Screw Press, Solusi Murah Cetak Pelet Ikan Apung

Mahalnya harga pelet ikan apung sudah bukan hal asing. Berbagai upaya menyediakan bahan baku di sekitar lahan budidaya pun ramai dilakukan. Namun, pembudidaya menginginkan pakan yang instan dan relatif lebih tahan lama. Cetak pelet solusinya.

Selain memudahkan kegiatan pemberian pakan, penggunaan pelet juga memudahkan urusan penyimpanan. Bayangkan jika untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, baik nutrisi utama, vitamin, dan mineral menggunakan bahan baku segar. Berapa banyak tempat khusus untuk menyimpan sisa sayuran, buah-buahan, bekicot, cacing, dan sebagainya. Dengan membuat pelet, semua bahan tersebut diramu, dicampur, dan dicetak menjadi satu.

Pilihan favorit pelet pun jatuh pada pelet ikan apung. Dibandingkan peletikan tenggelam, pelet ikan apung lebih mudah pengontrolannya. Sisa pelet yang tidak termakan tidak langsung tenggelam. Untuk menghindari penurunan kualitas air, pembudidaya bisa dengan mudah mengambil dan membuangnya. Sayangnya, harga pelet apung jelas lebih mahal dari pelet tenggelam.

Solusinya? Jika punya anggaran lebih dan mencukupi, buat pelet apung sendiri!

Mengapa bisa terapung?

Pada pembuatan pakan apung, terjadi proses ekstrusi yang menyebabkan pakan ikan memiliki kemampuan untuk tetap berada di atas permukaan alias mengapung. Demikian tulis Fajar Zahari dalam blog Forsum, Feed Inspiration Centre.

Menurutnya, proses kimia-termodinamika merupakan 2 syarat keberhasilan proses ekstrusi ini, di mana hasil keluarannya berupa pakan apung. Dari segi kimiawi, kadar pati (starch) merupakan penentu.  Maklum, sifat fisik pati yang mengembang saat terkena panas setelah proses gelatinasi mengakibatkan hasil akhir produk memiliki sifat mengapung. Sementara proses gelatinasi dan panas berasal dari tekanan akibat desain screw (ulir) atau injeksi uap.

Bahan yang sudah tercampur dan mengandung kadar air sesuai syarat kemudian mengalir melalui screw. Saat itulah terjadi peningkatan tekanan dan suhu. Peningkatan tekanan dan suhu tersebut mengakibatkan terjadinya proses gelatinasi dari pati.

Mendekati tahap akhir di saluran keluar (dies), suhu dan tekanan semakin meningkat. Pada tekanan normal, air yang terkandung dalam bahan akan menguap. Namun, disebabkan berada pada tekanan tinggi, hal tersebut tidak terjadi. Setelah bahan keluar dari dies dan kembali pada tekanan atmosfer, air menguap secara cepat (rapidly) dan terjadi proses puffing (mengembang) akibat kandungan pati (starch) dalam bahan tersebut. Dua proses kimia-thermodinamika itulah yang menyebabkan terbentuknya pori-pori dalam pakan apung. Udara yang mengisi pori-pori tersebut menjadikan berat jenis pakan apung ringan dan mengambang di air.

Foto 2 #2 (Istimewa)Kelebihan dan kekurangan Screw Press

Salah satu mesin sederhana yang bisa digunakan untuk membuat pakan apung adalah Screw Press. Dalam sebuah bahan tulisan yang dikirimkan pada Info Akuakultur, Jan Lemmen dari PT Kaliber Mitra Sakti menjelaskan bahwa sebetulnya mesin ini tidak termasuk ekstruder, melainkan semacam screwconveyor dengan plat besi berlubang yang diletakkan di bagian depan. Pelet yang keluar dari mesin masih basah sehingga perlu dikeringkan.

Selengkapnya baca di majalah Info Akuakultur Edisi 8/September 2015

Incoming search terms:

  • harga mesin pelet apung sederhana
  • mesin pelet apung sederhana
  • pelet ikan
  • pelet apung murah
  • pelet apung
  • mesin pelet apung murah
  • pelet ikan murah
  • membuat pelet apung
  • gambar pelet ikan
  • mesin pelet apung

1 Comment on Screw Press, Solusi Murah Cetak Pelet Ikan Apung

  1. Malam gan
    mau tanya mesin pelet apung nya.
    sy mau coba u pakan lele.
    brp harga nya dan apakah bisa pakai bahan apa saja?

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose