Tangkal 7 Penyakit Bakterial pada Budidaya Lele

Dikenal sebagai komoditas ikan budidaya yang tangguh, lele juga bisa tumbang akibat serangan penyakit. Salah satunya akibat serangan bakteri. Apa saja bentuk serangannya?   

AK 9 Kesling 1 1 (istimewa)

Nursaid nelangsa. Seribuan benih lele yang baru dimasukkan beberapa minggu lalu tampak mengambang di atas permukaan kolam. Di awali dengan matinya puluhan benih di satu hari, berlanjut setiap harinya berikutnya. Padahal ia sudah berusaha mengikuti petunjuk yang didapatkannya dalam sebuah pelatihan budidaya lele. Sebagai pemula, dia tak mau coba-coba dan mengikuti apa yang pernah diajarkan dalam mengelola kualitas air hingga titik dan komanya.

Hal serupa juga dialami Nugroho. Pemuda dari Purworejo ini bahkan pernah mengikuti magang di salah satu kolam budidaya. Namun, ia pun tak kuasa menahan keheranannya tatkala ribuan ekor benih ikan lelenya mati. Padahal SOP telah dijalankan.

Isa Anshari, pengelola Lele Mangkutana, menuliskan dalam websitenya bahwa merawat ikan lele tidak hanya berbicara soal kualitas air. Selain kualitas air, pembudidaya ikan lele perlu memperhatikan kualitas pakan dan serangan penyakit.

Salah satu penyebab munculnya penyakit pada ikan lele adalah serangan bakteri. Serangan bakteri ini menjadi begitu mematikan tatkala kondisi air kolam tidak bagus dan daya tahan tubuh ikan lele menurun akibat kekurangan nutrisi. Begitu pula dengan kondisi iklim atau cuaca di daerah setempat yang turut andil mempengaruhi tingkat stres pada ikan. Belum lagi jika benih yang didatangkan sudah membawa benih penyakit bakterial.

Berikut 7 penyakit bakterial yang biasa dan berpotensi besar menyerang pada budidaya ikan lele.

Pseudomonas

AK 9 Kesling 1 2

Pseudomonas merupakan bakteri saprofit yang dapat hidup di air tawar, air payau, dan air laut. Kekurangan oksigen, perubahan temperatur yang drastis, dan pakan yang buruk ditengarai sebagai pencetusnya. Bakteri ini menyerang lele semua ukuran, yang ditandai dengan munculnya borok pada kulit, serta pendarahan pada kulit, hati, ginjal, dan limpa. Lele yang terserang akan terlihat lemah, kurus, dan kurang nafsu makan. Bakteri Pseudomonas fluorescens biasa menyerang bagian sirip dan ekor hingga terjadi korosi.

Aeromonas hydrophylla

AK 9 Kesling 1 3

Bakteri ini juga dikenal sebagai penyebab penyakit MAS (motile aeromonad septicaemia). Tanda-tanda utama serangannya terlihat dari adanya luka berupa borok atau ulser berbentuk bulat atau tidak teratur berwarna merah keabu-abuan di permukaan tubuh. Selain itu, terjadi pendarahan lokal di organ seperti sirip dan insang. Perut terlihat busung dan muncul exophtalmia (pop eye) atau mata menonjol. Ikan yang terserang terlihat lemas dan berenang di permukaan kolam atau dasar kolam.

Aeromonas punctata

AK 9 Kesling 1 4

Bakteri ini menyerang benih ukuran 1—12 cm. Serangannya ditandai dengan adanya infeksi pada kulit kepala, badan
belakang, insang, dan sirip.  Gejala lain terlihat dari hilangnya nafsu makan.

 

Selengkapnya baca di majalah Info Akuakultur Edisi 9/Oktober 2015

Incoming search terms:

  • obat penyakit lele sirip merah
  • penyakit lele sirip merah
  • lele sirip merah
  • cara mengobati lele kena sirip merah
  • Obat Sirip merah pada lele
  • cara mengatasi sirip merah pada lele
  • cara mengobati lele sirip merah
  • obat sirip merah pada ikan lele
  • ikan lele merah
  • info gambar penyakit pada ikan lele

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose