Belanja Ikan dari Rumah, Pilihan Bijak Lawan Covid-19

panen ikan lele
Produk perikanan telah dipercaya menjadi salah satu sumber protein dan nutrisi penting untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas khususnya di masa pandemi virus corona atau covid-19 saat ini. Namun bagaimana caranya untuk mendapatkan produk perikanan dengan kualitas terbaik tanpa harus keluar rumah?
Jaringan startup kelautan dan perikanan Indonesia (Digifish Network) menginisiasi sebuah gerakan #makanikanitusehat untuk bersama melawan covid-19 dengan menyediakan akses yang memudahkan masyarakat umum dalam mendapatkan produk perikanan berkualitas dengan cukup melakukan #belanjaikandarirumah.
Gerakan ini diikuti oleh 10 startup antara lain Aruna, eFishery, Fishlog, Growpal,  Ikan Segar Indonesia, Indofishery, Jala, Minapoli, Nalayan dan Tiisbox ini akan membuka layanan di 10 kota yaitu Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya hingga Balikpapan.
Berbagai jenis produk perikanan yang dapat diperoleh adalah ikan lele, patin, mas, gurami, bandeng, tuna, kerapu, udang hingga cumi. Mayoritas dari produk yang dijual adalah dalam keadaan beku (frozen) yang bertujuan untuk menjaga kualitas produk dapat bertahan lebih lama dan memudahkan dalam proses distribusinya.
Salah satu inisiator gerakan ini, Achmad Jerry dari startup Tiisbox yang bergerak pada pemasaran produk perikanan di Jabodetabek menyampaikan bahwa “Gerakan ini juga merupakan salah satu bentuk kontribusi kami untuk dapat membantu pembudidaya dan nelayan dalam memasarkan produknya khususnya di masa sulit covid-19 ini”, ujar Jerry.
Hal ini juga dibenarkan startup JALA dari Yogyakarta yang fokus pada monitoring kualitas air dan big data untuk tambak udang, “Kami melihat pandemi covid-19 ini menyebabkan banyak pembudidaya mitra kami yang kesulitan menjual hasil panen. Diharapkan gerakan ini bisa membantu pembudidaya untuk melanjutkan usahanya”, ungkap Aryo Wiryawan , Founder dari JALA.
Chrisna Aditya dari eFishery juga menambahkan, “kedepannya kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan sesama startup kelautan dan perikanan untuk dapat terus berkontribusi dalam mendukung pembudidaya dan meningkatkan konsumsi ikan nasional dengan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan produk perikanan yang berkualitas”, jelasnya.
Sejak awal didirikannya Digifish Network pada Mei 2018, sinergi dan kolaborasi antar startup merupakan hal yang diutamakan oleh para anggotanya dalam menjalankan bisnis di sektor kelautan dan perikanan. Saat ini anggotanya telah mencapai 26 startup yang tersebar di 9 kota besar di tanah air. Inovasi yang dikembangkan para startup ini mulai dari akses permodalan melalui crowdfunding (fintech), alat kualitas air dan alat pemberi pakan otomatis yang bisa dikontrol dan monitor secara jarak jauh (Internet of Things/IoT), jasa peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia/SDM (human resource), pemasaran produk secara online (e-commerce), hingga pasca panen (processing & logistic).
Digifish Network sendiri merupakan Jaringan startup kelautan dan perikanan yang diinisiasi sejak Mei 2018, yang beranggotakan 26 startup yang bergerak dari hulu hingga ke hilir (80% di bidang akuakultur). Misi Digifish sendiri yakni ingin menghadirkan inovasi sebagai solusi bagi permasalahan industri kelautan dan perikanan, bersinergi dan berkolaborasi bersama untuk masa depan industri kelautan dan perikanan yang lebih baik dan mendorong dan menjembatani hadirnya inovasi baru yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.