Raup Untung dari Pupuk Organik Berbahan Limbah Ikan

 

Tidak hanya dijadikan tepung ikan, sebagian limbah sisa tulang juga bisa diolah menjadi pupuk. Tercatat ada enam usaha pengolahan pupuk di Jawa Timur pada tahun 2013.

 

Selain menjadi sumber protein hewani, ikan juga memiliki kandungan gizi lain yang tinggi seperti mineral, vitamin, dan lemak tak jenuh. Protein dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan pengganti sel-sel tubuh yang telah rusak. Selain air, protein merupakan bagian utama dari susunan (komposisi) tubuh kita. Protein dalam ikan berguna untuk mempercepat pertumbuhan badan, meningkatkan generasi atau keturunan yang baik. Ikan memiliki kadar protein sangat tinggi, yaitu sekitar 20%. Di samping itu, protein yang terkandung dalam ikan mempunyai mutu yang baik sebab sedikit mengandung kolesterol dan lemak.

 

 

Banyak industri perikanan yang berkembang untuk mencukupi kebutuhan ikan tersebut. Namun, dengan bertambahnya industri ikan, pertumbuhan limbah yang dihasilkan juga melonjak naik.

 

Pada dasarnya, limbah merupakan bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas manusia maupun proses alam dan tidak atau belum mempunyai nilai ekonomi. Bahkan dapat mempunyai nilai ekonomi negatif karena penanganan untuk pembuangan memerlukan biaya yang cukup besar, di samping dapat mencemari lingkungan.

 

Limbah merupakan masalah di dalam suatu industri, termasuk industri penangkapan ikan, penanganan, pengangkutan, distribusi, dan pemasaran. Limbah bisa berupa ikan yang terbuang, tercecer, serta sisa olahan yang menghasilkan cairan. Limbah juga bisa berasal dari pemotongan, pencucian, dan pengolahan produk.

 

Dampak limbah industri pengolahan ikan terhadap kesehatan lingkungan dapat dirasakan dengan bau limbah ikan yang menyengat, mencemari udara, mengundang lalat yang dapat menjadi vektor penyakit, dan berbagai dampak negatif lainnya.

 

Industri pengolahan ikan harus memiliki metode dalam pengolahan limbah sehingga limbah olahan ikan tidak hanya dibuang begitu saja di tempat pembuang sampah. Bila industri pengolahan ikan tidak memperhatikan hal ini, lokasi industri mereka bisa menjadi tempat pertumbuhan bakteri dan virus penyebab penyakit.

 

Di era teknologi yang canggih sekarang ini, limbah bisa menjadi produk yang berguna. Beberapa industri pengolahan ikan sebenarnya sudah mulai melakukan inovasi pengolahan limbah ikan menjadi produk yang bernilai ekonomis.

 

Salah satunya industri pengolahan minyak ikan. Tahun 2013, terdapat 9 usaha pengolahan minyak ikan di Jawa Timur, dengan kapasitas 1—5 ton minyak ikan per bulan. Pengolahan hasil sampingan industri filet ikan nila juga dinilai berkembang dengan pesat. Bahkan komoditas ini dapat dimanfaatkan hingga nyaris tanpa limbah. Setidaknya, terdapat dua industri filet ikan nila yang terintegrasi dengan pengolahan hasil sampingan di Sumatera Utara dan Jawa Tengah. Limbah yang diolah tidak hanya tulang dan kepala ikan nila, tetapi juga kulit, isi perut, ekor, bahkan sisik dan limbah cair.

 

Selama 4—5 tahun terakhir, usaha pengolahan hasil sampingan perikanan berkembang pesat. Informasi yang diperoleh dari Ditjen Perikanan Budidaya bahwa di provinsi Jawa Timur terdapat 25 industri pengolahan tepung ikan yang memanfaatkan limbah seperti tulang, kepala, dan ekor ikan. Limbah tersebut berasal dari industri pengalengan ikan dengan kapasitas 2—5 ton bahan baku per hari. Tidak hanya dijadikan tepung ikan, sebagian limbah sisa tulang juga diolah menjadi pupuk. Tercatat ada enam usaha pengolahan pupuk di Jawa Timur pada tahun 2013.

 

Foto 2 Limbah olahan ikan bisa bernilai ekonomis jika diolah dengan tepat

 

 

Bahan baku pupuk organik

Limbah ikan yang terbuang bisa memiliki nilai dan bermanfaat bagi makhluk hidup, khususnya tanaman. Caranya, limbah ikan diolah menjadi pupuk organik.

 

Tanaman memerlukan nutrisi lengkap dalam bentuk unsur hara makro, hara makro sekunder, dan unsur hara mikro. Disebabkan tanah tidak memiliki semua unsur tersebut, perlu adanya usaha penambahan dalam bentuk pupuk.

 

Kandungan unsur makro dalam pupuk biasa terbatas, tidak mencukupi untuk kebutuhan tanaman. Dengan begitu harus dilengkapi dengan penambahan unsur lain agar kandungan nitrogen, fosfor, dan kaliumnya sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Unsur hara makro terdiri dari makro primer seperti N, P, dan K; makro sekunder seperti Ca, Mg, dan S; sedangkan unsur hara mikro terdiri dari Fe, Zn, Cu, Mn, Cl, Bo, Mo, dan banyak lagi lainnya. Kandungan protein yang sangat tinggi memungkinkan pupuk organik dari limbah ikan membantu pertumbuhan tanaman.

 

Keunggulan pupuk organik dari limbah ikan antara lain: (1) pupuk yang dihasilkan merupakan pupuk organik dengan unsur hara lebih lengkap dibandingkan pupuk anorganik; (2) membuat daun tanaman hias menjadi lebih mengilap, bunga lebih banyak, dan bertahan lebih lama; (3) ketersediaan bahan baku melimpah dan murah karena memanfaatkan limbah pengolahan ikan; (4) harga jual kompetitif dibandingkan dengan produk impor yang sangat mahal; (5) memenuhi konsep back to nature melalui pertanian organik.

 

Sementara kelemahan limbah ikan untuk dijadikan pupuk cair adalah bau busuk yang sangat menyengat dan membuat kepala pusing. Namun, masalah bau busuk dapat diatasi dengan menurunkan pH limbah cair, memberi aerasi, menambahkan bahan penyerap bau, serta menggunakan mikroba dekomposer yang merombak senyawa yang menimbulkan bau. Proses penurunan pH limbah ikan dari 8,0 menjadi 6,0 dengan menambahkan HCl, menambahkan molase, dan menginokulasi limbah ikan dengan kultur bakteri asam laktat. Kultur ini diinkubasi pada shaker dengan memberikan aerasi secara terputus selang dua jam dengan dikocok pada 120 rpm. Dengan cara ini, bau busuk limbah ikan hilang dalam waktu inkubasi selama lima hari. (Althaf)

Incoming search terms:

  • cara membuat pupuk organik cair dari limbah ikan
  • cara mengolah limbah ikan menjadi pupuk organik
  • pupuk ikan
  • poc dari limbah ikan
  • Limbah ikan
  • pengolahan limbah ikan
  • cara membuat pupuk organik cair dari ikan
  • cara membuat pupuk cair dari ikan
  • pupuk air ikan
  • cara membuat pupuk dari ikan

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose