Peralatan kolam ikan sistem resirkulasi

Kolam ikan sistem resirkulasi atau lebih dikenal resirculation aquaculture system (RAS) tengah naik daun. Pasalnya, kolam sistem ini memiliki beberapa keunggulan di antaranya adalah faktor lingkungan dapat dikendalikan, kualitas air terjaga, tidak mencemari lingkungan, dapat diintegrasikan dengan usaha lain misalnya hidroponik, menghemat penggunaan air, dan masih banyak lagi.

Pada kolam yang menerapkan sistem resirkulasi, air buangan yang berasal dari kolam atau tambak tidak dibuang, akan tetapi dialirkan kembali ke dalam kolam tersebut. Tentu saja, air yang dimasukkan kembali tersebut sudah mengalami beberapa tahap pengolahan. Hal ini untuk mengembalikan dan menjaga kualitas air sehingga diperoleh air yang memenuhi syarat-syarat untuk kehidupan ikan.

Kolam/ bak pemeliharaan ikan

Kolam ikan dirancang untuk memudahkan proses pemeliharaan ikan dan perawatan airnya. Kolam ikan dapat dibuat dari terpal, lapisan geomembran, semen, bio-concrete, atau lapisan lainnya yang kedap air. Perlu diketahui, bahwa masing-masing bahan tersebut memiliki  kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Terlepas dari jenis lapisan yang digunakan untuk dinding kolam, dasar kolam perlu mendapat perhatian yang cukup serius. Penampang dasar kolam sebaiknya dibuat miring menuju ke pusat kolam. Pada pusat kolam tersebut, dibuat central drain atau saluran pengeluaran air. Pada kondisi normal, saluran ini tertutup. Ketika proses penggantian air, saluran ini dapat dibuka untuk membuang air atau proses resirkulasi air.

Umumnya, posisi saluran pemasukan air diletakkan lebih tinggi dari permukaan air kolam sehingga memungkinkan terjadinya proses air terjun. Sementara itu, saluran pengeluaran air dibuat  pada bagian paling dasar kolam sehingga memudahkan pengeluaran bahan organik yang tenggelam.

Pompa

Pompa merupakan alat yang sangat vital, karena berfungsi untuk menaikkan air dari tempat yang lebih rendah. Dalam sistem resirkulasi, pompa digunakan untuk mengalirkan air buangan dari kolam menuju ke filter dan saluran pemasukan air kolam yang tempatnya lebih tinggi. Oleh karena itu, pemilihan spesifikasi pompa perlu diperhitungkan secara matang-matang. Selain spesifikasi dayanya yang diukur berdasarkan kemampuannya menaikkan air (head), pompa juga dipilih berdasarkan debit air yang dapat dialirkan. Biasanya, debit air dinyatakan dengan ukuran sekian liter per sekian waktu. Satuan yang lazim digunakan di antaranya yaitu liter/ jam. Dua parameter tersebut, mempengaruhi besarnya daya listrik yang dibutuhkan. Semakin besar keduanya, semakin besar daya listrik yang dibutuhkan.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose