Penerapan Keramba Jaring Apung dalam Budidaya

Spread the love

Salah satu teknik budidaya dalam akuakultur yang berkembang saat ini adalah Keramba Jaring Apung (KJA). Tidak hanya budidaya ikan, KJA juga dapat diterapkan pada budidaya udang.

Teknologi budidaya ikan dengan sistem Keramba Jaring Apung (KJA) telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Budidaya dengan sistem keramba jaring apung mulai dikembangkan di perairan pesisir dan perairan danau. Beberapa keunggulan ekonomis usaha budidaya ikan dalam keraamba jaring apung yaitu: 1) Menambah efisiensi penggunaan sumberdaya; 2) Prinsip kerja usaha keramba dengan melakukan pengurungan pada suatu badan perairan dan memberi makan dapat meningkatkan produksi ikan; 3) Memberikan pendapatan yang lebih teratur kepada nelayan dibandingkan dengan hanya bergantung pada usaha penangkapan.

Berdasarkan laporan yang disusun oleh Dewan Nasional Perubahan Iklim Republik Indonesia (DNPI) 2014, KJA adalah suatu saraana pemeliharaan ikan atau biota air yang kerangkanyaa terbuat dari bambu, kayu, pipa pralon atau besi bebentuk persegi yang diberi jaring dan diberi pelampung seperti drum plastik atau styrofoam agar wadah tersebut terapung di dalam air. Kerangka dan pelampung berfungsi untuk menahan jaring agar tetap terbuka di permukaan air, sedangkan jaring yang tertutup di bagian bawahnya digunakan untuk memelihara ikan selama beberapa bulan.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur

 

 

Incoming search terms:

  • laporan kesehatan Keramba jating apung
  • laporan praktikum budidaya keramba apung
  • perkembangan pemakaian jaring apung bundar
, , ,

2 thoughts on “Penerapan Keramba Jaring Apung dalam Budidaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *