Upwelling dan umbalan yang Menghantui

Waduk Jatiluhur, Purwakarta menjadi salah satu sentra produksi ikan air tawar di Indonesia. Luas danau buatan yang dibangun era pemerintahan presiden Ir. Soekarno ini menggenangi area 4.500 km2, menjadikannya waduk terluas tidak hanya Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara.

terletak di antara Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Bandung, waduk mulltiguna ini memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah sebagai pembangkit listrik tenaga air, sumber air irigasi, objek pariwisata, bahkan sebagai sarana latihan atlet dayung nasional.

Sebagai sentra perikanan air tawar di Jawa Barat bahkan Indonesia, waduk jatiluhur menghasilkan ikan konsumsi tak kurang dari 100 ribu ton setiap tahunnya. Berbagai jenis ikan dihasilkan dari sentra perikanan air tawar ini, mulai dari ikan mas, patin dan nila.

Namun, reputasinya sebagai sentra perikanan air tawar kian hari kian terancam. Pasalnya, setiap tahun, menurut pengakuan Ah Liong, salah satu pembudidaya ikan di waduk tersebut, fenomena kematian massal hampir selalu terjadi. Kejadian ini tidak hanya menghantam pembudidaya, pasokan ikan air tawar pun mengalami goncangan. Jumlah kerugian yang diderita bisa mencapai milyaran rupiah. Penyebabnya tidak ain karena adanya fenomena arus balik massa air, yang lebih dikenal dengan istilah upwelling.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur

 

Incoming search terms:

  • umbalan
  • up welling lele
  • upweling 2016 juli
  • upwelling buatan
  • upwelling ikan jatiluhur tebaru

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose