Sukses Adalah Banyak Beri Manfaat

Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas
Beribadah, termasuk didalamnya bekerja untuk mencari nafkah adalah sebuah keharusan bagi manusia manusia yang dikarunia akal. Sehingga bekerja bukanlah semata mencari nafkah dan kepuasan duniawi, apalagi hanya sekedar untuk hal-hal yang bersifat fisik.
Kualitas diri seseorang bukan hanya sekedar dinilai dari seberapa banyak dia mampu melakukan sesuatu, tetapi niatan yang memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu. Bekerja adalah bagian dari amanah Tuhan, karena sesungguhnya setiap langkah kita adalah menjalankan amanah Tuhan. Sehingga manusia yang baik adalah bukan bekerja untk menjadi yang terbaikk, tetapi dapat memberikan manfaat dan kebaikan kepada sesamanya.
Hal tersebutlah yang selalu menjadi pegangan Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam drh. Toha Tusihadi. Menurut Toha, kesuksesan adalah bagaimana seseorang dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk orang lain.
Kesuksesan pribadi itu, ungkap Toha, bukan seberapa yang mampu dicapai tapi seberapa besar kita mampu manfaatkannya untuk kebaikan orang lain, masyarakat, bangsa dan negara. “Jadi, bukan posisi apa yang telah didapat tapi konstribusi apa yang sudah kita berikan,” ujar Toha.
Namun menurut Toha, dirinya merasa masih kurang manfaat terhadap orang lain dan juga masyarakat. Sehingga ia selalu melakukan pembenahan, evaluasi diri bagaimana saya supaya lebih bermanfaat dan bisa selalu meningkatkan konstribusi sesuai dengan tugas dan amanah yang diberikan.
Terkait dengan amanah yang diberikan saat ini, Toha merasa bermanfaat apabila institusinya mampu berkontribusi dalam melakukan inovasi teknologi yang tepat guna. Semakin banyak teknologi terapan bidang perikanan budidaya yang diadopsi oleh masyarakat, pada saat itu pulalah yang bersangkutan merasakan kepuasan batin dalam bekerja.
Toha selalu menanamkan tiga kata kunci dalam bekerja dan itu juga ia tularkan kepada rekan-rekannya di BPBL Batam. Menurutnya, dalam bekerja manusia harus kerja keras, cerdas, dan ikhlas. Toha selalu berusaha untuk kerja lebih keras, lebih cerdas, dan lebih ikhlas. “Kemudian dengan dibarengi dengan doa, konsistensi dan fokus insyaAllah kesuksesan yang sesungguhnya akan didapatkan,” jelasnya.
Toha lahir di Kulon Progo, 17 November 1974 silam. Ia habiskan masa kecilnya di sana, sejak Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) ia tamatkan di kota kelahirannya.

Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah dan mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran Hewan (1997) dan Dokter Hewan (1999) di Universitas Gajah Mada (UGM). Awalnya, Toha sama sekali tidak berfikir untuk menjadi PNS. Namun akhirnya, kehendak Tuhanlah menuntunnya untuk mengabdi di Departemen Pertanian, dengan penempatan di Balai Budidaya Laut Lampung.
Ia mengawali karir di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung tahun 2000 dengan penempatan di Laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan selama 11 tahun. Setelah itu, selama 5 tahun Toha dipercaya menjabat sebagai Kepala di Loka Pemeriksaan Penyakit Ikan dan Lingkungan (LPPIL ) Serang, yang antara lain tugasnya di bidang penyakit, obat, residu, lingkungan. Kemudian sejak April 2016 hingga sekarang, Toha diberikan amanah sebagai Kepala BPBL Batam.
Nilai kehidupan
Kedua orang tua Toha adalah Pegawai Negeri Sipil, merupakan sebuah keluarga yang sederhana. Ayah dan Ibunya adalah orang yang paling berpengaruh dalam kehidupannya. Banyak nilai-nilai kehidupan yang dicontohkan kedua orang tuanya yang sangat membekas dalam dirinya.
Bapak saya, kata Toha, selalu memberikan contoh tentang kedisiplinan, ketegasan dan tanggung jawab. Toha kecil, sejak dini sudah dilatih untuk bangun pagi-pagi dan diberikan tanggung jawab untuk mengurusi ternak ayam dan lainnya. Bahkan Toha kecil, sejak kelas 6 SD sudah dibiasakan untuk berkurban seekor kambing dari kambing yang dia pelihara sendiri. Toha mengatakan, dari situlah ia mendapatkan peajaran arti penting dari tanggung jawab.
Lain halnya dari sang ayah, dari ibunya Toha belajar tentang kelembutan, kesabaran dan kedamaian. Pria penyuka jus jeruk dan jambu ini belajar tentang bagaimana seseorang dapat berempati dengan kehidupan orang lain. “Saya rasakan bagaimana Ibu saya harus membiayai keempat anaknya kuliah, karena setelah sepeninggal ayah saya, usahanya yang dirintisnya juga ikut meredup” terang Toha.
Dari perjalanan kehidupannya, ia juga berusaha menanamkan warisan nilai-nilai luhur kepada ketiga anaknya. Tentunya yang lebih penting dan utama adalah bekal pengetahuan agama untuk kehidupan panjang yang akan mereka lalui.
Terkait etos kerja, selain kedisiplinan dan tanggung jawab, kemampuan sosial juga sangat penting dalam menjalin hubungan kerja dengan semua pegawai. Selain kesibukannya, Toha berusaha menyempatkan bertemu dengan keluarganya di Jogja, tempat yang direncanakannya tinggal bersama di suatu saat nanti, ketika amanah sudah selesai ditunaikan. (Adit)

1 Comment on Sukses Adalah Banyak Beri Manfaat

  1. Mantab nih Pak Toha, semoga selali diberikan kemudahan dalam memberi manfaat bagi warga masyarakat dan umat manusia.Aamiin

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose