Marikultur Kerapu & Kakap Cukup Menjanjikan

Ikan kerapu dan kakap merupakan beberapa jenis ikan laut yang sudah lama dibudidayakan dalam sistem marikultur. Permintaan pasar terhadap ikan ini terbilang tinggi.

Tidak hanya dari pasar domestik, permintaan banyak berasal dari mancanegara. Budidaya ikan kakap dan kerapu cukup populer di masyarakat. Pasalnya, pembesaran ikan laut ini tidak membutuhkan waktu yang lama.

Mimid Abdul Hamid

Menurut pemaparan Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung, Mimid Abdul Hamid, untuk mencapai ukuran konsumsi dengan berat sekitar 500 – 600 gram, kakap dan kerapu unggulan membutuhkan waktu 7 – 8 bulan pemeliharaan dalam KJA.

Ukuran ini dapat dicapai untuk ukuran benih pada waktu mulai tebar berukuran 9 – 10 cm (20 – 30 gram). Sementara itu, jika ukuran benih yang ditebar 15 – 16  cm (50 s/d 70 gram), waktu yang diperlukan untuk mencapai ukuran tersebut adalah sekitar 5 bulan.

Sementara itu, untuk jenis kerapu macan, waktu yang diperlukan untuk pembesaran hingga masa panen adalah 4 bulan dari berat benih yang ditebar 50 – 75  gram /ekor (panen 500gr/ekor).

Lain halnya, ikan  kerapu  bebek membutuhkan masa pembesaran yang lebih lama dari jenis kerapu macan. Kerapu bebek dapat dipanen setelah masa pemeliharaan 9 bulan dari berat awal 75 gram-100gram/ ekor.

Pada saat panen, ikan yang diperoleh dapat memiliki bobot sekitar 500gr/ ekor.  Pemanenan ikan untuk calon induk, biasanya dilakukan setelah ukuran ikan mencapai ukuran diatas 1000 gram /ekor.

Meskipun begitu, masih menurut Mimid, waktu panen ikan ditentukan oleh bobot ikan yang dikehendaki. Hal ini disesuaikan dengan permintaan pasar. Pada umumnya, ukuran super yang diminta pasar adalah sekitar 500 gram – 1000 gram/ ekor sehingga ukuran ini mempunyai nilai jual tertinggi di antara ukuran lainnya.

Kriteria lokasi pemeliharaan

Mimid memaparkan, pemilihan lokasi pembesaran kerapu kakap perlu mempertimbangkan beberapa faktor, antara lain faktor pertimbangan umum dan faktor kualitas air. Faktor pertimbangan umum mencakup kondisi perairan yang akan digunakan budidaya, kedalaman perairan, faktor pendukung budidaya, misalnya ketersediaan pakan, dan lain-lain.

Menurut Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung tersebut, kondisi perairan ideal untuk budidaya kerapu kakap adalah harus terlindung dari angin dan gelombang yang kuat.

Sementara itu, perairan yang terbuka dan mengalami hempasan gelombang besar dan angin yang kuat tidak disarankan untuk digunakan sebagai tempat budidaya kerapu dan kakap.

Pasalnya, lokasi tersebut selain akan dapat merusak konstruksi rakit yang digunakan, juga akan megambat kegiatan budidaya di dalam rakit, misalnya pemberian pakan, pengambilan ikan, dan lain-lain.

Tinggi gelombang yang disarankan untuk menentukan lokasi pembesaran ikan kakap, kerapu bebek dan kerapu macan, tidak melebihi 0,5 meter pada saat musim Barat maupun Timur.

Kedalaman perairan

Untuk budidaya kerapu dan kakap, kedalaman perairan yang ideal yaitu antara 5 hingga 15 meter. Kondisi kedalaman perairan perlu dipertimbangkan secara cermat. Perairan yang terlalu dangkal (< 5 meter) dapat mempengaruhi kualitas air.

Pasalnya, sisa bahan organik tersebut dapat membusuk. Perairan yang terlalu dangkal dapat memicu terjadinya serangan ikan buntal yang berakibat merusak jaring KJA.  Sebaliknya, perairan yang terlalu dalam (> 15 m) membutuhkan tali jangkar yang terlalu panjang.

Dasar perairan berkarang dan berpasir

Di habitat asalnya, kerapu, terutama jenis kerapu tikus dan kerapu macan menyukai daerah perairan berkarang dan berpasir. Oleh karena itu, dalam pemilihan lokasi untuk KJA, menurut Mimid, diupayakan pada daerah berpasir putih dan perairan berkarang.

Tidak mengganggu alur pelayaran

Lokasi budidaya hendaknya jauh dari alur pelayaran, hal ini untuk menghindari gangguan pelayaran, baik pelayaran untuk perahu nelayan ataupun kapal motor dan kapal penumpang.  Lokasi yang berdekatan atau di alur pelayaran akan mengganggu ikan peliharaan, terutama adanya gelombang yang ditimbulkan serta limbah bahan bakar perahu atau kapal motor tersebut.

Dekat dengan sumber pakan

Pakan yang diberikan pada ikan Kakap dan Kerapu terdiri dari dua jenis, yakni pakan buatan dan pakan ikan segar. Pakan buatan dapat diperoleh dari distributor masing-masing merk pakan.

