Protein Hidrolisat dan Taurin, Bahan Alternatif untuk Peningkatan Produksi

Selain faktor sustainability dan food security, peningkatan harga tepung ikan juga menjadi salah satu faktor pendorong para pelaku usaha untuk mencari bahan alternatif yang dapat menjamin keberlanjutan usaha. Diperlukan suplemen pelengkap untuk melengkapi keterbatasan bahan alternatif.

Tak bisa dipungkiri, sektor perikanan budidaya telah menjadi salah satu sektor dengan kenaikan tingkat produksi yang cukup signifikan. Data FAO (2014) menunjukkan bahwa rata-rata kenaikan produksi dari tahun 1980 hingga 2012 sekitar 8,6% per tahun dengan jumlah produksi sebanyak 90,4 juta ton. Dari jumlah tersebut, 66,6 juta ton berupa ikan konsumsi dan 23,8 juta ton produksi alga akuatik.

Saat ini, dari sekitar 600 spesies yang menjadi komoditas budidaya, lebih dari 60% di antaranya didominasi oleh komoditas ikan dan krustasea. Sebagian besarnya tentu bergantung kepada input pakan untuk memenuhi kebutuhan gizi selama masa produksi. Menjadi sangat kontradiktif bila mengaitkan masalah pakan dengan isu sustainability. Pasalnya, pakan yang digunakan umumnya masih menggunakan ikan pelagis dan demersal sebagai bahan utama pembuatan tepung atau minyak ikan, yang sejatinya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk ketahanan pangan (food security).

Selain faktor sustainability dan food security, peningkatan harga tepung ikan juga menjadi salah satu faktor pendorong para pelaku usaha untuk mencari bahan alternatif yang dapat menjamin keberlanjutan usaha. Sebagai contoh, penggunaan tepung kedelai, bungkil biji kapuk, atau bahan nabati lainnya. Namun, terdapat kendala keterbatasan seperti rendahnya konsentrasi asam amino esensial dan keberadaan zat antinutrisi. Selain itu, dampak yang ditimbulkan seperti rendahnya tingkat performa pertumbuhan dan buruknya rasio konversi akan menjadi tantangan tersendiri dalam pengggunaan bahan-bahan alternatif tersebut.

Menimbang hal tersebut, penggunaan bahan suplemen yang bertujuan untuk melengkapi kekurangan bahan alternatif dimaksud menjadi fokus perhatian dalam mendukung keberlanjutan aktivitas produksi. Penggunaan protein hidrolisat dan taurine dinilai memiliki efektivitas yang baik dalam mendukung performa pertumbuhan dan sistem imun ikan.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose