms:

  • jenis udang air payau bernilai ekonomis tinggi
  • jenis udang yg bernilai ekonomis

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose