Digital Talent Bagi Pengembangan Digital Marketing Produk Perikanan

Digital Talent Bagi Pengembangan Digital Marketing Produk Perikanan

Oleh :
Atikah Nurhayati
Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Ikan merupakan produk pangan yang mudah untuk diolah dan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani yang mempunyai nilai nutrisi tinggi, memiliki kandungan nutrisi mikro, mineral, asam lemak dan protein esensial.

Kandungan protein ikan berkisar antara 20- 35%, merupakan sumber protein utama dalam konsumsi pangan karena kelengkapan komposisi kandungan asam amino esensial dan tingginya kandungan asam lemak tak jenuh omega-3 dan banyak mengandung berbagai jenis vitamin yang larut dalam lemak, khususnya vitamin A, D, E dan K.

Produk olahan dari hasil perikanan dijadikan konsumsi kuliner dan olahan teknologi pangan lainnya yang dapat dijual. Produk olahan ikan kekinian dapat berupa bakso ikan, pempek, dengdeng ikan, abon ikan, sosis ikan, bakwan ikan, siomay ikan, batagor ikan, kerupuk ikan, kecap ikan, egg roll abon ikan, cookies ikan, udang crispy dan produk olahan lainnya.

Produk perikanan memiliki kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan protein hewani, dimana tingkat konsumsi ikan perkapita pertahun di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 3,47 % dari tahun 2019 sebesar 54,50 kg/kapita menjadi 56,39 kg/kapita pada tahun 2020. Kementrian Kelautan dan Perikanan menargetkan tingkat konsumsi ikan sebesar 62,05 kg/kapita pada tahun 2024.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik pada tahun 2021 penduduk Indonesia didominasi oleh usia produktif yaitu 15-64 tahun sebanyak 70,72%, jumlah penduduk usia muda yaitu 0-14 tahun sebanyak 23,33%, sedangkan jumlah penduduk lanjut usia yaitu 65 tahun ke atas sejumlah 5,95%.

Memberikan bonus demogafi untuk meningkatkan peluang dan kualitas sumber daya manusia, dimana didominasi oleh generasi milenial yaitu kelahiran tahun 1977 – 1995 dan generasi Z yaitu kelahiran tahun 1996 – 2010 yang memiliki kemampuan beradaptasi terhadap informasi dan teknologi di era 4.0.

Penggunaan informasi dan teknologi di era 4.0 sebagai bagian dari strategi yang dilakukan untuk meningkatkan tingkat konsumsi produk perikanan yaitu pemasaran produk olahan perikanan melalui digital marketing.
Diversifikasi produk olahan perikanan tentunya mempertimbangkan aspek preferensi konsumen yang dipengarui oleh faktor sosial, ekonomi, budaya dan kelembagaan masyarakat lokal yang menentukan pola konsumsi kebutuhan protein ikan dan pengeluran rumah tangga penduduk.

Pola konsumsi produk olahan perikanan tidak terlepas dari karakteristik generasi ke generasi, seperti halnya generasi millenial dan Z merupakan digital talent yang semakin kreatif dan inovatif untuk mengekspresikan keinginan mereka dalam meningkatkan angka konsumsi ikan dengan menciptakan inovasi olahan produk perikanan dan memasarkan produk perikanan dengan menggunakan platform digital.

Digital talent merupakan sumber daya manusia yang berbakat dan mampu beradaptasi dengan teknologi digital dan memahami tentang keberadaan industri 4.0. Generasi Z memiliki kesamaan dengan generasi milenial, namun generasi Z mampu mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu seperti pengunaan media sosial untuk rutinitas kegiatan sehari hari seperti menggunakan ponsel, browsing dengan perangkat seluler, dan mendengarkan musik menggunakan headset.

Media sosial sebagai aplikasi internet (Interconnection Networking) yang memfasilitasi produksi dan transmisi user konten yang dihasilkan diantaranya untuk memberikan informasi dan memasarkan suatu produk atau jasa.
Sejak kecil generasi Z sudah mengenal teknologi dan akrab dengan gadget canggih yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadiannya termasuk pola wirausaha yang terbangun sejak dini karena tuntutan beradaptasi dengan lingkungan eksternal dalam membangun bisnis digital.

Jiwa wirausaha pada dasarnya dapat terbangun dari kejelian melihat potensi berdasarkan kondisi wilayah (geografi) dan penduduk (demografi). Digital marketing merupakan perwujudan dari penerapan, penggunaan atau pemanfaatan dari teknologi dalam proses pemasaran, termasuk memasarkan produk perikanan.

Generasi milenial dan generasi Z dalam proses membentuk dan mengembangan jiwa wirausaha melakukan eskplorasi dan terobosan untuk dapat meningkatkan fungsi atau daya guna dari teknologi dalam mencapai target jangkauan pemasaran.
Keputusan untuk menerapkan digital marketing sebagai strategi bisnis harus disesuaikan dengan karakteristik bisnis yang dijalankan sebagai dasar untuk menegaskan tingkat kebutuhan akan penerepan strategi tersebut.

Digital marketing produk olahan perikanan dengan memperhatikan jenis dan karakteristik produk olahan ikan (fish product), harga (price), saluran distribusi (digital platform chanel), distribusi konten (content distribution), promosi produk olahan ikan (promotion), kemasan produk (packing), sasaran konsumen (consumer targeting) dan umpan balik konsumen (customer feedback ).

Digital Talent Bagi Pengembangan Digital Marketing Produk Perikanan
Keterangan : Skala 5 (sangat penting), 4 (penting), 3 ( sedang), 2 (kurang penting), 1(sangat tidak penting)

Indikator digital marketing produk olahan perikanan dengan menggunakan skala likert, content distribution, digital platform chanel memiliki skala 5 (sangat penting) dalam melakukan strategi digital marketing dibandingkan dengan consumer targeting fish product, price, packing dan promotion.
Hal ini sangat berbeda dengan menggunakan platform non digital marketing yang terfokus pada produk dan harga. Indikator pembuatan conten marketing yang menarik menjadi sesuatu yang mutlak diperlukan bagi seorang digital talent.

Content marketing merupakan strategi pemasaran yang bertujuan untuk menarik konsumen dan mempertahankan konsumen terhadap produk yang dipasarkan.

Menciptakan conten marketing yang mampu mengedukasi dan proses merubah pola pikir konsumen dalam memilih suatu produk olahan perikanan, dilakukan dengan mendistribusikan konten pada platform media sosial, diantaranya marketplace, instagram, facebook, line dan media sosial lainnya dengan memperhatikan target konsumen dari produk olahan ikan tersebut.
Mengintegrasikan aktivitas bisnis produk olahan perikanan pada website, aplikasi, media sosial, e-commerce, dan channel lain yang berpotensial. Membuat dan meningkatkan interaksi dengan konsumen melalui online channels. Menciptakan konten interaktif seperti, Webinar, Online Talkshow, IG Live, IG Pooling, IG TV, Quiz, Give away.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.