Waspada, Kini WFD Serang Udang Lebih Dini!

Biasa menyerang udang di usia 60 hari, kini WFD terdeteksi menyerang di usia 40 hari.

Penyakit berak putih atau White feces diseases (WFD) sangat meresahkan karena mulai menyerang udang pada umur 60-an hari, ketika akumulasi limbah organik meningkat serta kepadatan plankton tinggi (kecerahan <50 cm). “Namun demikian akhir-akhir ini ada beberapa kasus terjadi pada umur 40-an hari,” ujar Ketua Program Magister Manajemen Wilayah Pesisir dan Laut Universitas Lampung, Dr. Supono, S.Pi.M.Si.

Penyakit WFD sebenarnya merupakan penyebab utama kegagalan budidaya udang windu pada akhir tahun 1990-an  setelah penyakit white spot syndrome virus (WSSV).  Tidak seperti WSSV yang menyebabkan kematian secara sporadis, WFD menyebabkan kematian secara perlahan-lahan yang didahului dengan penurunan nafsu makan udang, saluran pencernaan tidak penuh (putus-putus) dan munculnya kotoran putih di permukaan air.  Apabila kondisi ini berlanjut maka akan muncul kematian udang secara masal.

Pada awal munculnya budidaya udang vaname awal tahun 2000-an, WFD tidak ditemukan lagi pada budidaya udang.

“Hal ini memunculkan anggapan bahwa habitat udang vaname yang hidup di kolom air menyebabkan terbebas dari serangan WFD,” tukas Supono.

 

Namun seiring berjalannya waktu, kepadatan penebaran vaname diitingkatkan, limbah organik meningkat menyebabkan degradasi kualitas air, menurunkan daya dukung lingkungan sehingga merangsang tumbuhnya patogen dalam tambak. Pada tahun 2013 WFD sudah mulai banyak ditemukan petambak di Indonesia.

Laporan kegagalan budidaya udang vaname akibat WFD telah meresahkan petambak sehingga bayang-bayang kegagalan budidaya udang windu mulai terasa.  Perusahan udang besar di Lampung maupun perusahaan udang skala menegah dan kecil mulai mengalami kegagalan akibat WFD.

Begitu juga dengan sentra-sentra tambak udang di Pulau Jawa juga mengalami permasalahan yang sama.

“Permasalahan penyakit kotoran putih ini jika tidak ditangani secara serius akan menyebabkan kegagalan budidaya udang vaname secara masal  di Indonesia seperti halnya penyakit WSSV pada budidaya udang windu,” Paparnya.

WFD ini menyebabkan nafsu makan udang mengalami penurunan terus-menerus serta  pertumbuhan terhambat. Jika tidak cepat ditangani, udang akan mengalami kematian secara masal sehingga menimbulkan kerugian petambak.

Tambak yang terserang WFD akan mengalami kehilangan banyak biomasa udang sehingga FCR (Feed Convertion Ratio) akan meningkat.  Penyakit ini sangat meresahkan petambak udang karena sampai saat ini penggunaan obat-obatan belum secara pasti dapat menyembuhkan.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur

Incoming search terms:

  • umur udang 60 hari
  • sebab udang vaname merah umur satu bln

1 Comment on Waspada, Kini WFD Serang Udang Lebih Dini!

  1. sekedar info pak tahun kemarin wfd juga pernah tercacat menyerang salah satu tambak di batubara sumut

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose