Bersaing dengan Strategi dan Kualitas

Stakeholder industri udang perlu duduk bersama melakukan pemetaan, berkomitmen, dan sevisi

Oleh:

Boyun Handoyo dan Mohammad Afandi

Kepala Balai dan Pengawas Madya BPBAP Situbondo

Harga pakan dilapangan tiap tahun memang selalu ada kenaikan, meskipun masih dalam batasan normal. Pakan udang menempati biaya produksi tertinggi di tambak udang sekitar 65%.  Sebelumnya, pakan udang sangat tergantung terhadap tepung ikan sebagai sumber protein yang penggunaannya hampir 30%, namun saat ini telah dikembangkan teknologi sumber protein sebagian besar sudah menggunakan protein nabati, hampir 65% sumber protein sudah beralih ke nabati.

Penggunaan akan sumber protein nabati diisukan menimbulkan dampak negatif.  Salah satunya diduga menibulkan munculnya WFD (White Feses Disease). Namun dengan pengembangan teknologi fermentasi pakan, masalah tersebut sudah mulai dapat diatasi.

Masalah kenaikan harga pakan tingkat pembudidaya, tentunya kita juga harus mulai mengembangkan teknologi peningkatan efisiensi pakan. Selain itu dengan semakin banyaknya pabrik pakan baru diharapkan pangsa dan persaingan pasar lebih terbuka, khususnya dalam hal kualitas dan harga. Kemudian menghindari  monopoli, sehingga pembudidaya punya banyak pilihan pakan yang bagus dan efisien serta ramah lingkungan.

Industri hatchery

Industri pembenihan (hatchery) udang, sangat vital perannya dalam mendukung menaikkan produksi udang. Benur udang vaname unggul yang sekarang beredar biasanya masih menggunakan induk hasil pemuliaan introduksi dari perusahaan luar negeri. Kondisi pembenihan udang saat sekarang ada dua tipe, yaitu:

Pertama, hatchery yang mempunyai pasar terbatas atau sekitar 80 % memproduksi benih tergantung dari pesanan yang masuk, artinya hampir semua unit hatchery produksinya tidak berdasarkan optimal berproduksi dari fasilitas yang ada hanya digunakan antara 30 – 70%. Kendala pasar di pihak hatchery sangat ditentukan oleh kualitas benur dengan indikator keberhasilan udang di tambak

Kedua, hatchery yang produksinya maksimal, yaitu beberapa hatchery yang telah memiliki nama besar yang sudah diakui oleh petambak. Sehingga hatchery tersebut bisa berproduksi maksimal sesuai dengan kapasitas sarana produksinya, bahkan sering tidak mampu dan kewalahan memenuhi permintaan pasar.

Dari kedua tipe tersebut karena faktor kualitas benur yang dihasilkan sangat menentukan pangsa pasarnya. Rencana pemerintah untuk meningkatkan produksi udang nasional akan menjadi peluang bagi pihak hatchery untuk dapat berproduksi secara maksimal dengan catatan harus melakukan upaya peningkatan kualitas benur melalui perbaikan penggunaan sumber induk.

SOP untuk menghasilkan benur yang berkualitas, memproduksi udang cepat tumbuh atau survival rate yang tinggi dan memiliki jaminan kesehatan benur dengan menyertakan dukumen PCR. Dari segi biaya, penggunaan benur memiliki kontribusi kurang lebih 5% dari BEP produksi udang, namun hampir 50% keberhasilan udang di tambak ditentukan oleh kualitas benur.

Sehingga meskipun harga benur yang mahal dan tahun 2022 ini ada kenaikan sekitar 4%, bagi petambak masih ditolerir karena mengunakan benur yang bagus sangat menentukan keberhasilan produksi udang di tambak.

Perusahaan Cold Storage

Prospek cold storage  dalam rangka mendorong peningkatan produksi udang sangat strategis. Bahkan dengan tidak terpengaruhnya bisnis udang oleh pandemi, perusahaan cold storage tetap sehat, apalagi jika produksi udang semakin meningkat.

Kondisi sekarang, cold storage masih kekurangan bahan baku udang. Untuk mendapatkan material udang, pihak cold storage sangat tergantung pihak suplayer dan ketersediaan bahan baku udang hasil tambak.

Saat ini tambak masih belum mampu memenuhi kebutuhan pihak cold storage yang ada, sehingga banyak pihak cold storage membuat kontrak dengan pembeli rata-rata masih dibawah kapasitas simpan cold torage.

Kondisi lapangan sering terjadinya naik turunnya harga udang, kadang berkaitan dengan kuota untuk memenuhi kontrak yang harus dipenuhi oleh pihak cold storage sesuai target eksport. Semakin bisa memenuhi, biasanya semakin bagus harganya. Sehingga dengan tercukupinya ketersedian udang oleh petambak, hasil panen akan mendukung kelancaran pihak cold storage dalam menjalankan usahanya.

Importir (Buyer negara lain)

Peluang usaha dan investasi di bisnis udang vaname khususnya menjadi importir juga masih sangat besar. Saat ini bisnis udang masih memiliki perhitungan dalam pengembalian investasi (ROI) berkisar selama dua tahun.

Hal ini tentunya sangat menarik  sehingga permintaan pasar dunia dengan produksi udang dunia masih tidak seimbang, investasi juga semakin massif dengan membuka lahan tambak baru dan memperbaiki yang sudah ada.

Pembangunan sarana dan prasarana tambak  terutama di Indonesia, wilayah Indonesia Tengah dan Timur masih sangat berpotensi dan terbuka, Pemerintah juga terus mendorong dengan program-program yang sangat menarik untuk peningkatan produksi udang dan banyak fenomena menarik lainnya.

Catatan yang harus diperhatikan kedepan adalah dalam pembukaan lahan baru harus terkontrol dan sesuai serta mengikuti kaidah GAP dan memperhatikan ekologi dan ekonomi. Hal ini sebagai upaya untuk menjaga konsistensi produksi udang jangka panjang yang berkelanjutan tanpa mengalami banyak kendala yang berarti. (Ed: Adit/Resti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.