Posisi Pas untuk Kincir dan Anco

Sekilas, memilih posisi kincir tambak dan anco tampak mudah dan asal saja. Padahal, posisi ikut menentukan prestasi produksi.

Dalam budidaya udang, keberadaan kincir tambak dan anco sudah menjadi kebutuhan. Tingkat penggunaan kedua peralatan tambak ini masih mendominasi, meskipun terdapat jenis peralatan lain yang memiliki fungsi sama.

Dalam budidaya intensif, terutama tambak dengan padat tebar udang yang tinggi, keberadaan kincir tambak diperlukan untuk menyuplai dan mendistribusikan oksigen ke seluruh lapisan air. Adapun anco digunakan sebagai wadah untuk pakan udang. Di sinilah udang menghabiskan waktu untuk menikmati makanan yang diberikan oleh petambak.

Kolaborasi kedua alat ini ternyata juga berpengaruh besar terhadap kesehatan lingkungan hidup udang, yaitu kualitas air. Tanpa perlakuan yang tepat, kualitas air menjadi lebih cepat turun. Jika difungsikan dengan baik, hasil produksi udang pun menjadi lebih baik. Salah satunya dengan meletakkan kincir dan anco di posisi yang tepat.

Sebaran kincir

Manajemen air yang buruk dapat menyebabkan kadar konsentrasi oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO) tidak memadai. Akibatnya, konsentrasi amoniak, nitrit, hidrogen sulfida, dan karbondioksida pun menjadi berbahaya bagi kehidupan udang. Bahkan bisa berdampak pada kematian.

Penipisan kadar oksigen terlarut di dalam tambak dapat dicegah dengan aerasi. Di sinilah peran aerator dibutuhkan. Dengan melakukan aerasi secara terus-menerus, oksigen dapat disistribusikan ke seluruh lapisan air. Salah satu aerator yang popular dan menjadi andalan di kalangan petambak adalah kincir tambak atau paddle wheel aerator.

Selain ekonomis, kincir tambak lebih bertenaga dan efektif dipasang di kolam atau tambak, baik untuk ikan maupun udang. Kincir ini mampu meningkatkan kualitas oksigen serta mencegah dekomposisi anaerobik dari bahan organik yang menumpuk di dasar kolam  atau tambak. Selain itu, keberadaan kincir bisa mencegah stratifikasi termal.

Hal ini diakui oleh Eko Winasis, petambak udang dari Tembalang, Semarang. Menurutnya, kincir tambak memiliki putaran yang lebih kuat. “Kincir ini bisa diletakkan sesuai kebutuhan tambak, untuk daerah yang sudah dialiri listrik. Sementara untuk yang belum dialiri listrik biasanya menggunakan kincir rangkai bermesin diesel,” paparnya.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur

Incoming search terms:

  • posisi anco pakan udang

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose