Mina Padi Kolam Dalam Ala Sleman

 

Beberapa waktu lalu, banyak pengguna media sosial seperti facebook atau whatsapp dibuat takjub dengan beredarnya foto-foto ikan nila yang sedang bergerombol di pinggir sawah. Dengan latar belakang hamparan padi yang hijau dan air sawah yang bening, penampakan ikan menjadi sangat memesona. Beberapa netizen pun mengira pemandangan itu bukan di Indonesia.

 

Ada netizen yang mengatakan bahwa pemandangan tersebut diambil di daerah Sleman, Yogyakarta. Faktanya, di daerah Sleman memang telah berkembang pertanian sawah dengan konsep mina padi, di mana dalam satu petak sawah dibudidayakan dua macam komoditas, yaitu ikan dan padi.

Bukan tanpa alasan, pengembangan konsep mina padi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian, mengurangi, serangan hama dan penyakit tanaman padi, serta meningkatkan pendapatan petani.

Menurut Ir. Suparmono, MM dari Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman, mina padi kolam dalam di Sleman merupakan kegiatan  tanam  padi  sekaligus kolam  ikan  yang dilakukan  bersamaan  dengan perbandingan  bagian  untuk  kolam  maksimal  20% dari  lahan,  dengan  kedalaman  kolam  minimal  80 cm.

Pertimbangan pemilihan lokasi yaitu memiliki sumber air yang cukup selama pemeliharaan serta bebas dari cemaran patogen, bahan organik, dan kimia. Di samping itu, perlu untuk memperhatikan apakah lokasi bebas banjir dan dekat dengan pemukiman dengan akses jalan yang baik untuk memudahkan pengawasan maupun distribusi benih, pakan, atau pun panen. Adapun jenis tanah hendaknya berlumpur dan berpasir sehingga tanah tidah porous, dengan perbandingan tanah dan pasir 60% : 40%.

Persiapan lahan

Sebelum  pengolahan  lahan,  langkah awal adalah membuat konstruksi kolam dalam dan perbaikan tanggul. Lebar pematang dibuat 75 cm, sementara kedalaman kolam 80 cm diukur dari pelataran padi. Pelataran padi dibuat agak miring sehingga selisih daerah tertinggi dengan terendahnya 20 cm. Lebar dasar kolam dibuat 75 cm.

 

Selanjutnya, tanah diolah dengan membajak tanah saat mulai jenuh air sedalam  20 cm  atau  lebih dan tidak  perlu  menunggu tergenang. Setelah  pembajakan  pertama, lahan  dibiarkan tergenang  selama  5—7  hari. Selanjutnya, dilakukan pembajakan  kedua  diikuti penggaruan/perataan.

Untuk menekan laju pertumbuhan gulma yang menganggu pertumbuhan tanaman padi, gulma dan sisa-sisa tanaman perlu dibersihkan. Setelah itu ikuti dengan pembuatan caren dan pemasangan mulsa di pematang.

Setelah konstruksi sawah mina padi selesai, langkah berikutnya melakukan pemupukan dan pengairan sawah. Pupuk kandang/kotoran ayam diberikan sebanyak 5 ton/ha sebagai pupuk dasar yang sangat baik untuk menumbuhkan pakan alami. Di samping itu, berikan kapur dolomite sebanyak 3 sak per 500 m persegi. Jika menggunakan pupuk buatan, urea, TSP, dan KCI diberikan masing-masing sebanyak 1/3 bagian sebagai pupuk dasar dengan cara ditebar saat tanam sekali pemupukan. Takaran pupuk yang diberikan sebaiknya berdasarkan rekomendasi pupuk setempat.

Benih padi yang digunakan berupa varietas unggul yang memenuhi syarat, di antaranya • berdaya hasil tinggi, tahan genangan, tahan rebah, rasa nasi sesuai keinginan petani dan permintaan pasar, serta tahan terhadap hama penyakit utama dan mampu beradaptasi di lokasi setempat. Adapun varietas yang pernah dipakai di Sleman adalah IR 64 (produktivitas 8,82—11,04 ton/ha GKP), Ciherang (9,7—11,20 ton GKP), Mandala (12,01—12,50 ton GKP), Ketan Merah (8,8 ton GKP), Cempo Merah (9,2 ton GKP), serta Makongga (6,8 ton GKG). Adapun persemaian menggunakan 5—6% dari luas yang akan ditanami.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur

Incoming search terms:

  • mina padi kolam dalam
  • ururan kegiatan mina padi yg tepat adalah
  • urutan kegiatan mina padi
  • mina padi
  • padi dan kolam
  • minapadi kolam dalam
  • mina kheme paadi
  • Kolam ikan di samping Padi
  • Urutan kegiatan mina padi yang tepat adalah
  • ikan padi padi cover 2

1 Comment on Mina Padi Kolam Dalam Ala Sleman

  1. Kenapa selama ini petani jarang sekali yang melakukannya? Apakah itu susah untk dilakukan?

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose