Untung Besar dari Budidaya Nila

Ikan nila punya potensi pasar menjanjikan di sektor hasil budidaya air tawar

Seperti dipaparkan oleh Kepala Seksi Pengembangan Produksi Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor, Rohman, S.Pi, MM., untuk mendukung pengembangan perikanan di wilayah Kabupaten Bogor, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor melaksanakan kegiataan penyusunan masterplan pengembangan kawasan perbenihan pada tahun 2017 bekerjasama dengan perguruan tinggi.

Beberapa kecamatan yang direncanakan akan menjadi kawasan sentra pembenihan adalah kecamaatan Rancabungur, Ciampea, Pamijahan, Tenjolaya, dan Cibungbulang. “Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi benih di Kabupaten Bogor untuk mencapai sebagai kabuten termaju di Indonesia,” ujar Rohman.

Produksi ikan nila di Kabupaten Bogor menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, pada tahun 2015 produksi nila mencapai 8.449,42 ton atau 7,49% dari total produksi perikanan.

“Peningkatan ini merupakan dampak dari inovasi teknologi, pertambahan areal dan ketersediaan benih ikan yang berkualitas,” ungkap Fungsional Analis Pasar Hasil Perikanan Ahli Pertama Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor, Rita Fitriyanti, S.Pi, M.Si.

Dukungan pemerintah Kabupaten Bogor dalam menunjang terpenuhinya kebutuhan bibit ikan nila yang berkualitas terus dilakukan, salah satunya dengan meningkatkan produktivitas Balai Benih ikan Cibitung Kec. Tenjolaya. Saat ini Balai BBI Tenjolaya telah memiliki sertifikat CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik) ikan nila nirwana dengan jumlah produksi sekitar 3.273.450 ekor pada tahun 2016.

Rohman menambahkan, penguatan kelembagaan sangat diperlukan untuk meningkatkan kerjasama antar pembudidaya. Untuk mendukung kegiatan usaha tersebut juga telah dilakukan fasilitasi oleh penyuluh dari BKP5K dan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor untuk pembentukan kelompok Budidaya Perikanan.

Melalui kegiatan tersebut, pembudidaya ikan yang tergabung dalam kelompok pembudidaya ikan senantiasa diberikan peran agar mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan perikanan budidaya dan para penyuluh pun dapat memfasilitasi transfer pengetahuan pada bidang teknologi budidaya, pengelolaan usaha sampai kerjasama kelompok.

“Saat ini di Kabupaten telah dibentuk 185 pokdakan pembenihan ikan dan 594 Pokdakan pembesaran ikan, di mana sebanyak 25% merupakan kelompok pembudidaya ikan nila,” jelasnya.

Untuk di pasar tradisional Kabupaten Bogor, permintaan ikan nila per hari rata-rata mencapai 3-5 ton per hari. Menurut beberapa orang supplier ikan nila, permintaan terhadap ikan nila untuk daerah di luar Bogor seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Garut dan Tasik juga cukup besar.

Bahkan ada beberapa supplier yang terpaksa mengambil ikan nila dari Subang untuk memenuhi tingginya permintaan ikan nila merah dan hitam di wilayah Jakarta. Permintaan ikan nila untuk pasar daerah ibu kota saja bisa mencapai lebih dari 5 ton per hari, belum lagi ditambah dengan permintaan dari restoran dan warung-warung makan yang memesan langsung dari supplier.

Untuk nila hitam biasanya lebih stabil karena masuk ke semua kalangan, sehingga pemasarannya cukup mudah baik di pasar tradisional maupun di pasar modern. Sedangkan untuk pemasaran nila merah biasanya hanya untuk pasar modern dan pasar tradisional tertentu saja dengan harga di tingkat konsumen berkisar antara 25 – 27 ribu rupiah untuk ukuran 300 – 400 gram.

Selanjutnya baca di Majalah Info Akuakultur

Incoming search terms:

  • permintaan pasar akuakultur
  • balai pembenihan ikan bogor pamijahan
  • kelompok peternak nila
  • nila nirwana garut
  • permintaan pasar ikan nila di garut
  • peternak nila nirwana di garut
  • produksi ikan nila di bogor 2016
  • usaha ternak ikan nila di garut

1 Comment on Untung Besar dari Budidaya Nila

  1. Harganya terjangkau dibanding gurameh..

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose