Usaha Pembenihan Rajungan

Punya nilai ekonomis tinggi dan permintaan global yang meningkat, budidaya rajungan cukup menjanjikan

Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi. Permintaan pasar global yang meningkat, sehingga mendorong pemenuhan kebutuhan tersebut, namun masih tergantung hasil penangkapan di alam.

Ketergantungan produksi rajungan dari hasil penangkapan alam mengakibatkan menurunnya jumlah populasi. Hal ini mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (PERMEN KP) No 1 tahun 2015 tentang Penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan.

Melalui usaha pembenihan, restocking benih dan pembatasan panangkapan dapat menciptakan usaha perikanan yang ramah lingkungan, efektif, efisien, serta dapat mewujudkan keberlanjutan sumberdaya untuk meningkatkan kesejahteraan. Salah satu UPT di bawah DJPB yaitu Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara telah mampu membenihkan komoditas rajungan.
Pengawas Perikanan Pertama Bidang Pembudidayaan Ikan BBPBAP Jepara Eddy Nurcahyono S.Pi, mengatakan permintaan konsumen yang terus meningkat yang disertai dengan pengembangan budidaya rajungan di tambak, maka pemenuhan akan kebutuhan bahan baku rajungan dapat terpenuhi sesuai dengan target produksi yang ditetapkan.
Analisis Usaha
Usaha pembenihan rajungan ini merupakan usaha kecil menengah yang dapat dilaksanakan oleh masyarakat pembudidaya dan nelayan sebagai usaha skala rumah tangga/sampingan dengan tenaga kerja dari anggota keluarga.
Menurut Perhitungan Eddy, biaya operasional kegiatan untuk skala rumah tangga (backyard) untuk 1 unit usaha dibutuhkan biaya investasi Rp. 13.800.000,-, biaya operasional pertahun dengan 10 siklus produksi sebesar Rp. 37. 300.000 pertahun.
Dengan hasil produksi diperkirakan sintasan 20 % dari 900.00 ekor larva yang dipelihara akan menghasilkan 180.000 ekor benih/siklus dengan harga jual benih per ekor Rp. 50 diperoleh hasil persiklusnya (perbulan) Rp. 4.000.000 atau pendapatan pertahun mencapai Rp. 40.200.000.
Biaya produksi per ekor benih (crablet) adalah Rp. 28.

Selanjutnya baca di Majalah Info Akuakultur

Incoming search terms:

  • pembenihan rajungan tradisional

1 Comment on Usaha Pembenihan Rajungan

  1. Rajungan kayak apa ya, biasnaya dimasak apa?

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose