Parasit dan Jamur pada Ikan Air Tawar

Agar pertumbuhan ikan optimal, mengenali kondisi kesehatan budidaya itu penting!

Hasil budidaya ikan memang menggiurkan, namun disisi lain para pembudidaya tentu ada kekhawatiran, seperti terserangnya penyakit. Ada baiknya kita mengetahui beberapa penyakit agar selalu waspada.

Seperti dikatakan Pengendali Hama Penyakit Ikan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, Asep Suhendra, S.Pi., pembudidaya idealnya memiliki fasilitas karantina atau bak terkontrol, untuk menampung pengadaan benih dan induk yang baru. Pemeliharaan selama 1 – 2 minggu, dapat memberikan gambaran status kesehatan ikan.

Adapun ciri – ciri ikan sehat pada umumnya gerakannya aktif, memiliki nafsu makan tinggi, juga dapat diamati melalui kulit, sirip, mata, pernapasan dan perilakunya. “Pembudidaya harus memastikan ikan yang ditebar di kolam budidaya dalam kondisi sehat, agar resiko kerugian tidak besar,” tambah Asep.

Bila terjadi serangan penyakit kata Asep, pada masa pengkarantinaan sebaiknya melakukan pemisahan ikan antara yang sehat dan sakit. Pada dasarnya upaya pencegahan penyakit adalah memenuhi standar normal kebutuhan ikan yang mencakup ruang, nutrisi dan lingkungan.

Penyakit ikan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu penyakit parasiter seperti parasitik, mikotik, bakterial, viral, sedangkan penyakit non parasiter seperti nutrisi, lingkungan, genetik.

Penyakit Parasitik
Infeksi patogen parasitik, sebenarnya jarang mengakibatkan wabah penyakit yang sporadis, namun intensitas penyerangan sangat tinggi dan areal terbatas. Adapun gejalanya ikan tampak pucat, nafsu makan berkurang, gerakan lambat dan sering menggosok-gosokkan tubuhnya pada dinding kolam, megap-megap dan meloncat-loncat ke permukaan air untuk mengambil oksigen.

Penyakit golongan parasit cenderung menyerang benih ikan mas. Serangan penyakit biasanya pada benih ukuran 1-2 cm hingga 5-8 cm. “Meskipun teridentifikasi adanya parasit pada ikan mas ukuran dewasa atau ukuran konsumsi hingga induk, namun relatif tidak menyebabkan kematian dalam jumlah besar,” kata Asep.

Kerusakan jaringan terjadi di sekitar tempat penetrasi parasit antara lain iritasi, sel-sel epitel rusak, sistem osmoregulasi terganggu, pengenceran darah berlebihan, ekses lendir terlihat kecoklatan atau kebiru-biruan dan pada benih mengakibatkan sirip rusak, rontok hingga mengakibatkan kematian.

Peneliti Instalasi Litbang Pengendalian Penyakit Ikan, Drh. Uni Purwaningsih, M.Si mengungkapkan, pencegahan untuk menghindari infeksi parasit dapat dilakukan dengan menerapkan manajemen kesehatan ikan secara baik dan benar. Persiapan kolam, pengapuran, desinfeksi, menjaga kesehatan, karantina ikan sakit, kepadatan, pakan dan kualitas air.

Beberapa jenis agen parasit yang umum ditemukan menginfeksi ikan air tawar yaitu Ichthyophthirius multifiliis, Trichodina sp., Tetrahymena sp, Epistylis sp, Mycobolus sp, Dactylogyrus sp, Gyrodactylus sp, Learnea sp dan Argulus sp.

“Jenis parasit yang paling berbahaya, bahkan belum ada obatnya adalah Myxobolus sp. karena dapat menyebabkan tingkat kematian hingga 100% dalam masa waktu 1-2 minggu,” ungkap Asep.

Keberhasilan pengobatan untuk penyakit parasitik sangat tergantung pada identifikasi jenis parasit dan siklus hidupnya. “Bahan yang direkomendasikan dalam pengobatan saat ini adalah Methylene Blue dan garam,” tambah Uni.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur

Incoming search terms:

  • parasit pada ikan air tawar
  • Jamur pada ikan air tawar
  • jenis parasit pd
  • jenis parasit pada ikan air tawar
  • jenis ektoparasit jamur pada ikan
  • inspirasi dalam perikanan budidaya air tawar 2017
  • Tempat magang yang cocok di sukabumi tentang parasit dan penyakit ikan
  • jenis-jenis parasit pada ikan air tawar
  • karakteristik jamur pada ikan air tawar
  • learnea sp klasifikasi parasit

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose