Pakan Penentu Maturasi

Induk udang membutuhkan kandungan nutrisi lebih untuk proses pematangan sel telur dan juga sperma. Terlebih dari itu induk udang dengan kualitas prima akan menghasilkan anakan yang juga memiliki kualitas baik.

Selain dengan rekayasa genetik untuk menghasilkan turunan bebas penyakit (SPF) dan tahan terhadap penyakit (SPR) juga ditentukan oleh kualitas nutrisi pakan. Pada tahap perkembangan telur, pakan menjadi penyumbang nutrisi yang penting bagi induk udang, yang mendukung untuk proses pematangan sel telur dan juga sperma.

Perekayasa Pertama Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIU2K) Karangasem, R.A. Media Graha Siswi Wardhana, mengatakan pakan diberikan dengan sekenyangnya atau adlibitum, biasanya pada kisaran dosis 30-50% biomasa induk udang/hari, dengan frekuensi 4-5 kali/hari.

Lanjutnya, jumlah pakan induk yang diberikan bisa fluktuatif mengikuti nafsu makan. Hal itu penting, karena kekurangan pakan akan menyebabkan terhambatnya perkembangan gonad, rusaknya sperma, sehingga bisa mengakibatkan menurunnya fekunditas dan fertilitas.

Sebaliknya jika berlebihan dalam pemberian pakan akan tidak efisien dan merusak lingkungan, kotor, air keruh, berbuih dan bau tidak sedap. Dengan kodisi ini induk udang juga akan terganggu kesehatannya dan bisa berdampak rusaknya sistem reproduksinya.

Jenis Kelamin

Jenis kelamin, kata Media berpengaruh terhadap pola pemberian pakan induk. Induk betina diberi pakan berupa cacing nereis dengan frekuensi yang lebih banyak dibanding dengan tiram atau cumi (3:2). Artinya dalam sehari induk betina diberi pakan berupa cacing nereis sebanyak 3 kali dan pakan tiram/cumi sebanyak 2 kali.

Hal ini berkebalikan dengan induk jantan yang memiliki perbandingan pakan cacing nereis dan tiram laut/cumi adalah 2:3. Perbedaan ini berhubungan dengan proses pematangan gonad pada induk betina. Cacing nereis memiliki kandungan protein tinggi dan asam lemak tak jenuh yang sangat diperlukan oleh induk betina dalam proses pematangan gonad.

Kesesuaian pakan yang diberikan terhadap induk udang dapat dilihat dari respon induk terhadap pakan yang diberikan yaitu udang aktif mencari pakan sesaat setelah diberikan. Jika setelah 2 jam sisa pakan masih kelihatan banyak (> 20%), maka berarti kelebihan pakan perlu dikurangi, sebaliknya jika pakan telah habis sebelum 1 jam, maka berarti kurang pakan, sehingga jumlah pakan berikutnya bisa ditambah.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose