Budidaya Lebih Mudah dengan Piranti Pintar Smart Feeder

Sejak pertama didirikan pada tahun 2013 hingga kini, eFishery tidak pernah berhenti untuk terus berinovasi. Produk pemberi pakan otomatis (feeder) ikan sudah tersebar di beberapa daerah di Indonesia dan diterima dengan cukup baik di pasar kalangan para pembudidaya ikan dan udang.

Menurut penuturan Hawa Firdausi, perusahaannya bercita-cita untuk meraih dan mendukung lebih banyak petani yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Untuk memenuhi harapan tersebut, eFishery senantiasa berupaya untuk mengakomodasi semua kebutuhan, saran, dan kritik yang datang dari berbagai pihak, terutama dari petani. Pasalnya, masukan dari para petanilah yang mengantarkan perusahaan ke titik ini, sehingga dapat mempersembahkan produk eFishery Smart Feeder terbaru untuk performa dan hasil budidaya yang lebih baik lagi.

eFishery merupakan salah satu piranti yang membantu pembudidaya ikan dalam pemberian pakan pada ikan atau udang budidaya. Dengan alat tersebut, pembudidaya tidak perlu lagi repot untuk melakukan pemberian pakan secara manual. Di samping itu, mereka tidak perlu khawatir terlambat memberi pakan. Sebab, alat ini dilengkapi dengan pengatur waktu (timer) yang berfungsi untuk mengatur waktu pemberian pakan secara otomatis.

Keluaran eFishery Terbaru, Lebih Cerdas dan Berkapasitas Besar

Kini, hadir piranti cerdas pemberi pakan ikan keluaran terbaru. Dengan menggunakan eFishery Smart Feeder terbaru, intensitas pelontaran menjadi lebih besar jika dibandingkan dengan versi sebelumnya. Secara umum, eFishery Smart Feeder terbaru memiliki ketahanan yang lebih baik, sehingga dapat membantu petani untuk mempercepat masa produksi. Selain itu, produk ini juga lebih mudah untuk disusun dan dirawat.

Tidak hanya itu, eFishery Smart Feeder terbaru dilengkapi dengan fitur-fitur yang lebih baik dari versi sebelumnya. Versi terbaru dirancang agar dapat melengkapi versi sebelumnya sehingga kebutuhan pembudidaya dapat terpenuhi secara optimal. Kapasitas eFishery Smart Feeder kini mampu menampung lebih banyak pakan, baik pakan tenggelam maupun terapung.

Tidak tanggung-tanggung, kapasitasnya hingga lebih dari 200 kilogram setiap harinya. Hal ini dapat terwujud karena bagian dinding kanan bagian pelontar kini menggunakan plat stainless sehingga dapat bertahan hingga 75 hari. Selain itu, debu pakan yang dihasilkan oleh pakan tenggelam berkurang hingga 50%. eFishery Smart Feeder terbaru hanya menghasilkan debu pakan sebesar 6% saja.

Frequent Feeding, Efektif bagi Pertumbuhan Ikan?

Frequent feeding atau metode pemberian pakan dengan frekuensi tinggi (sering) dengan interval rapat dalam proses budidaya. Kabarnya,  metode pemberian pakan seperti ini mampu memperbaiki efisiensi pakan. Benarkah demikian?

Pada dasarnya, frekuensi pemberian pakan sangat bergantung pada spesies, jenis pakan yang diberikan, dan kondisi lingkungan. Tiap spesies memiliki jam biologis, dimana ikan atau udang akan merasa lapar atau “gastric evacuation time” yang berbeda-beda setelah pemberian pakan sebelumnya.

Jenis pakan juga memengaruhi jangka waktu interval pemberian pakan, di samping ketahanan pakan/stabilitas yang baik terhadap air atau tidak. Begitu juga, kondisi lingkungan—dimana jika kondisi tidak menguntungkan (seperti suhu dingin/pH rendah), frekuensi sebaiknya dikurangi dan sebaliknya.

Frequent Feeding, Pacu Pertumbuhan Ikan Nila Budidaya

Untuk mengetahui pengaruh frequent feeding pada ikan budidaya, dilakukan kajian terhadap ikan nila yang dipelihara di dalam KJA. Kajian tersebut dilakukan di Ethiopia, di sebuah danau di kota Addis Ababa. Parameter lingkungan budidaya adalah sebagai berikut, KJA terbuat dari rangka pipa PVC, dengan ukuran dimensi keramba 1 m3.

Jaring keramba terbuat dari nilon, dengan ukuran mata jala 4 mm dengan jarak KJA dengan tepi danau 7 m. Ikan yang dibudidakan adalah jenis nila, yang dicampur antara jantan dengan betina. Ukuran ikan berkisar 115 – 138 mm dengan bobot 30 – 40 gr pada masa awal pemeliharaan.  Beberapa parameter lingkungan perairan adalah sebagai berikut: suhu air 22,6 oC (min) – 25,8oC (maks), dengan tingkat kecerahan ± 90 – 100 cm. Sementara itu, tingkat oksigen terlarut berada pada kisaran 5 – 8 mg/L.

Perlakuan pada penelitian ini adalah frekuensi pemberian pakan yang berbeda terhadap 5 keramba, dengan 1 keramba kontrol. Jenis pakan yang diberikan seragam untuk kelima keramba, yakni pakan pelet tenggelam dengan kandungan protein sebesar 30%. Untuk keramba kontrol, ikan nila hanya mengandalkan pakan alami saja. Penelitian berlangsung selama 6 bulan dengan sampling yang dilakukan tiap 2 minggu sekali. Beberapa parameter pertumbuhan diukur yang hasilnya dapat diamati pada tabel di bawah ini.

Dari hasil kajian yang disajikan di dalam di tabel tersebut, dapat dilihat bahwa ikan nila yang diberi pakan lebih sering menunjukkan pertumbuhan dan efisiensi pakan terbaik. Meskipun pertumbuhan nila di keramba 1 dan keramba 2 tidak terlalu jauh berbeda, nilai rasio konversi pakan (FCR) menunjukkan perbedaan yang cukup besar. Jumlah pakan yang dikeluarkan antara keramba 1 dan keramba 2 pun hanya berbeda 21 gram. Akan tetapi, dengan frekuensi pemberian tinggi, selisih nilai FCR antara kedua perlakuan mencapai 1,52.

Frekuensi 4 x di 3 bulan awal dan 2 x di 3 bulan akhir membuktikan bahwa frekuensi sangat bergantung pula dengan usia spesies. Di 3 bulan pertama, ikan nila yang masih berupa benih masih membutuhkan banyak nutrisi sehingga 4 kali makan akan mengoptimalkan pertumbuhan.

Pada nila dengan bobot 20 – 100 gr, kebutuhan pakannya harus sebesar 4 – 3% dari bobot ikan, dengan frekuensi pemberian pakan 3 – 4 kali per hari. Sedangkan untuk nila berbobot lebih dari 100 gr, kebutuhan pakannya menjadi 3 – 2 % dari bobot tubuhnya, dengan frekuensi  2 – 3 kali per hari.

Nila, Ikan Sirip yang Cepat Lapar

Pemberian pakan dengan frekuensi tinggi ini cocok bagi nila karena pola makan ikan nila yang terus-menerus dengan porsi kecil. Porsi kecil ini juga dipengaruhi oleh kapasitas lambung nila yang relatif lebih kecil dibanding ikan bersirip lainnya.

Meskipun frequent feeding berdampak pada pertumbuhan dan efisiensi pakan, pada penelitian ini pemberian pakan sering ternyata tidak berpengaruh pada sintasan hidup atau survival rate (SR) ikan nila. Semua keramba yang diberi pakan setiap hari menunjukkan nilai SR 100% yang artinya semua benih ikan yang ditebar mampu hidup dengan baik sampai periode 6 bulan. Kecuali pada keramba 5 dimana pakan hanya diberikan setiap 2 hari sekali, nilai SR-nya 98%. Hal ini menunjukkan bahwa kelangsungan hidup ikan nila akan lebih baik ketika diberi pakan setiap hari

eFishery Mendukung Program Frequent Feeding

Dari kajian yang dilakukan di atas, terbukti bahwa tingginya frekuensi pemberian pakan terhadap nila dapat meningkatkan efisiensi pakan terhadap pertumbuhan ikan tersebut. Hal ini tentu saja dapat menguntungkan para pembudidaya. Pasalnya, dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi, petani dapat meraup keuntungan yang lebih cepat dalam waktu yang singkat. Di samping itu, hal ini juga dapat menekan biaya yang dikeluarkan untuk pembelian pakan.

Meskipun demikian, tingginya frekuensi pemberian pakan boleh jadi, di sisi yang lain, meningkatkan biaya operasional budidaya. Salah satunya adalah untuk upah yang diberikan kepada pegawai jika perhitungan upah berdasarkan jam bekerja. Sebagai contoh, sebelum memberlakukan program frequent feeding, pegawai hanya memberikan pakan dalam 2 atau 3 kali dalam sehari. Namun, setelah dilakukan program ini, pegawai diharuskan bekerja minimal 4 sampai dalam pemberian pakan setiap harinya, hal ini tentu saja cukup merepotkan.

Kabar baiknya, dengan adanya eFishery, hal tersebut tidak jadi masalah. Dengan melakukan pengaturan waktu pemberian pakan, piranti tersebut dapat mengeluarkan pakan seperti yang dikehendaki. Jadi, sesering apapun pemberian pakan yang dilakukan, tidak akan merepotkan pegawai. Solusi sederhana, cukup atur alat pintar tersebut, seberapa sering pakan dikeluarkan, berapa banyak pakan yang dikeluarkan. (Ed: Noerhidajat/Adit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.