Optimalkan Budidaya Kakap Putih

 

Melirik potensi kakap putih yang semakin meroket sebagai komoditas unggulan perikanan budidaya Indonesia

Meski namanya tidak sebesar saudaranya, kakap merah, kini kakap putih terus didorong sebagai komoditas unggulan di sektor perikanan di Indonesia. Saat ini, selain sudah banyak diminati pasar dalam negeri ikan yang bernama latin Lates calcalifer ini memiliki pasar ekspor yang cukup baik terutama di pasar Australia, Amerika Serikat, Eropa, bahkan negara-negara Timur Tengah.

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP juga terus mengembangkan dan meningkatkan budidaya laut kakap putih untuk memanfaatkan potensi yang masih cukup luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Ini juga selaras dengan program pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Koordinator Pembenihan atau Pengawas Muda Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon Suharno, M.Si mengatakan, saat ini prospek budidaya kakap putih sudah semakin baik berbeda pada awal pengembangan budidaya kakap putih tahun 2015, hasil produksi tidak laku terjual karena masyarakat Ambon belum familiar tentang ikan kakap putih.

Lanjut Suharno, namun akhirnya melalui Kegiatan Demfarm 2015 di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan dikerjasamakan kepada pembudidaya di Teluk Ambon, karena ikan ini salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya.

Untuk saat ini  tahun 2016, kata Suharno, komoditas kakap putih sudah cukup dikenal oleh pembudidaya di Teluk Ambon adanya program bantuan benih dari balai perikanan budidaya sekitar 60.000 benih kakap dan total bantuan benih ikan konsumsi  di wilayah kerja balai meliputi Maluku Utara, Maluku Tenggara, Seram Bagian Barat dan Maluku Tengah 165.000 ekor.

Senada dengan Suharno, Perekayasa Madya Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung Yuwana Puja, S.Pi, mengatakan prospek budidaya kakap putih saat ini sangat baik dan harga jual di Lampung (kondisi ikan hidup) sendiri cukup stabil sekitar Rp. 60.000,-/kg dengan ukuran 500 gr/ekor dengan masa pemeliharaan 5-6 bulan (dua kali dalam setahun).

Kakap putih akan menjadi komoditas unggulan perikanan budidaya laut (marikultur), usaha pengembangannya saat ini dilakukan melalui pelaksanaan demonstration farm (demfarm) budidaya kakap putih di karamba jaring apung (KJA). Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan melakukan diversifikasi komoditas budidaya laut dan mengembangkan teknologi budidaya untuk kakap putih.

Kementerian Keluatan dan Perikanan (KKP) sendiri menargetkan produksi kakap termasuk di dalamnya kakap putih untuk tahun 2015 sebesar 312.500 ton. Target pertumbuhannya dalam kurun waktu lima tahun ke depan adalah 17,31% per tahun atau 589.800 ton pada 2019.

Teknologi pembenihan dan pembesaran kakap putih sudah dikuasai dan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) melalui Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) di seluruh Indonesia dan  akan disebarluaskan ke masyarakat sehingga usaha budidaya kakap putih dapat dilakukan secara efisien dan menguntungkan.

Pengembangan budidaya laut dengan komoditas kakap putih ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan. Penghasilan nelayan melalui hasil tangkapan ikan sangat tergantung dari musim, melalui budidaya ikan kakap putih ini, nelayan akan tetap mendapatkan penghasilan meskipun tidak melaut.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur

Incoming search terms:

  • Dera yang berpotensi mengembangkan kakap puti

1 Comment on Optimalkan Budidaya Kakap Putih

  1. Lebih mahal mana kakap putih dan kakap merah?

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose