Pacu Perkembangan Gonad Kerapu Kertang

Meskipun kerapu kertang jantan besutan BBAP Situbondo telah berhasil menghasilkan sperma yang berkualitas untuk menghasilkan kerapu-kerapu hybrid, tetapi induk betinanya belum mampu menghasilkan telur berkualitas secara kontinu. Dengan penyuntikan hormon LHRH-a, masalah pengadaan benih kini bisa diatasi.

Salah satu usaha dalam pengembangan budidaya ikan kerapu  adalah penyediaan benih yang bermutu,  baik dalam jumlah yang memadai maupun waktu penyediaan yang tepat.  Selama ini, usaha kearah tersebut telah dilakukan dan menunjukkan keberhasilan pada ikan kerapu tikus, kerapu macan, dan kerapu batik. Namun pada jenis ikan kerapu kertang belum sepenuhnya berhasil. Demikian ungkap Eko Sutrisno (Pengawas Perikanan Bidang Pembudidayaan Ikan BBAP Situbondo) dan Sugeng Harjono (Koordinator KerambaJaring Apung dan Pelaksana Gelondongan Kerapu BBAP Situbondo).

Ikan kerapu kertang merupakan salah satu jenis ikan laut ekonomis yang dikembangkan teknologi pembenihannya oleh BBAP Situbondo. Jenis ikan ini telah dicoba untuk diintensifkan pemeliharaannya sejak tahun 2005. Perlakuan yang diberikan pada induk yang dipelihara yaitu dengan melakukan manipulasi lingkungan. Namun, pemijahan kerapu kertang secara alami masih belum berhasil dilakukan. Guna mengembangkan teknologi pembenihan, keberhasilan pemijahan merupakan titik awal dan salah satu kunci keberhasilan kegiatan pembenihan secara keseluruhan.

Induk ikan kerapu kertang jantan di BBAP Situbondo telah berhasil menghasilkan sperma yang berkualitas. Selama 5 tahun terakhir, hasil perekayasaan BBAP Situbondo lebih banyak menggunakan sperma kerapu kertang untuk memproduksi kerapu hybrid. Sayangnya, induk kerapu kertang betina belum mampu menghasilkan telur yang berkualitas secara kontinu.

Rekayasa teknologi pemijahan buatan pun dilakukan dengan aplikasi hormon untuk mendapatkan telur kerapu kertang yang berkualitas. Untuk memacu perkembangan gonad, pemberian hormon LHRH-a dilakukan pada ikan indukan.

Metode rekayasa

Setidaknya, terdapat tiga langkah utama yang dilakukan selama proses rekayasa perkembangan gonad dilakukan. Ketiga langkah itu meliputi: pemeliharaan induk, manipulasi lingkungan dan pengamatan kematangan gonad, dan aplikasi hormon LHRH-a.

Pemeliharaan induk

Kegiatan utama dalam pemeliharaan induk dan pematangan gonad adalah pemberian pakan induk serta manipulasi lingkungan untuk memacu pematangan gonad. Pakan induk yang diberikan selama pemeliharaan berupa ikan segar jenis selar, ekor kuning, belanak, sarden, dan cumi-cumi sebanyak 5—7% dari total berat badan induk ikan. Pakan diberikan pada pagi hari antara pukul 08.00—09.00 WIB. Multivitamin diberikan untuk menjaga kesehatan dan stamina induk setiap 3 hari sekali, sedangkan vitamin E diberikan menjelang masa pemijahan.

Manipulasi lingkungan dan pengamatan kematangan gonad

Kegiatan ini dilakukan untuk memacu pematangan gonad melalui pengaturan ketinggian air pada bak induk. Caranya, setiap hari setelah selesai pemberian pakan, ketinggian air diturunkan sekitar 2/3 dari total tinggi bak induk. Perlakuan ini dilakukan setiap hari selama 8 jam.

Pengamatan perkembangan tingkat kematangan gonad induk kerapu kertang betina yang akan dipijahkan dilakukan pada saat bulan terang dengan cara kanulasi.

Hormon reproduksi di dalam tubuh ikan berkembang sesaat setelah ikan dewasa, yang dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain ketersediaan pakan yang mendukung perkembangan gonad, kondisi lingkungan hidupnya dan jenis dari ikan itu sendiri.

Tingkat kedewasaan beberapa spesies ikan kerapu umumnya diketahui dari ukurannya. Sebagai contoh, ikan kerapu macan akan mulai dewasa (betina) dengan ukuran panjang lebih dari 56 cm dan jantan lebih dari 85 cm. Ikan kerapu lumpur betina mulai dewasa pada panjang 52 cm dan jantan lebih dari 82 cm. Kerapu batik betina mulai dewasa pada ukuran 35 cm dan jantan lebih dari 42 cm. Sementara tingkat kedewasaan ikan kerapu bebek betina terjadi mulai pada panjang 30 cm dan jantan 42 cm.

Tingkat kedewasaan induk jantan kerapu kertang telah terdeteksi ketika berat mencapai rata-rata minimum 30 kg. Sementara induk ikan betina terdeteksi pada ukuran minimal 22 kg.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur

Incoming search terms:

  • berat kerapu kertang
  • kerapu kertang
  • sperma segar
  • kerapu kertang bbap situbondo
  • induk kerapu kertang 2016
  • induk kerapu kertang
  • ikan kerapu kertang
  • ciri induk kerapu kertang
  • cara pematangan gonad induk kerapu macan
  • cara pematangan gonad induk kerapu

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose