Pemasaran On line di Tengah Pandemi Covid-19

Momentum Pembelajaran Bagi Pelaku Usaha Perikanan

Wabah Covid-19 langsung terasa dampaknya di sektor perikanan. Penyebaran Virus Corona telah membawa tantangan dan risiko baru dalam kehidupan bermasyarakat, tidak terkecuali pelaku usaha perikanan. Pelaku usaha perikanan, mulai dari nelayan, pembudidaya ikan, pengolah produk perikanan hingga pemasar, terganggu pasokan dan pemasaran produknya.

Beberapa indikasi dampak pandemi Covid-19 terlihat nyata terjadi pada usaha perikanan, Indikasi-indikasi tersebut adalah penurunan harga, sistem logistik yang tidak dapat berjalan secara normal, dan penurunan permintaan produk perikanan, yang kesemuanya berimbas pada penerimaan para pelaku usaha perikanan.

Terganggunya jalur distribusi antara pelaku usaha dengan konsumen akibat pembatasan mobilitas manusia yang diterapkan untuk mengatasi wabah Covid-19 merupakan akar penyebabnya. Karantina wilayah serta pembatasan sosial berskala besar tidak melarang mobilitas angkutan barang, namun kenyataannya pembatasan tersebut menghambat lalu lintas produk perikanan secara signifikan.

Pelaku usaha perikanan seperti pembudidaya ikan mengalami kesulitan dalam pemenuhunan kebutuhan pakan ikan, hal ini disebabkan keterbatasan distribusi logistik pakan dari pabrik ke pembudidaya ikan. Hal ini menjadi tantangan bagi pembudidaya ikan untuk memiliki kemampuan dalam membuat pakan lokal. Hasil produksi perikanan budidaya juga mengalami hal yang sama dengan perikanan tangkap, permintaan dan harga produk perikanan budidaya yang mengalami penurunan, sehingga memerlukan solusi dalam memasarkan produk perikanan yaitu melalui e-marketing atau pemasaran on line.

Hal ini mengingatkan kepada implementasi revolusi 4.0 di sektor perikanan dan kelautan, dimana pelaku usaha perikanan dan kelautan termasuk pembudidaya ikan untuk melakukan inovasi dalam penggunaan alat otomatisasi yang dikendalikan dari aplikasi smartphone. Dengan aplikasi digital, pembudidayaan bisa memanfaatkannya untuk mengantisipasi pada saat kondisi seperti sekarang, ketika terjadi pandemik Covid 19, dimana akses pasar secara langsung dibatasi yang dapat disiasati dengan pemasaran on line dimana produsen dan konsumen tidak melakukan transaksi secara langsung. Melalui pemasaran on line  pembudidaya juga mendapatkan kepastian pasar, sarana dan prasarana usaha menjadi lebih efisien, serta kemudahan akses teknologi produksi.

Setiap aspek pemasaran on line adalah digital, yang berarti bahwa pemasaran on line adalah informasi elektronik yang ditransmisikan pada komputer atau perangkat serupa seperti smartphone. Manfaat pemasaran on line bisa dirasakan oleh produsen dan konsumen. Pemasaran on line memiliki beberapa keuntungan bagi pelaku usaha perikanan dan kelautan yaitu sebagai berikut : (1) penghubung yang efektif antara produsen pelaku usaha perikanan dengan konsumen akhir; (2) memiliki kemampuan untuk target pasar berdasarkan demografis; (3) memiliki  banyak pilihan media dalam pemasaran on line bagi pelaku usaha perikanan misalnya Whatsapps, Facebook, Instagram, Blog, Website dan lain lain; (4) produsen pelaku usaha perikanan tidak perlu memajang produk perikanan secara fisik, cukup dengan cukup menyediakan katalog atau daftar barang serta deskripsi singkat mengenai masing-masing barang tersebut; (5) tidak memerlukan banyak karyawan penjual, hanya perlu karyawan yang menangai pemesanan secara on line dan karyawan yang menangani pengiriman barang; (6) biaya pemasaran on line relatif murah. Pemasaran dapat dilakukan dengan memajang produk di website sendiri atau di website pihak lain melalui agen pemasaran on line atau dapat memanfaatkan website atau blog secara gratis di websitewebsite tertentu; (7) tidak terbatas ruang dan waktu dimana pelaku usaha perikanan dapat melakukan aktivitas memasarkan produknya setiap saat.

Trik sederhana agar pelaku usaha perikanan menjaga loyalitas dan membangun hubungan dengan konsumen atau pelanggan dan membuat pelaku usaha menjadi seorang recommended seller atau remarkable seller. Sangat sederhana, yaitu melakukan konfirmasi pembelian dari produk perikanan yang dipasarkan. Komponen pemasaran on line yaitu: content marketing, search engine marketing, email marketing, PR online, social media marketing, online advertising, website,  conversion dan feedback costumer.

Perancangan e-commerce untuk pemasaran hasil olahan produk perikanan ini dibangun berbasis client server. Dikarenakan sistem yang dibangun ini tujuan utamanya adalah untuk memasarkan, maka tentunya sistem ini harus diimplementasikan dengan menggunakan server atau hosting domain, dan internet sebagai media penyebaran dan aksesnya.

Konsumen dapat melihat produk perikanan yang dipasarkan sebelum melakukan pemesanaa. Jika ada produk yang cocok konsumen dapat memesannya dengan cara mengklik tombol beli yang selanjutnya akan masuk di keranjang pembelian. Jika sudah selesai maka konsumen akan diminta untuk login ke aplikasi dan diarahkan ke total pemesanan yang sudah dilakukan oleh konsumen.

Berdasarkan hasil wawancara dengan pelaku usaha perikanan frekuensi penggunaan internet dari pelaku usaha perikanan sangat bervareasi dan di dominasi oleh pemasar produk perikanan. Frekuensi penggunaan internet oleh pemasar produk perikanan lebih tinggi dibandingkan dengan pengolah produk perikanan, pembudidaya ikan dan nelayan.

Namun dengan terjadinya Covid-19, semua pelaku usaha perikanan mulai mengalami adaptasi perubahan dalam penggunaan internet dan media sosial lainnya untuk mendapatkan informasi harga produk perikanan, permintaaan produk perikanan dari konsumen dan sistem tranportasi pengiriman produk perikanan, melalui sistem pemasaran on line. Kondisi saat ini memerlukan kepercayaan dari setiap pelaku usaha perikanan untuk bangkit dan melek teknologi informasi, khususnya pemasaran on line merupakan salah satu celah untuk memasarkan produk perikanan.

Penggunaan pemasaran on line pada pelaku usaha perikanan di domisasi dengan menggunakan media Whatsapps. Aplikasi pada Whatsapp memudahkan pelaku usaha perikanan dalam memasarkan produk perikanan, menerima informasi dan menyampaikan informasi mengenai produk perikanan yang dilakukan secara berkala dengan feedback yang cepat. Selain media Whatsapps, Instagram juga banyak dipergunakan oleh pelaku usaha perikanan dalam memasarkan produknya.

Namun, sayangnya masih banyak pelaku usaha perikanan yang belum menggunakan media website sebagai media untuk memasarkan produk perikanannya, hal ini terjadi karena keterbatasan kemmapuan dalam penggunaan teknologi informasi, sehingga perlu dilakukan pendampingan dan penyuluhan yang dilakukan secara simultan oleh para petugas penyuluh perikanan dalam penggunaan teknologi informasi untuk memasarkan produk perikanan. Berikut adalah persetasi dari penggunaan media untuk pemasaran online produk perikanan yang dilakukan oleh pelaku usaha perikanan.

Persentase penggunaan pemasaran on line untuk produk perikanan dari setiap pelaku usaha perikanan berbeda beda. Penggunaan media WhatsApp didomisasi oleh pemasar produk perikanan sebesar 31 %,  pengolah produk perikanan 29 %, pembudidaya ikan 24 % dan nelayan sebesar 16 %. WhatsApp merupakan aplikasi pesan untuk smartphone, jika dilihat dari fungsinya WhatsApp hampir sama dengan aplikasi SMS (short messages) yang biasa dipergunakan pada ponsel, namun menggunakan paket data internet.

Pemasaran produk perikanan menggunakan Media Short Message Service (SMS) didominasi oleh nelayan sebanyak 72 %, kemudian oleh pembudidaya 14 %, pengolah dan pemasar produk perikanan masing masing 7 %. Nelayan merupakan pengguna terbanyak karena akses internet di wilayah pesisir akses sinyal yang terbatas dan yang paling memungkinkan adalah SMS.

Pemasaran produk perikanan menggunakan media  Facebook didominasi oleh pemasar produk perikanan sebanyak 70 %, kemudian oleh pengolah produk perikanan 12 %, pembudidaya ikan 11 % dan nelayan 7 %. Facebook adalah platform untuk berbagi informasi, pengalaman, serta bisa memasarkan suatu produk, diantaranya produk perikanan.

Pemasaran produk perikanan menggunakan media Instagram didominasi oleh pemasar produk perikanan sebesar 60 %, pengolah produk perikanan 27 %, pembudidaya ikan 8 % dan nelayan 5 %. Instagram adalah media yang populer untuk bisnis dan merupakan strategi marketing yang baik untuk setiap bisnis online. Hal tersebut karena Instagram mendukung pemasaran secara visual. Instagram memiliki beberapa kelebihan, yaitu memudahkan pengguna untuk memposting gambar atau video melalui smartphone, dapat terintegrasi dengan media sosial lainnya seperti facebook.

Pemasaran produk perikanan menggunakan blogs didominasi oleh pemasar produk perikanan dan nelayan sebesar 36 %, penggunaan blogs yang dilakukan oleh nelayan secra berkelompok, kemudian pembudidaya ikan 21 % dan pengolah produk perikanan 7 %. Pemasaran produk perikanan menggunakan media website didominasi oleh nelayan sebesar 60 % melalui website pelabuhan perikanan dan tempat pelelangan ikan, kemudian pemasar produk perikanan 20 %, pengolah produk perikanan 12 % dan pembudidaya 8 %.

Penggunaan media sosial dalam pemasaran on line diharapkan mampu menciptakan efisiensi rantai pasok  produk perikanan dan memotong saluran pemasaran yang panjang saat distribusi produk perikanan dilakukan. Pemasaran on line diharapkan mampu memfasilitasi kebutuhan konsumen dalam membeli produk perikanan.  Penggunaan media sosial banyak manfaatnya jika dipergunakan dengan tapat dan benar oleh pelaku usaha perikanan.

Penggunaan media sosial bagi pelaku usaha perikanan perlu dilakukan pendampingan di tingkat pemerintah daerah dan pusat dalam mendukung produktivitas usaha perikanan di tingkat hulu maupun hilir. Strategi adaptif dan pendekatan transformatif informasi pemasaran on line produk perikanan sangat tepat dilakukan pada saat pandemik Covid 19, hal ini diperlukan agar pelaku usaha perikanan bisa tetap beroperasi dengan tetap menjaga jarak sosial di masyarakat.

Tekanan eksternal yang makin kuat terhadap pelaku usaha perikanan perlu dilakukan percepatan transformasi sosial juga perubahan pada relasi masyarakat terhadap pengelolaan sumberdaya perikanan dengan beberapa paket kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.