Sedangkan untuk pakan ikan segar, perlu diperhatikan tentang ketersediaannya di sekitar lokasi budidaya. Hal ini berkaitan dengan jenis ikan segar, serta kualitas pakan segar.  Apabila jauh dari tempat pelelangan ikan, maka dapat dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan nelayan bagan.

Dekat dengan sarana dan prasarana transportasi

Transportasi merupakan salah satu sarana distribusi hasil panen. Biaya transportasi yang tinggi akan turut memicu mahalnya harga komoditas di tingkat konsumen. Oleh karena itu, pertimbangan sarana dan prasarana transportasi perlu mendapat perhatian yang serius.

Tersedianya sarana dan prasarana transportasi berupa jalan darat menuju ke lokasi merupakan lokasi yang sangat baik karena dapat memudahkan transportasi benih dan hasil panen. Hal ini dapat melancarkan penjualan hasil panen ke pasar yang dituju.

Faktor keamanan

Faktor keamanan sangat penting dalam menunjang keberhasilan bisnis budidaya kerapu kakap. Hal ini terkait dengan jaminan ikan yang dibudidayakan tetap terjaga aman. Lokasi dengan tingkat keamanan yang rendah akan menyebabkan sering terjadinya pencurian, sehingga mengakibatkan kerugian bagi pembudidaya.

Tenaga kerja

Ketersediaan tenaga kerja sangat penting dalam menunjang budidaya pembesaran kerapu kakap. tenaga kerja sebaiknya berasal dari lingkungan sekitar dan tidak jauh dari lokasi budidaya.

Hal ini akan menghemat biaya yang dikeluarkan untuk transportasi, biaya rumah sewa, dan lain-lain. Di samping itu, tenaga kerja yang akan ditempatkan di lapangan sebaiknya dipilih yang telah memiliki keterampilan dan berpengalaman dalam budidaya ikan serta bersikap jujur.

Faktor kualitas air

Lokasi tempat budidaya pembesaran ikan kakap dan kerapu harus terhindari dari pencemaran dan limbah industri, pertanian, rumah tangga, tambak, dan lain-lain. Kehadiran limbah dapat menurunkan kualitas air.

Limbah domestik dapat meningkatkan konsentrasi bakteri dalam perairan. Sementara itu, limbah industri dapat meningkatkan kadar logam berat, kandungan kimia, dan bakteri di dalam perairan.

Sedangkan limbah buangan tambak dapat memicu kesuburan perairan yang berakibat suburnya pertumbuhan organisme penempel seperti kutu ikan, teritip dan kekerangan lainnya yang banyak menempel dan menutupi jaring pemeliharaan.

Lokasi budidaya ikan harus memiliki kualitas air yang layak untuk menunjang pertumbuhan ikan. Pertama, lokasi harus jauh dari muara sungai yang memungkinkan terjadinya penurunan salinitas dan penumpukan material padat yang terbawa aliran air sungai.

Kedua, lokasi juga harus bebas dari sumber-sumber pencemaran dan polusi perairan baik yang berasal dari kegiatan industri, pertambangan, dan aktivitas antropogenik lainnya.

Analisis ekonomi pembesaran kakap kerapu

Perhitungan ekonomi untuk budidaya pembesaran kakap dan kerapu menggunakan KJA. Untuk pembesaran kakap, digunakan KJA dengan jumlah 8 unit (32 plong). Sementara itu, basis perhitungan untuk usaha pembesaran kerapu macam menggunakan KJA 25 unit, dengan total 100 petak. (noerhidajat)

 

Analisis Usaha Pembesaran Ikan Kakap 8 KJA (32 plong)
Uraian Total (Rp)
Kekayaan Bersih 192.500.000,-
KJA  8 unit (32 plong) @ 10.000.000,- 80000000
Waring (1x1x1,5 M) 60 buah @ 200.000,- 12000000
Jaring (1x1x1,5 M) 60 buah @ 400.000,- 24000000
Jaring (3x3x3M) 48 unit @ 1.000.000,- 48000000
Perahu Mesin tempel 10000000
Perlengkapan kerja 1000000
Rumah jaga 10000000
Mesin semprot jaring 7500000
Biaya Produksi
Biaya tetap 65.500.000,-
Penyusutan 20 %/ th 38500000
Gaji karyawan (3 orang) @ 750.000 x 12 bulan 27000000
Biaya tidak tetap 148. 900.000,-
Benih Ikan 5 cm, 16.000 ekor @ 2.500,-                  Rp.   40.000.000,- 40000000
Pakan Pellet : Jika FCR 1 : 1,5 ( harga Rp 10 000) dan  jumlah ikan panen  7.000 kg,  maka = 7.000 kg x 1,5 = 10.500 kg x  Rp.10.000 /kg 105000000
Multivitamin dan obat-obatan 2 paket 2000000
Bahan bakar : – Solar  200 literxRp.4500 900000
Bensin 200 liter x Rp 4.500 900000
Pendapatan/keuntungan 99.540.000,-
Penerimaan :  (SR 60-70%) 5 000 kg (10 000 ekor)  x Rp. 65 000 325000000
Biaya tetap 65500000
Biaya tidak tetap 148900000
Pendapatan bersih 110600000
Pajak 11060000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *