Saatnya UMKM Perikanan Harus Ambil Peran

Saatnya UMKM Perikanan Harus Ambil Peran

Pandemi Covid-19 telah berdampak pada berbagai sendi kehidupan, salah satunya kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Masa pandemi Covid-19 bisa jadi momentum bagi kelompok usaha kreatif dalam mengembangkan UMKM menjadi sebuah ekosistem ekonomi yang lebih maju.

 

Saatnya UMKM Perikanan Harus Ambil Peran
Saatnya UMKM Perikanan Harus Ambil Peran (Antara Kalbar)

Hidup segan mati tak mau, setidaknya itulah yang bisa diibaratkan kepada kondisi pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Penularan virus corona yang demikian cepat dan masif telah memaksa pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tetapi juga berdampak mematikan berbagai aktivitas bisnis pelaku UMKM.

Jakarta sebagai kota jasa, mobilitas manusia/warga merupakan penggerak utama berbagai aktivitas usaha dan bisnis. Tatkala mobilitas masyarakat dibatasi, semakin sempit ruang gerak warga sebagai konsumen, maka aktivitas usaha dan bisnis pun kian terbatas atau stagnan.

Wabah ini merupakan sarana ujian bagi seluruh umat manusia, termasuk pegiat usaha kecil mikro dan menengah. Saat ini umat manusia harus senantiasa meyakini bahwa virus yang telah menghilangkan lebih dari seribu nyawa orang Indonesia menyimpan hikmah yang luar biasa, yakini kita pasti mampu melewati masa sulit ini dengan optimisme dan pikiran positif.

Kondisi yang serba baru ini perlu dukungan dari seluruh komponen masyarakat. Tujuannya, agar kelompok usaha kreatif berkembang dengan lebih terarah dan sistematis. Kemudian menciptakan ekosistem ekonomi baru yang semakin berkembang dan lebih maju.

UMKM akan selalu menjadi pilar penting perekonomian Indonesia. Mengutip Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin, merujuk data Kementerian Koperasi dan UMKM tahun 2018, kontribusi UMKM terhadap PDB sebesar 60,34 persen. Sektor itu juga telah menyerap tenaga kerja sebesar 97,02 persen. Dua kontribusi penting itu membuat pengembangan UMKM akan memberikan dampak positif pada pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi.

Namun kini sektor UMKM menjadi salah satu sektor yang terpuruk, akibat pandemi Covid-19. Wabah ini hampir melumpuhkan roda perekonomian dalam negeri, seiring tingginya ancaman terhadap masyarakat untuk kehilangan pendapatan rumah tangga, karena tidak dapat bekerja akibat maraknya pemutusan hubungan kerja pun kebijakan PSBB.

Di sektor akuakultur khususnya perikanan budidaya juga sama, semua terkena imbas dari Covid-19. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyampaikan komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam pengembangan usaha di sektor kelautan dan perikanan. Kata Edhy, pada 2020, Pemerintah mengeluarkan kebijakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha produksi minimal 60 persen.

Ia memerinci total plafon KUR yang disiapkan sebesar Rp 190 triliun dan akan ditingkatkan bertahap hingga mencapai Rp 325 triliun pada 2024. Sementara suku bunga KUR ditetapkan sebesar 6 persen yang berlaku efektif per tahun. Hal ini disampaikan Edhy saat membuka webinar Agromaritim Academy bertajuk “Strategi Sektor Kelautan dan Perikanan Menjadi Motor Perekonomian Nasional di tengah Pandemi Covid-19” beberapa waktu lalu.

Peningkatan plafon KUR Mikro dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta per debitur. Skema KUR Khusus maksimal plafon sampai dengan Rp 500 juta, kata dalam siaran pers-nya. Pandemi Covid-19 mengakibatkan perubahan pola belanja masyarakat secara luas. Saat ini, penggunaan aplikasi belanja berbasis internet serta jasa pengiriman barang semakin populer di masyarakat. Tak hanya itu, pandemi juga menyebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat, termasuk juga pola konsumsi ikan.

Produk olahan ikan yang siap masak, siap makan, ikan kaleng, value added product seperti baso ikan, otak-otak menjadi semakin diminati oleh masyarakat. Oleh sebab itu, adanya peluang ekonomi bagi UMKM perikanan di tengah pandemi. Perubahan perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi ikan bisa dioptimalkan UMKM perikanan untuk semakin memperluas usahanya.

Terlebih permintaan ikan tetap tinggi karena orang membutuhkan makan serta meningkatkan sistem imun. Selain itu merujuk pada nilai ekspor pada triwulan pertama 2020 juga menunjukkan kinerja yang masih baik. Harusnya, sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu sektor yang berpotensi dalam situasi pandemi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.