Selamat Jalan Sang Kreator ! (Mengenang Rudi E Alamsyah)

Sore itu, Minggu 12 November 2017,  sepanjang jalan dari RSUD Bekasi menuju Pasar Minggu Jakarta Selatan diguyur hujan rintik. Seperti biasanya, lalu lintas menjadi tersendat. Sepanjang jalan tol lingkar luar Jakarta menuju Jl TB Simatupang kami harus menikmati suasana jalan padat merayap. Sesekali berhenti. Doa kami panjatkan sepanjang jalan. Bukan doa perjalanan, melainkan doa untuk Wakil Pemimpin Umum dan sekaligus Pemimpin Usaha Majalah Info Akuakultur Rudi E. Alamsyah yang tengah terbaring di RSUD Bekasi. Kami baru saja menjenguknya

Sejak dirawat di RS Selasa malam 7 November 2017 kondisinya sempat membaik , Bahkan di hari Rabu ia bisa ngobrol dengan kami dengan suasana hangat. Namun Minggu pagi kondisinya menurun, bahkan tak sadarkan diri. Meskipun begitu, melihat raut mukanya yang tampak cerah, tidak pucat, hati kami memilih untuk berpikir positif, bahwa ia, dengan izin Allah SWT akan pulih dan kembali beraktivitas.

Namun sore itu pukul 18.30, di tengah hujan gerimis di jalan tol menuju pulang ke rumah, kami menerima kabar duka.”Mohon dimaafkan yang Pak, Pak Rudi sudah dipanggil”, ujar putrinya di ujung telepon dengan suara tersendat.

IMG_4169

Rudi E Alamsyah (Alm)

Innalilahi wainna ilaihi rojiun. Semua milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Mau tidak mau, kami harus memaknai betul kalimat itu. Rudi Alamsyah adalah milik Allah SWT dan kini kami harus ikhlas bahwa ia kembali kepada-Nya. Tak ada yang bisa mencegahnya.

Lalu lintas pun terasa berhenti. Rintik hujan itu seperti ingin menemani kami yang dalam suasana duka.

***

Setiap kematian adalah sebuah pelajaran, kata Pak Ustad. Rudi Alamsyah adalah perintis penerbitan majalah Info Akuakultur. Ia telah puluhan tahun menggeluti bidang penerbitan media peternakan dan perikanan. Ia termasuk generasi pertama awak media peternakan. Pernah di majalah Ayam & Telur (kini sudah tidak terbit), Poultry Indonesia, ikut merintis majalah Trobos, dan sejak tahun 2015 seusai pensiun dari Trobos, ia merintis penerbitan majalah Info Akuakultur yang didirikan bersama pengurus Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI).

Sahabat dan kerabat pun berkumpul di rumah duka, mulai dari pejabat dari Kementerian Perikanan Kelautan, kalangan dunia usaha peternakan dan perikanan, serta tentu saja para pimpinan dan karyawan media peternakan, perikanan dan pertanian, di antaranya Majalah Poultry Indonesia, Majalah Trobos, Agrina, Sinar Tani, Swadaya, Mina Indonesia, tentu saja kami dari satu atap kantor majalah Infovet, Cat & Dog dan Info Akuakultur.  Tampak pula mantan Direktur Kesling KKP yang kini ketua INFHEM (Indonesia Network For Fish Health Management) Ir Maskur,, sejumlah pejabat Humas KKP dan pejabat lainnya.

Semangatnya untuk berkreasi adalah pelajaran penting bagi kami. Di dalam hatinya kami melihat  api yang membara, sangat bercahaya, yang bernama semangat.

Kami pahami, bahwa semangat merupakan bekal yang diberikan Tuhan yang ditanamkan di dalam hati sanubari setiap manusia. Ia adalah energi untuk bertahan hidup  dan berkembang.

Semangat membara tak akan padam dengan situasi dan kondisi apapun; kesempitan hidup, penyakit, atau ujian-ujian kehidupan lain. Jika masih tersimpan semangat dalam hati dan digunakan dengan maksimal, manusia yang berada dalam ‘titik nol’ pun dapat bertahan hidup. Itulah yang tergambar dari semangat Rudi Alamsyah.

Semangat bak api abadi yang membara, tak padam hanya dengan siraman air hujan bahkan terpaan badai sekalipun. Padamnya semangat dalam diri manusia hanya terjadi ketika manusia tersebut tak lagi bernafas dan tak terdengar lagi jantung yang berdetak.

Yang terpenting dari semua itu adalah bahwa semangat dapat menular ke lingkungan. Seperti halnya sebuah tim sepak bola yang sedang bertanding, terkadang tim yang punya materi pemain ‘pas-pasan’ dapat mengalahkan tim dengan pemain bintang, karena dukungan semangat dari para pemain dan juga supporter yang membara.

Demikian halnya Jenderal Soedirman yang dalam keadaan sakit paru-paru, memimpin perang gerilya. Itu adalah semangat yang luar biasa, hingga menular ke semua pasukan di seluruh pelosok. Bagaimana mungkin pasukan mundur jika sang pemimpin yang sedang sakit pun “terus maju pantang mundur” sebagaimana semboyan perjuangannya.

Itulah semangat!!

Dalam memimpin Tim Majalah Info Akuakultur Rudi meninggalkan warisan yang harus dijaga,  yakni semangat dalam tim untuk berkarya sebaik-baiknya, tanpa mengenal lelah serta taat beribadah, mendirikan sholat dengan tertib dan disiplin. Tetap positif dan tersenyum jika ada yang bersikap negatif. Kami bersyukur menjadi bagian dari generas perintis majalah Info Akuakultur.

Selamat Jalan Pak Rudi, Sang Kreator. Meskipun jasadmu telah tiada namun warisan semangatmu tak akan pernah padam dan terus bersemayam di dalam hati sanubari kami, rekan kerja seperjuanganmu.

Semangatmu akan terus kami jaga dan kami rawat, karena kami sadar Manusia bukan apa-apa tanpa semangat! ***

Penulis: Bambang Suharno (Pemimpin Umum Majalah Info Akuakultur) dan Aditya Permadi  (Mantan Wartawan Info Akuakultur)

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose