Ragam Peralatan dalam Pembenihan Kepiting Bakau

Meskipun survival rate (SR) yang didapatkan masih sangat rendah, BBPBAP Jepara mampu memproduksi benih kepiting bakau (Scylla sp.) sekitar 25.000—30.000 ekor crablet per siklus produksi. Sementara benih rajungan yang dihasilkan 100.00 ekor crablet per siklus. Apa saja sarana yang dibutuhkan?
BBPBAP Jepara sudah mengembangkan pembenihan kepiting bakau dari tahun 1994 dan menerima penghargaan dari Presiden Soeharto, presiden RI saat itu. Selanjutnya, pengembangan terus dilakukan hingga tahun 2000 dengan melakukan kerjasama penelitian di bidang pembenihan kepiting bakau bersama Belgia. Sempat dihentikan pada tahun 2009, kegiatan ini diaktifkan kembali pada tahun 2015 untuk memberi solusi terhadap keluarnya PERMEN KP No.1 tahun 2015 tentang pelarangan penangkapan kepiting bakau, rajungan, dan lobster.
Untuk mendukung keberhasilan usaha pembenihan kepiting bakau, terdapat sarana dan prasarana yang perlu disiapkan. Lisa Ruliaty, S.Pi, perekayasa madya di BBPBAP Jepara, mengungkapkan bahwa terdapat beberapa bahan dan peralatan yang perlu disiapkan dalam melakukan pembenihan kepiting bakau sesuai dengan tahapannya. Berikut bahan dan peralatan pembenihan udang berdasarkan fase pemeliharaannya.
Tahap pemijahan
Pada tahap pemijahan, sarana yang dibutuhkan adalah bak pemeliharaan induk dan bak pengeraman atau inkubasi. Bak pemeliharaan induk terbuat dari beton/fiber persegi empat atau bundar dengan kapasitas 5—10 ton atau 5—10 m3 dengan kedalaman bak minimal 50 cm. Dasar bak diberi substrat berupa pasir sebagai tempat berlindung bagi induk kepiting. Untuk menghindari perkelahian, induk bisa dipelihara dalam sekat-sekat kayu atau bambu yang diletakkan dalam kolam dengan kepadatan 2—3 ekor per meter persegi.
Air media yang digunakan sebagai media pemeliharaan induk merupakan air laut yang telah melalui tahap filtrasi dan sterilisasi dengan menggunakan kaporit atau klorin. Sterilisasi membutuhkan 10—15 ppm kaporit. Selain itu, sterilisasi bisa menggunakan natrium thiosulfat sekitar 5—7,5 ppm.
Baskom dibutuhkan untuk aklimatisasi dan desinfeksi induk kepiting. Untuk desinfeksi, induk direndam dalam baskom berisi 50 ppm formalin (1 ml formalin dalam 20 liter air) selama 5 menit. Sementara timbangan dibutuhkan untuk mengetahui bobot induk agar penentuan dosis pakan selama pemeliharaan induk bisa lebih efisien.
Saat ablasi atau pemotongan tangkai mata, alat yang digunakan adalah gunting untuk memotong, yang telah disterilisasi dengan alkohol. Cat spray digunakan untuk penanda atau tagging pada karapas kepiting bagi induk yang sudah diablasi. Adapun sterilisasi luka bekas pemotongan menggunakan larutan kalium permanganat (PK) sebanyak 30 ppm (0,6 g dilarutkan dalam 20 liter air laut steril), yang dipakai untuk merendam induk selama 5 menit.
Setelah memasuki kematangan gonad (TKG) III, induk dipindahkan ke bak pengeraman atau inkubasi. Kepadatan induk pada fase ini adalah 1 ekor per meter persegi. Bak pengeraman terbuat dari plastik atau fiber berbentuk silinder dengan kapasitas 100—200 liter. Sementara ketinggian air bak minimal 50 cm, dilengkapi satu titik aerasi.
Larutan formalin 50 ppm (1 ml formalin dalam setiap 20 liter air laut) diperlukan untuk merendam induk yang akan dimasukkan dalam bak pengeraman. Proses perendaman selama 10 menit. Peralatan sifon diperlukan untuk membersihkan air setiap 2—3 hari, disertai penggantian air sebanyak 50%, hingga telur menetas. Pembersihan ini dilakukan untuk mengurangi kontaminasi bibit penyakit dari pakan segar terhadap telur yang sedang dierami.
Setelah 10—12 hari masa pengeraman, telur akan menetas. Larva yang sehat akan berenang di kolom air dan bergerak ke arah permukaan air karena fototaksis positif terhadap cahaya. Sementara larva yang mati atau sehat mengendap di dasar. Diperlukan penyifonan untuk membuang larva yang mengendap.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur

Incoming search terms:

  • alat dan peralatan yang dibutuhkan untuk membuka usaha budidaya kepiting bakau
  • alat yg di butuhkan untuk penangkatan kepiting
  • bibit rajungan jepara
  • lisa ruliaty bbpbap jepara
  • pembenihan kepiting Jepara
  • peralatan yg dibutuhkan untuk budidaya rajungan

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose