Pembenihan dan Pembesaran Patin di Pekarangan

Dikeluarkannya kebijakan pembatasan kuota impor ikan membuat ikan patin menjadi salah satu ikan dalam negeri yang menjadi tumpuhan kebutuhan pasar lokal. Selain menjadi komoditas konsumsi, ikan patin juga dijual sebagai ikan hias. Prospek bisnisnya masih terbuka lebar dan potensial dijadikan sebagai usaha sampingan di halaman rumah sendiri.

AK 9 Budidaya 1 1

Seiring meningkatnya permintaan masyarakat, ikan patin mulai dibudidayakan di berbagai media seperti kolam, keramba, maupun bak semen. Meskipun tidak se-semarak budidaya ikan gurami dan lele, budidaya ikan patin merupakan salah satu budidaya paling potensial yang dapat menghasilkan nilai jual tinggi.

Ikan patin, dengan nama ilmiah Pangasius hypophthalmus, masuk ke dalam golongan jenis ikan lele (catfish) yang memiliki kumis atau sungut. Jenis catfish satu ini termasuk ikan yang tubuhnya sangat mudah besar. Dalam 6 bulan, panjang badannya bisa mencapai 35 sampai 40 cm. Bila dibiarkan terus tumbuh, panjang badan ikan patin mencapai 1—2 meter.

Ikan patin dibesarkan hingga memenuhi ukuran standar konsumsi. Meski dikonsumsi dalam berbagai ukuran, antara 200 gram hingga 1 kilogram, masa panen menyesuaikan dengan permintaan pasar.

Habitat asli ikan patin adalah sungai-sungai besar yang ada di kawasan Pulau Kalimantan, Pulau Sumatera, dan Pulau Jawa. Meskipun demikian, ikan patin juga dapat hidup dan dibudidayakan di kolam air tawar.  Untuk mempercepat pertumbuhan, budidaya ikan patin sering dilakukan di kolam dengan air yang mengalir secara teratur.

Saifudin merupakan generasi kedua penerus usaha keluarga dalam berbudidaya ikan patin yang berlokasi di Pondok Gede, Jakarta Selatan. Usaha kecil-kecilan yang telah dirintis oleh ayah Saifudin, H. Gani Gamun, tak terasa telah berlangsung selama lebih dari tiga puluh tahun. Luas pekarangan untuk budidaya ikan patin meluas menjadi 250 meter persegi dan telah menjadi salah satu sumber penghasilan utama keluarga. “Budidaya ikan patin disesuaikan dengan musim kawinnya. Sambil menunggu musim kawin ikan patin tiba, kami membudidayakan ikan hias. Saya dan keluarga telah memutuskan untuk fokus di budidaya ikan patin dan ikan hias.”

Untuk memulai proses budidaya ikan patin diperlukan persyaratan dan kondisi lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan ikan patin, dimulai dari tanah liat atau lempung yang tidak poros, kemiringan tanah antara 3—5%, kualitas air bersih, pH yang berkisar 6,5—7,0 dan suhu air optimal, antara 26—28 derajat celcius. “Untuk ikan patin sendiri, kami selalu letakkan di akuarium dalam, bukan akuarium terbuka karena tidak boleh terkena paparan sinar matahari berlebih,” terang Saifudin. Menurut Saifudin, suhu merupakan faktor penting dalam budidaya ikan patin.

AK 9 Budidaya 1 4

Idealnya, ikan patin tumbuh lebih baik di kolam dengan aliran air yang mengalir dengan baik. Meskipun demikian, patin juga dapat dipelihara di kolam semen yang tidak mengalir, asalkan kualitas air terus diperhatikan dengan baik.

Saifudin mengakui, dari 17 kolam semen yang terdapat di pekarangannya, airnya tidak mengalir. Namun air segera diganti jika kotor atau terlalu banyak lumut.  “Di saat pemijahan dari telur sampai bibit, pemeliharaan dilakukan di dalam akuarium,” ungkap Saifudin, “sementara kolam semen diprioritaskan khusus untuk pemeliharaan induk setelah ditangkap dari empang.”

Pemupukan

Proses pemupukan dilakukan sebelum ikan patin dimasukkan ke dalam kolam. Pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk hijau dengan dosis 50—700 gram per meter persegi. Pemupukan bertujuan merangsang pertumbuhan pakan alami di dalam kolam.

Pembibitan

Pembibitan bisa dimulai dengan mengawinkan indukan yang berkualitas, baik dari alam maupun dari para penjual benih. Untuk meminimalkan gagal kawin, satu betina dipasangkan dengan dua jantan. Selama proses perkawinan, pembentukan sel telur dan sperma dipicu dengan suntikan hormon pemicu. Selanjutnya, indukan disatukan selama satu hingga dua minggu. Setelah bertelur, induk dipisahkan dan diambil telurnya.

Produksi benih dapat dilakukan dengan proses reproduksi buatan dengan mencampurkan telur induk betina dengan sperma ikan jantan. “Secara sederhana, telur dimasukkan ke dalam mangkuk dan dalam jangka waktu yang secepat mungkin langsung dimasukkan sperma dari induk jantan,” papar Saifudin. “Setelah menyatu, sperma dan telur diaduk rata menggunakan semacam kuas. Selama penyatuan sperma dan ovum, tidak boleh dikenakan air. Setelah menyatu, telur dituang ke akuarium,” tambahnya.

Pemeliharaan benih

Benih dipelihara dalam akuarium berukuran 80 cm x 45 cm x 45 cm dengan padat penebaran 500 bibit ikan per akuarium. Selama perawatan, diperlukan heater dan aerator untuk menjaga kuantitas oksigen dan kestabilan suhu. Adapun pakan diberikan setiap 2 jam sekali. Kurang lebih satu minggu, benih mulai tumbuh.

Pemberian pakan merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan budidaya ikan patin.  Aspek kandungan gizi, jumlah, serta frekuensi pemberian pakan dapat menentukan kualitas hasil panen.  Pakan yang dapat diberikan berupa pelet dan bisa ditambahkan pakan alami lainnya seperti kerang, ikan sisa, sisa dapur, dan sebagainya. Pengadaan pakan alami dari lingkungan dapat menghemat biaya pemeliharaan.

Pemanenan

Meskipun tampak sepele, pemanenan harus diperhatikan untuk mencegah kerusakan, kematian, dan cacat saat dipanen. Penggunaan jala sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan luka. Alternatif alat yang dapat digunakan yaitu serok atau menangkap ikan dari bagian hilir ke hulu. Usahakan ikan tidak terluka agar kualitasnya tidak turun dan harga jualnya tinggi. Selanjutnya ikan dimasukan ke dalam wadah yang telah diisi air. Hal ini bertujuan agar ikan tetap hidup dan tidak stres. Saat musim panen tiba, Saifudin mengakui bahwa keuntungannya bisa mencapai Rp 15,000,000 juta per siklus.

Usaha ini sangat cocok bagi anda yang memiliki halaman luas dan modal yang lumayan. Meskipun demikian, Anda yang tidak memiliki modal besarpun bisa menjalankan usaha sampingan ini di kolam terpal. Segmen budidaya pendederan bisa dijadikan pilihan

Incoming search terms:

  • ukuran kolam ikan patin
  • cara budidaya ikan patin di kolam beton
  • budidaya patin
  • pembesaran patin
  • budidaya ikan patin
  • ukuran kolam ikan patin 1000 ekor
  • ukuran kolam patin 1000 ekor
  • kolam beton untuk ikan patin
  • budidaya ikan patin di kolam tembok
  • ikan patin

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose