Prospek Usaha Catfish

 

 

“Produksi  Catfish (Lele dan Patin) menyumbang sekitar 50% dari total produksi nasional komoditas ikan air tawar.  Budidaya catfish umumnya dilakukan oleh masyarakat ekonomi menengah kecil, sehingga berperan dalam meningkatkan perekonomian rakyat  dan menyerap tenaga kerja,” ungkap Sekjen Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI), Dr. Azam B. Zaidy.

 

Menurut Azam, “Catfish merupakan komoditas ikan air tawar masa depan, seiring dengan makin terbatas ketersediaan air dan ketersedian lahan untuk budidaya ikan.”

 

Azam menambahkan, “Lele dan patin  dapat dipelihara di daerah dengan ketersediaan air tawar yang terbatas dengan produktivitas tinggi yaitu sebesar 75 – 100 kg/m3.”  Khususnya ikan lele telah dibudidayakan di seluruh nusantara.

 

Seperti yang pernah dikatakan oleh Pengamat Perikanan di Aceh, Saifullah, “budidaya pembenihan dan pembesaran lele di Aceh bagus, dan masyarakat pun menyukai makan lele. Sedangkan ikan patin kurang berkembang karena belum dikenal. Adapun harga lele dipasaran Aceh saat ini Rp 28.000,-/kg, dengan perkilo ada tujuh ekor.”

 

Senada dengan hal itu, menurut pengamat perikanan di Sulawesi Ghufran H. Kordi K., “budidaya lele dumbo dan sangkuriang di Sulawesi sudah berkembang dan ada yang membenihkannya, sampai di pekarangan rumah pun banyak yang membudidayakannya. Berbeda dengan patin, meskipun ada tapi sedikit karena kurang dikenal. Namun, harganya lebih baik dibanding dengan harga lele saat ini, yang mencapai sekitar Rp 13.000/kg karena mengalami pasokan berlebih.”

 

Begitu pun dengan Karminto, salah seorang pembudidaya lele di Pati, Jawa Tengah, menurutnya, “prospek budidaya pembenihan dan pembesaran lele sangat berkembang hal ini didukung dengan potensi daerah seperti banyaknya kolam-kolam yang luas, kurang lebih ada 1000 kolam di Pati, sehingga masyarakat banyak yang membudidayakan lele.”

 

Adapun kendala dalam budidaya lele dan patin ini, menurut Pembudidaya di Gondosuli Tulungagung Jawa Timur, Marjo, salah satunya yaitu faktor ketersediaan air yang fluktuatif. “Budidaya saya pada tahun 2015 lalu sewaktu kemarau panjang kolam-kolamnya sering mengalami kekeringan. Sedangkan pada 2016 ini masuk penghujan sering mengalami kebanjiran karena susah membuang air.”

 

Ternyata dalam budidaya catfish ini banyak keuntungan yang didapat, selain kota Tulungagung ini masuk juara kedua sebagai kawasan minapolitan, juga kelompok “Mina Jaya” yang diketuai oleh Marjo mendapatkan rekor Muri pada tahun 2015 sebagai penghasil pecel lele 5000 cuek.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur Edisi Mei 2016

Incoming search terms:

  • budidaya catfish
  • budidaya catfih
  • budidaya ikan tawar di pati
  • informasi kolam pembesaran lele pati jawa tengah
  • jual benih catfish di tulungagung
  • prospek akuakultur
  • ternak ikan baby catfish

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose