Potensi Pasar Ikan Nila

Oleh : Ir. Anang Hermanta

Penyakit KHV (Koi Herpes Virus) menjadi momok menakutkan untuk perikanan air tawar sekitar tahun 2003, terlebih ikan mas yang paling banyak terjangkit penyakit ini. Hal tersebut membuat pembudidaya kemudian beralih ke ikan nila, terbukti dengan permintaan ikan nila di pasaran tergolong masih tinggi.

Hal ini wajar karena ikan nila merupakan komoditi ikan air tawar nomor dua terbesar setelah lele, diikuti oleh ikan mas, patin, gurame, bawal dan lain-lain. Dagingnya yang lembut dan tebal, bisa difillet, tidak banyak duri, bisa dijual dalam keadaan hidup atau mati, mudah diolah, menjadikan ikan nila banyak disukai masyarakat.

Permintaan akan nila tidak hanya dari pasar domestik, tetapi juga pasar ekspor. Beberapa perusahaan sudah secara berkala melakukan ekspor ikan nila ke Amerika dan Eropa. Tahun 2017 juga kami yakin budidaya ikan tawar akan meningkat, khususnya ikan nila dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia diatas 5%.

Pembangunan infrastruktur yang terus digarap akan menggairahkan perekonomian. Menggeliatnya harga produk tambang (batubara), produk perkebunan (sawit dan karet), akan meningkatkan daya beli masyarakat sehingga berefek positif terhadap konsumsi ikan, apalagi potensi budidaya ikan nila masih terbuka luas.

Beragam teknik dan area budidaya nila bisa dilakukan, mulai dari KJA, tambak, kolam deras, kolam air tenang dan lain-lain. Tidak seperti jenis ikan lain, keunggulan lainnya yang dimiliki ikan nila yang menjadikannya mudah untuk dibudidayakan yakni ikan nila bisa hidup di segala macam perairan dan berbagai kondisi.

Hal inilah yang membuat nila hampir bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat dan semua etnis, sehingga tidak sulit menemukan ikan nila disemua pasar-pasar di Indonesia. Kisaran harga untuk ikan nila tentu berbeda-beda disetiap sentra budidaya, tergantung pada jumlah permintaan dan penyediaan layaknya produk pertanian.

Namun harga ikan di Jawa lebih rendah dibanding di luar Jawa. Pada kondisi normal harga di tingkat pembudidaya, dirata-rata dari berbagai daerah sekitar Rp 19 ribu per kilogram. Saat ini sudah dikembangkan nila salin yang bisa dibudidayakan di air asin (laut) dan menurut beberapa sumber, Indonesia termasuk negara produsen ikan nila terbesar no 2 setelah Tiongkok.

Angka produksi ikan nila di Indonesia, belum diketahui secara pasti, karena jika mengacu angka dari pemerintah, produksi ikan di Indonesia tinggi sekitar 4,5 juta ton. Sedangkan merilis dari data GPMT (Gabungan Perusahaan Makanan Ternak), produksi pakan ikan di Indonesia pada tahun 2015 sekitar 1,2 juta ton.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur

Incoming search terms:

  • harga pakan ikan nila 2017
  • data permintaan ikan nila
  • pasar ikan nila
  • harga ikan nila 2017
  • potensi perikanan nila saat ini
  • permintaan export ikan nila
  • prospek ikan nila 2017
  • data statistik permintaan ikan nila
  • data produksi nila 2017
  • data harga benih ikan nila tahun2017

1 Comment on Potensi Pasar Ikan Nila

  1. Salah satu jenis ikan yang paling banyak saya makan nih, harganya terjangkau.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose