One Village One CEO (OVOC)

Nama saya Fathir Al Salam, mahasiswa Sekolah Vokasi IPB program studi Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya salah satu peserta kegiatan OVOC 2021. One Village One CEO, atau satu desa satu CEO merupakan kegiatan dari Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir (DITMAWA PK) IPB University dengan tujuan terciptanya  jiwa-jiwa CEO muda serta memberikan pembelajaran kepada mahasiswa tentang bagaimana membentuk ekosistem bisnis perdesaan berbasis produk unggulan desa (Purkades) dengan  berbasis digital Agrosociopreneur secara mandiri. Kegiatan OVOC telah memiliki wilayah persebaran dengan kurang lebih 300 desa seluruh Indonesia, 3 cluster utama yaitu olahan, pertanian dan peternakan. Tiga ratus desa tersebut tersebar di daerah Jawa Barat diantaranya Kab. Bogor, Kab. Cianjur, Kab. Sukabumi, Kab. Subang, Kab. Bandung Barat, Kab. Garut, Kab. Bandung, di daerah Provinsi Riau dan di Jawa Tengah tepatnya di Boyolali. Mahasiswa yang ingin mengikuti melakukan pendaftaran dan diseleksi terlebih dahulu, setelah terpilih seluruh peserta diberikan summer course atau pelatihan sebelum akhirnya diterjunkan ke lapangan. Mahasiswa yang terpilih dari berbagai fakultas di IPB, dengan peserta terbanyak dari Sekolah Vokasi IPB. Pelatihan diberikan sebelum turun ke lapangan sebagai pembekalan dimulai dari materi fotografi videografi, peran BUMDES bagi masyarakat, urgensi pendidikan tinggi dan mahasiswa terjun ke masyarakat, pengenalan teknologi tepat guna, pelatihan social return on investment pemasaran produk, unggulan, dan masih banyak lagi.

Setelah diberikan pelatihan atau summer course, seluruh peserta akan dibagi tim sesuai dengan jumlah desa binaan yang telah menjadi sasaran kegiatan peningkatan produk unggulan di tiap desa. Tiap tim akan mendapatkan pendamping lapangan di tiap lokasi yang telah ditentukan. Saat project funding, mahasiswa akan mendapatkan uang saku selama di lapangan sesuai dengan yang telah ditentukan, kegiatan lapangan dilaksanakan selama kurang lebih satu-dua bulan. Kegiatan diawali dengan mengeksplorasi potensi yang ada pada desa tersebut, dengan berdiskusi bersama kepala desa, pembimbing, petani dan masyarakat sekitar. Setelah eksplorasi potensi desa yang bisa dijadikan produk unggulan dan bisa diangkat menjadi bahan pengembangan produk maupun sumber daya manusianya. Setiap tim memiliki memiliki kondisi yang berbeda-beda dan potensi desa yang berbeda-beda, tim saya ditempatkan di Desa Ngemplak dan Sawahan, Boyolali. Desa tersebut memiliki potensi peternakan dan perikanan, dalam hal ternak sudah ada ternak sapi, kambing dan bebek petelur, untuk potensi perikanannya sebenarnya belum ada. Maka dari itu, dengan melihat potensi dan semangat yang ada pada pemuda daerah tersebut menjadi dorongan tim kami untuk mengadakan pelatihan fasilitas budidaya ikan di kolam bundar menjadi salah satu peran saya, sebagai mahasiswa perikanan vokasi IPB. Berhubung di satu tim hanya saya, jadi bagian program pelatihan manajemen pemeliharaan ikan dan pengadaan kolam bundar menjadi tanggung jawab yang saya ajukan. Program yang saya kerjakan ialah pembuatan kolam bundar untuk memelihara ikan lele, pembuatan kolam Azolla sebagai pakan alternatif untuk ikan maupun bebek dan praktiknya, dan terakhir pelatihan manajemen pemeliharaan ikan, khususnya ikan lele dan penggunaan teknologi berupa peran mikrobiologi, dengan mamanfaatkan bakteri-bakteri baik untuk membantu pencernaan pakan ikan, serta bakteri pengurai sisa-ssa feses ikan yang ada pada kolam. Hal itu semua tentu dengan kerja sama dengan perusahaan PT Agrikencana dan arahan pembimbing lapangan.

Selain perikanan, pada sektor peternakan terdapat permasalahan yang dihadapi yaitu terkait kurangnya pemahaman dan penanganan menangani hewan ternak yang sakit serta manajemen pakan ternak, yaitu menciptakan pakan-pakan alternatif hewan ternak dengan memanfaatkan kekayaan alam di sekitar desa. Untuk menanggapi persoalan tersebut, tim kami bersama dengan pembimbing lapangan mengupayakan diadakannya pelatihan dan pembimbingan supaya desa bisa mandiri pangan dan penanganan penyakit di kelompok ternak. Kami mengundang ahli untuk penanganan penyakit, bekerja sama dengan dinas kesehatan ternak setempat. Kami turut mengundang PT Agrikencana Perkasa untuk memberikan pelatihan tentang manajemen pakan yang baik. Pelatihan dan pembimbingan yang dilakukan antara mahasiswa IPB dan PT Agrikencana terkait bagaimana bisa mandiri pakan, manajemen pakan dengan membuat ransum pakan dan bagaimana memanfaatkan teknologi guna membantu pekerjaan pertanian, seperti memanfaatkan bakteri-bakteri baik untuk fermentasi pakan, penggunakan mikrobiologi untuk menghilangkan bau dari kandang ternak sapi, kambing, maupun bebek.

 

Banyak hal positif yang didapat selama mengikuti kegiatan OVOC ini,dimulai dari bertambahnya pengetahuan mengenai cara kita membantu masyarakat sekitar, bagaimana kita bisa mencari tau permasalahan yang ada dan mencari solusinya, belajar bagaimana rasanya hidup bersama para petani, masyarakat kecil yang mungkin kurang pendidikan dan informasi hingga teknologi, belajar menghadapi masalah yang ada, belajar meningkatkan ekonomi masyarakat di bidang teknologi dan digital, belajar bersama orang baru namun dengan memiliki rasa tanggung jawab, perasaan, dan tujuan yang sama yang membuat tim bisa sesuai dengan apa yang diharapkan, termasuk bimbingan dari pembimbing lapangan.

Dampak yang dirasakan oleh masyarakat sekitar setelah dilaksanakan kegiatan ini diantaranya, bisa memahami bagaimana manajemen pakan ternak yang baik dengan sentuhan teknologi, mengetahui dan bisa budidaya ikan lele, mengetahui dan menangani penyakit pada hewan ternak sapi, domba dan bebek petelur. Harapannya, makin luas lagi target desa binaan, karena masih banyak desa-desa yang kurang akan informasi dan teknologi, itulah peran dari perguruan tinggi dan mahasiswa, bagaimana bisa membawa perubahan dan meningkatkan perekonomian bangsa dan mesyarakat melalui apa yang dipelajari di bangku kuliah. Program Kampus Merdeka Belajar (KBM) yang digalangkan oleh kementerian Pendidikan dan perguruan tinggi juga dapat membantu mahasiswa dalam hal pengalaman, hingga pengaplikasian dalam keseharian masyarakat, membantu masyarakat yang ada karena sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian pada masyarakat. Maka dari itu, kegiatan OVOC ini sudah memenuhi dari ketiga tri dharma perguruan tinggi tersebut.

banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.